Daftar Kategori Blog

Selasa, 22 Desember 2020

Zona deep xtra miles

 Dalam minggu ini kita berdiskusi tentang progress yang dilakukan. Di CH gabungan 4, teman2 berproses dalam upgrade desain dan edit video juga foto yang menarik.

Kali ini saya akan berfokus dalam mempersiapkan podcast di akun hexaradio agar teman2 juga bisa bergabung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Mencari siapa yang ingin membacakan script naskah

2. Mencari siapa yang bisa menulis konten naskah

3. Mencari siapa yang bisa mengedit konten untuk hexaradio 

Karena hexaradio juga punya standar sendiri, sehingga kita harus berproses menyesuaikan standar. 


Semoga makin lancar dan tetap semangat kedepannya.


#hexagoncity

#hexagonia

#zonaxtramiles

#challangedeepdive

#kuliahbundaproduktif

#institutibuprofesional

Senin, 14 Desember 2020

Zona Xtra Miles

 Alhamdulillah kali ini memasuki zona xtra miles. Nah di zona ini kita memetakan kembali apa yang sudah dilakukan ke 4 zona. Apa yang dilakukan dg tenaga maksimal yang memang berdampak pada project passion, apa yg dilakukan dengan tenaga sedang berdampak maksimal, apa yang dilakukan dengan tenaga biasa saja dan berdampak biasa saja. Ini meningkatkan kemampuan dan memfokuskan tujuan masing2 di project JMK.



Disini saya major project memang masih berhubungan dengan podcast karena akan banyak menarik minat. Yang sudah bagus dan tidak terlalu banyak tenaga yaitu bikin hastag dan caption karena sudah ada panduannya dan sudah praktek juga. Yang kurang maksimal karena kurang bisa menghasilkan edit video dan foto yang menarik. Semangat belajar dan berbagi di project passion JMK.



Selasa, 01 Desember 2020

Kontribusi Kota

 Jurnal kali ini menunjukkan kontribusi ke hexagon city dengan mengikuti beberapa platform yang ada di hexagon city.  Permainan makin tambah seru dengan adanya banyal platform. 

Hexamarket buat penjual dan pembeli. Hexalink buat yang mencari pelatihan. Youtube hexagon city yg memuat berita2 hexagon city. Ig dan Fb untuk informasi seputar apa saja yg terjadi di hexagon city. selain itu parade karya yang keren semuanya. MasyaAllah ibu2 ini hebat2 banget.


Berikut ss join di beberapa platform hexagon city. Nggak sabar menanti tantangan berikutnya.tetap semangat.

#hexagoncity

#hexagonia

#contributiontonation

#kuliahbundaproduktif

#institutibuprofesional

Selasa, 24 November 2020

Hexa Activity

 Kali ini diskusi berlanjut dengan mengetahui 4E. Inget dulu waktu workshop tallents mapping mengetahui 4E. Enjoy Easy Excellent dan Earn. Setor dulu project passion dari setiap kegiatan yang sudah dilakukan 


Kali ini saya memang senangnya di membuat konten story dan caption di Instagram. Senang juga bercerita dan membuat rencana konten untuk podcast.

Setelah dikumpulkan, ahirnya dijadikan satu dan dipilih siapa saja yang akan bertanggung jawab dalam project sesuai dengan passion yang disukai. selain itu juga memperbarui milestone karena sebelumnya akan membuka sosial media baru dan tidak diperbolehkan d hexagon city. Diskusi milestone dilakukan via zoom.



Nah, ahirnya dikumpulkan mana yang diperlukan dan mana yang sudah ada. Dari brainstorm ini, ditentukan siapa yang bertanggungjawab dan dimasukkan ke dalam template. Diskusi kali ini di WAG dan berlangsung meriah. Tetangga disini sungguh semangatnya luarbiasa.


Nah, dapat sudah aktifitas yang dilakukan rutin kedepannya untuk mempersiapkan project Jejak Makna Kelana kami.


Dan inilah hexa activity saya. Bismillah semoga lancar project Jejak Makna Kelana kali ini.

#hexagoncity
#zonaE
#projectpassion
#kuliahbundaproduktif
#institutibuprofesional



Selasa, 10 November 2020

Hexa Habit

Kali ini diskusi soal habit dan milestone. 

Gabungan Co Housing#4
Project *Jejak Makna Kelana*
Character to nation *empati*

Milestone 1 : Mempelajari Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan konten  JMK (Pelaksanaan November - Desember 2020)

Yang ingin dipelajari :
Belajar edit foto pakai canva dan video untuk pembuatan konten yang menarik.
Indikator keberhasilan :
Foto dan video hasil belajar yang sesuai konten JMk dan mengedit 1 foto per minggu

Habit : Belajar menulis caption menarik dan hastag juga konsep konten.
Indikator keberhasilan : 
Caption yang sesuai kontem JMK . 1 minggu 1 postingan.

Habit : Belajar soal podcast
Indikator keberhasilan :
Memahami proses mulai perekaman sampai editing dan upload. 

Waktu 30 menit per hari

Milestone 2 : Pengisian Konten JMK (Pelaksanaan Januari 2021)

Habit : belajar menyajikan foto dan caption yg menarik sesuai passion
Indikator keberhasilan : banyak like konten

Habit :Mengisi konten podcast JMk
Indikator keberhasilan: Banyak yang mendengarkan.

Milestone 3 : Promosi JMK ( Februari 2021)

Habit : konsisten mensosialisasikan keberadaan JMK
Indikator keberhasilan :
Followers meningkat,viewers video meningkat,like dan comment juga banyak.

Evaluasi :
1. Belum konsisten belajar canva karena perbedaan aplikasi di hp dan laptop
2. Akan evaluasi ganti aplikasi inshot agar memudahkan edit foto.





Senin, 26 Oktober 2020

Character Nation Hexagonia




Minggu ini ilmu baru lagi. Membahas soal karakter. Karakter yang membuat semangat,menghentikan langkah dan menunda langkah. Diskusi di grup gabungan. Masing masing kita menyetorkan karakter untuk meningkatkan semangat,menunda dan menghentikan langkah. 

Setelah itu memilih 1 karakter untuk dijadikan character nation. Kali ini saya memilih emphaty karena saya senang berbicara dan mendengarkan sesama juga membuat orang lain bersemangat


Rabu, 21 Oktober 2020

Refleksi Covid Surabaya Oktober 2020

 Oktober ini 7 bulan sejak pandemi dimulai di Indonesia. Khusus Surabaya, sempat menjadi zona hitam di bulan Juli selanjutnya zona merah. Beberapa orang menyoroti Surabaya karena kenaikan kasusnya banyak setelah Jakarta dan sempat lebih  banyak daripada Jakarta. Kesempatan test juga terbatas, kedisiplinan masyarakat juga rendah, hanya himbauan tanpa denda dan sangsi. Sempat juga RS penuh, bu Risma sempat menangis dan bingung.Sempat sedih karena kehilangan orang terbaiknya. Bu Risma berproses,semua pihak yang kompeten diajak berbicara dan berdiskusi. Sampai didatangi oleh Menteri Kesehatan dan beliau mengatakan bahwa Surabaya sudah memiliki sistem yang bagus. 

Hal ini terjadi di Oktober 2020. 8 bulan setelah pandemi. Sistim dibuat lebih tegas dan dengan sangsi. Beberapa hal dilakukan oleh Surabaya : 

1. Ada kampung tangguh semeru dan jogo suroboyo. 
setiap kelurahan, RT/RW memiliki tim khusus covid untuk mengedukasi, menjalankan protokol dan membantu masyarakat yang terdampak agar bisa bekerjasama dengan pemerintah. Semua pihak saling bekerjasama. Kampung jogo ini juga terintegrasi dengan kepolisian,sehingga bisa memback up jika terjadi hal yang tidak diinginkan. 

2. Sangsi jika tidak memakai masker dijalan 
Polisi dan satpol PP sering melakukan operasi pemeriksaan masker di jalan juga pemberian sangsi ditempat sehingga warga banyak yang patuh menggunakan masker. 

3. Banyak operasi di tempat keramaian.
Satpol PP beberapa kali melakukan pembubaran dan pengecekan untuk lokasi keramaian seperti di warkop yang ramai dan tidak mengindahkan protokol terutama berjaga jaraknya.
 
4. Di Mall dan tempat umum,wajib protokol kesehatan
DI tempat umum diwajibkan protokol kesehatan dan ada sangsi jika tidak. Sehingga saat orang memasuki tempat umum, protokol wajib dijalankan dan diawasi bersama. 

5. Ada Swab Hunter
Kali ini bu risma dengan dinas kesehatan dan kepolisian melakukan swab di tempat keramaian secara acak,sehingga positive ratenya menjadi rendah karena banyaknya test yang dilakukan. 

6. Adanya Swab Gratis bagi yang bergejala, bagi yang dari luar kota dan yang memasuki kota surabaya.
Adanya sumbangan mobil PCR membuat SWAB menjadi semakin mudah. DItambah dengan labkesda yang menjembatani swab gratis bagi yang datang ke surabaya dan ini diwajibkan oleh bu Risma dengan pengawasan dari RT/RW setempat. Jika sakit atau pernah berinteraksi dengan orang yang positif, bisa datang ke puskesmas dan melakukan swab gratis. 

7.Treatment di RS dan pusat kesehatan.
Surabaya belajar dari pengalaman beberapa bulan sebelumnya dan memperbaiki treatment pasien, menyediakan APD bagi tenaga medis dan memperbaiki ventilasi UGD nya di beberapa rumah sakit. Rumah sakit rujukan juga banyak dan bisa menyediakan test diagnosis yang cepat dan terjangkau. 

Bu RIsma yang awalnya diragukan, sekarang bisa membuktikan secara epidimolog dan kesehatan kalau bisa melakukan hal lebih baik dari sebelumnya. Tetapi, masyarakat juga tidak semua yang percaya covid menghargai ini terutama komentar di salah satu sosial media surabaya yang beberapa masih mengabaikan dan mengatakan apa yang dilakukan bu Risma terlalu berlebihan, terlalu menghabiskan dana. Mereka tidak paham kalau pandemi ini harus dikendalikan agar bisa kembali ke kondisi normal. 

Semoga kedepannya surabaya menjadi zona hijau dan masyarakat masih tetapd disiplin protokol sehingga pandemi bisa terkendali. Masih ada 200an orang sisa kasus aktif di Surabaya. Semoga makin banyak yang sembuh. 

Walau begitu, masih ada resiko untuk terpapar, sehingga masih harus disiplin protokol kesehatan. Dengan adanya update peraturan dan treatment,akan mempermudah saat bergejala untuk diobati lebih awal. Strategi saya sekeluarga di bulan ini dan selanjutnya :
1. Tetap protokol, masker medis/kain ganti per 4 jam, cuci tangan sesering mungkin, jaga jarak
2. Hindari ruang tertutup banyak orang
3. Kalau diruang tertutup banyak orang, pakai masker dobel+faceshield dan air purifier
4. Cuci hidung dan berkumur setelah beraktifitas diluar dan bertemu banyak orang.
5. Tetap jaga imun ( olahraga tiap hari, berjemur,makan bergizi, minum vitamin, tidur teratur dan jaga stress )
6. Miliki strategi saat isolasi mandiri dan jika dirawat di RS. Termasuk diagnosis, siapa yg dihubungi, treatment yang dilakukan, perlengkapan yang dibawa dsb.  Lebih cepat ditangani di gejala awal, lebih cepat sembuhnya. 
Belum waktunya abai, yang ada kita jangan lengah dan masih harus ihtiyar maksimal, walau semakin hari semakin banyak yang abai. 

#banggasurabaya
#newnormalsurabaya
#strateginewnormalsurabay
#covidsurabaya

Makan Diluar Selama Pandemi New Normal Surabaya

 Setelah 6 bulan pandemi dan di Surabaya sudah mulai terkendali kasusnya, bu Risma juga benar - benar memperhatikan masyarakat.Dilakukan Swab secara gratis dan massal, seluruh aktifitas ekonomi juga diawasi,sehingga beranilah makan diluar. 

Tetapi, tetap protokol dan bagi saya, ada aturan dan syarat tempat makan untuk makan diluar : 

1. Mencari tempat yang outdoor / Ruang terbuka
2. Tempatnya sepi / tidak banyak orang karena akan lepas masker. Sehinga jaraknya juga harus disesuaikan
3. Tempatnya menerapkan protokol. Penjualnya memakai masker, tersedia tempat cuci tangan, ada jarak di setiap tempat duduknya atau tempatnya sepi walau tidak ada jarak di tempat duduknya. Beberapa tempat, penjualnya di ukur suhunya berkala. 

Protokol yang dilakukan saat syarat tempat makannya sudah terpenuhi : 

1. Bawa perlengkapan makan sendiri, terutama sendok garpu dan sedotan.  Kalau tidak bisa dan lupa membawa, semprot alkohol/desinfektan dan lap bersih sebelum digunakan. 
2. Semprot bersih juga lap meja dan kursi
3. Masker ditaruh ditempat yang bersih
4. Tidak perlu mengobrol terlalu lama,setelah makan langsung pulang.
5. Cuci tangan bersih sebelum dan setelah makan, juga setelah melepas dan  memakai masker.  

Ribet iya, terutama harus mengawasi anak - anak agar protokol tetapdijalankan. Beberapa tempat juga ada ruangan outdoor luas sehingga anak - anak tetap bisa main dan lari2 dengan nyaman.


Ini salah satu tempat makan yang mantep sisi protokol. Penjualnya kalau ketemu pelanggan,pakai masker. Di stan nya ditulis kalau dicek suhu berkala, ada tempat cuci tangan dan berjarak antara satu kursi dengan kursi lain. Tempatnya outdoor, sepi dan luas sehingga anak - anak bisa bermain disana. 

#makandiluarnewnormal
#newnormalindonesia
#restorannewnormal


Selasa, 20 Oktober 2020

Passion Project

 Minggu ini seru karena diskusi soal passion. Di grup gabungan 4 kali ini, passionnya keluarga,sosial,travelling dan komunikasi. Setelah zoom meeting menentukan tema dan arah,ahirmya disepakati judul project.

Nama project : 


Jejak Makna Kelana

durasi :6-12 bulan untuk membuat, membangun branding dan promosi. Selanjutnya pengembangan produk setelah 1tahun pertama.

Solusi : Sebagai penyedia kanal digital, yang bisa mempertemukan dan memfasilitasi setiap orang yang mau berbagi dan orang yang butuh ilmu/info/kisah/hikmah/pelajaran/inspirasi dari perjalanan mereka agar bermanfaat lebih luas.

Sudah disepakati judul,logo ,email dan FBG

Semoga lancar passion project kali ini


Jumat, 16 Oktober 2020

Staycation Pertama Kali Selama Pandemi

Kali ini saya dan anak anak ikut suami. Suami ada meeting di salah satu hotel di Surabaya. 2 hari 1 malam. Tarik ulur antara suami dan saya karena mengingat itu hotelnya indoor dan tertutup rapat, dimana anak2 juga agak susah kalau disuruh protokol, selain itu juga hanya 1 hari, saya minta dirumah saja. Tetapi,anak2menangis dan meminta bertemu ayahnya. Baiklah,saya mengalah. Siap - siap kerempongan terjadi.

Barang - barang yang saya bawa selama staycation 1 hari ini : 
1. Hand sanitiser 
2. ALkohol/Desinfektan
3. Eucalyptus spray
4. Air Purifier
5. Tissue Basah
6. Masker medis dan kain
7. Face Shield
8. Alat pemencet tombol / penarik pintu
9. Tas kosong buat ganti baju
10. Baju yang banyak banget
11. Obat kumur dan cuci hidung 

Setelah siap, mulai berangkat dan saat masuk ke hotel sampai kamar hotel,protokolnya: 
1. Cek suhu masing2 di lobby.
2. Wajib masker 2 lapis ( kain + medis ) buat saya dan anak2 masker kain + Filter PM2,5
3. Face shield
4. Awasi anak - anak agar tidak berlarian dan memegang terlalu banyak barang juga mengawasi masker dan face shield anak dipakai sempurna
5. Sentuh tombol lift dengan alat pemencet tombol

Sampai di kamar hotel, yang dilakukan : 
1. Semprot semua permukaan kamar, mulai  gagang pintu,meja dan perlengkapannya,lemari, skaklar, gelas, kamar mandi dll jangan sampai ada yang terlewat.Setelah itu diamkan sebentar dan lap bersih.
2. Ganti baju lanjut mandi dan taruh baju di tas kosong terpisah dari baju bersih.
3. Semprot pakai eucalyptus spray untuk semua ruangan dan bantal juga tempat tidur.
4. Pasang air purifier
5. Awasi anak2 agar tidak keluar masuk kamar 

karena fasilitas hotel belum dibuka, jadi staycation kali ini dikamar saja. Puas2in mandi dan main loncat2an. 

Setelah pulang, yang harus dilakukan :
1. Semprot semua barang dan jemur juga lap
2. Cuci bersih semua baju kotor
3. Semprot eucalyptus spray semua barang
4. Steril dan semprot  mobil 
5. Minum vitamin, kumur dan cuci hidung sampai rumah

Kali ini styacation yang melelahkan walau hanya 1 hari saja. Anak - anak juga saking senangnya jadi harus sering diawasi,karena terkadang lengah sedikit,masker miring, faceshield lepas dan tidak sadar pegang muka. Jadi, saya harus sering2 berada dekat anak - anak. 

Kedepannya, kalau mau staycation lagi, saya akan bawa seprei dan selimut sendiri. Juga hotelnya outdoor dengan ventilasi yang bagus. Selain itu lebih dari satu hari agar tidak lelah juga sampai rumah. 



#staycationpandemi
#staycation2020
#tipsstaycationnewnormal
#staycationnewnormal

Selasa, 06 Oktober 2020

Pemilu Hexagonia

 Minggu ini seru sekali.Kali ini perdana ikutan pemilu online. Mendengarkan pemaparan visi misi dari setiap kandidat dan quick count yang membuat penasaran member hexagonia.

Dimulai dari pendaftaran kandidat. 6 Kandidat merupakan member yang luarbiasa kontibusinya di Ibu Profesional dan namanya beberapa tidak asing terdengar. Setelah ada 6 kandidat, waktunya meyakinkan member dengan perkenalan. Perkenalan di FB live.Visi misi dipaparkan dan meyakinkan untuk dipilih. Setiap kandidat memiliki tim sukses. Tim ini yang gencar melakukan kampanye, kampanyenya ke beberapa WAG regional juga. Luarbiasa pemilu online kali ini.

Hari pencoblosanpun tiba, memilih 1 dari 6 kandidat.Bingung awalnya karena visi misinya bagus semua demi mengembangkan hexagonia. Pilihan saya yang pernah kampanye di WAG selain karena banyaknya pengalaman di Ibu Profesional.

Semoga walikota Hexagonia terpilih bisa mengembangkan visi misinya dan membuat hexagonia menjadi berkibar.







Senin, 28 September 2020

Hexa House

 Minggu ini seru sekali. Belajar desain ahirnya untuk mendesain rumah. Ikut bunda produktif kali ini memang penuh tantangan dan membuat membernya semakin kreatif. Minggu ini membuat rancangan rumah impian. 

Rumah impian saya,rumah standar saja isinya ada ruang tamu,kamar tidur,kamar mandi dan kamar anak. Nah,yang penting disini adalah ruang serbaguna. Taman serbaguna dimana digunakan untuk berkumpul bersama,berkegiatan dengan orang lain. Selain itu juga saat mengadakan event berbagi,taman serbaguna bisa digunakan. Saat mengundang teman2 atau saudara,bisa berkumpul disana. Inilah inti dari rumah hexa saya. Rumah dimana tempat berbagi dan berkumpul bersama. Rumah yang bisa digunakan berbagi sesama. 

Semoga impian rumah berbagi saya bisa terealisasi. 






Senin, 14 September 2020

Protokol Kesehatan dan Menjaga Imun Tubuh Selama Pandemi

 Pandemi ini belum bisa dikendalikan. Secara epidimiologi juga kasusnya dan jumlah kematian masih tinggi ditambah kapasitas Rumah Sakit yang mulai terbatas. Beberapa daerah sudah mengalami jumlah Ruang Isolasi yang terbatas. Walaupun ada penambahan ruang isolasi, tetapi tetap nakesnya jumlahnya juga tidak dengan mudah bisa ditambah. Untuk urusan tracing, tracking dan treatment , kita serahkan pada pemerintah sebagai pemangku kebijakan juga para ahli. Masyarakat diwajibkan untuk memenuhi Protokol Kesehatan secara Benar dan Disiplin. Beberapa orang tidak paham karena tidak bisa mengakses informasi mengenai bagaimana penerapan Protokol Kesehatan yang benar dan Disiplin.

Protokol Kesehatan Selama Pandemi : 

1. Menggunakan Masker

Untuk penggunaan masker, bisa sesuai dengan flyer yang saya buat diatas. Terutama yang harus digarisbawahi adalah masker dipakai secara sempurna menutup mulut hidung dan dagu. Jadi, tidak dipakai di atas kepala, dibawah dagu atau digantung di satu telinga. Selain itu juga harus diganti per 4jam dan minimal 3 lapis. Wajib dipake saat berinteraksi dengan orang lain, baik didalam ruangan maupun diluar ruangan, terutama didalam ruangan karena dorplet akan lebih lama berada didalam ruangan. 

2. Mencuci Tangan


Cuci tangan juga lebih baik menggunakan sabun. Cuci tangan tidak hanya saat sebelum menyentuh muka, tetapi juga setelah memegang barang dari luar dan terutama setelah bersin.

3. Menjaga Jarak Fisik


Jaga jarak ini juga harus dilakukan saat berinteraksi dengan orang , usahakan tidak terlalu lama. Tidak lebih dari 15 menit saat diluar ruangan. 

Menjaga Imun Tubuh

Imun tubuh juga sangat penting saat pandemi. Jangan sampai kita lengah menjaga imun, karena saat kita sakit, kita perlu segera sembuh dengan bantuan imun tubuh. 



Penting untuk melakukan semua ini secara bersama2 dengan cara yang benar, agar terhindar dari covid dan lekas pulih saat covid menyerang. Terutama yang memiliki komorbid agar rutin mengkonsumsi obat dan melakukan treatment agar komorbidnya bisa dikendalikan. 

Yang dilakukan saat memiliki gejala covid

Beberapa orang ketakutan bahkan bingung bagaimana saat memiliki gejala covid. Padahal dengan mengobati gejala diawal, akan lebih cepat sembuhnya disertai dengan penguatan imun tubuh. 


Perlu digarisbawahi untuk datang ke klinik dan memeriksakan kondisi. Bisa juga via online untuk mendapatkan pengobatan dan cek. Selain itu selalu pantau oksigen level dan saat kondisi memburuk, segera ke rumah sakit. 

TIDAK PEDULI apakah anda percaya covid itu berbahaya, covid itu konspirasi atau covid itu tidak ada. Yang terpenting adalah MEMUTUS mata rantai penyebaran covid dengan penerapan PROTOKOL kesehatan dengan DISIPLIN. Membuat diri tetap sehat sehingga meringankan gejala saat kena covid dan BEROBAT di awal agar lekas pulih dari covid. 

Bulan ini sudah bulan ke 6 sejak pasien pertama covid dan pengobatan juga riset sudah berjalan. Sehingga dengan disiplin menjalankan protokol juga imun tubuh, akan mengurangi gejala. 

Hal ini memang melelahkan, tetapi ihtiyar harus maksimal. Selain untuk menjaga diri sendiri juga menjaga orang lain. Covid ini pandemi, kita harus bekerjasama. Semoga covid segera berlalu


#protokolkesehatancovid
#pakaimaskercovid
#cucitanganyangbenar
#jagaimuntubuhbenar
#saatterkenacovid
#covid19indonesia




Minggu, 02 Agustus 2020

Tips Isolasi Mandiri dirumah saat sakit ( Pengalaman Survivor Covid )

Membaca info dari beberapa survivor covid baik di Sosial media maupun sharing di radio dan TV, bisa dijadikan rujukan untuk teman atau saat kita isolasi mandiri. Walau bukan sakit covid pun juga bisa diterapkan agar imunitas naik dan lekas pulih. Cerita orang - orang yang sembuh, bisa dijadikan rujukan dan tempat bertanya saat sakit. 

Perlengkapan yang harus ada dirumah :
1. Obat2an yang diberikan dokter
2. Vitamin C 1000mg, B kompleks, D 2000mg, Zink dan E
3. Obat kumur.
4. Oksimeter ( alat ukur oksigen ). Jika sesak dan saturasi menurun langsung dibawa ke RS. saturasi wajar 98 - 100. Dibawah itu harus diawasi. Jika sudah dibawah 90 ( kata dokter saat kulwhap covid di komunitas ibu profesional ), harus konsultasi kedokter dan dibawa ke rumah sakit. 
5. Difuser, alat untuk hirup uap.

Selain itu, untuk meningkatkan imun tubuh selaim meminum obat bisa dilakukan treatment dirumah : 
1. Berjemur jam selama 15 - 30 menit jam 10
2. Makan telur 1 hari 1x
3. Tidur 7 - 8 jam sehari
4. Minum air putih 1,5liter sehari
5. Meminum dan memakan makanan hangat.
6. Minum vitamin juga obat yang diberikan 
7. Berkumur dengan obat kumur 
8. Makan buah dan sayur  yang mengandung vit C

Konsultasi bisa dilakukan via online dengan dokter atau jika dari puskesmas, akan didatangi berkala oleh puskesmas. 

Pelengkapan lainnya untuk mendukung isolasi dirumah : 
1 . Cek nomor hotline covid di daerah masing2
2. Siapkan no tlp ambulance kalau sewaktu2 membutuhkan
3. Siapkan no tlp orang terdekat ( RT, RW, Tetangga dan saudara ) saat dibutuhkan
4. Siapkan alternatif rumah sakit jika kondisi parah. RS mana dahulu yang didatangi mulai dari terdekat sampai terjauh. 




Semoga bisa membantu 




#tipsisolasimandiricovid
#isolasimandiricovid
#menaikkanimuntubuh
#treatmentcovid
#pencegahancovid
#perbaikanimuntubuhcovid
#covid19

Perlengkapan Medis Dirumah Selama Pandemi

Selama pandemi ini, terutama saya yang tinggal di zona merah dimana banyak pasien konfirmasi positif dan RS yang terkadang penuh, jaga2 jikalau sakit yang masih bisa ditangani dirumah sendiri, maka pelengkapan yang harus disediakan dirumah : 
1. Sarung tangan medis
2. APD Gown
3. Kacamata medis rapat
4. Masker medis dan Masker N95
5. Oksimeter ( alat cek oksigen )
6. Ambu Bag ( alat nafas manual ) atau tabung oksigen kalau ada
7. Semprotan oksigen 
8. Sepatu booth

Obat - obatan sedia dirumah : 
1. Paracetamol
2. Ibuprofen
3. Vitamin C dan B kompleks
4. Obat kumur betadine
5. Vitamin E
6. Tolak angin

Pelengkapan tambahan untuk dirumah : 
1. Hand sanitiser
2. Sabun cuci tangan
3. Alkohol 75%
4. Difuser Uap
5. Desinfektan Sipol

APD lengkap bisa dibawa saat ke RS (jaga2 jika dokter kekurangan APD). Oksigen jg bisa digunakan saat ke RS karena kalau RS penuh, perlu beberapa kali ke RS sampai mendapatkan tempat dan bisa dirawat.

#medispandemi
#mediscovid
#perlengkapancovidrumah
#perlengkapanmedisrumah
#kitmediscovid
#covid19



Kapan Cuci Tangan dan Cara Cuci Tangan yang benar

Hal terpenting soal protokol kesehatan adalah cuci tangan. Cuci tangan untuk menghindari penyebaran virus dan sesuai dengan pola hidup bersih harus sesuai. Waktu dan caranya agar maksimal melindungi. Cuci tangan itu mudah, tetapi terkadang orang tidak paham kapan harus cuci tangan dan bagaimana cuci tangan yang benar. Cuci tangan tidak hanya pakai sabun dan digosok2 acak, tetapi ada caranya. 

Kapan harus cuci tangan? untuk menghindari kuman, cuci tangan terutama saat diluar rumah ketika setelah memegang barang dari luar, setelah memegang permukaan diluar rumah dan sebelum memegang muka ( mulut, tangan, hidung dan telinga ) selain itu juga bisa dilihat di flyer dibawah ini untuk memahami kapan harus cuci tangan.  Kalau dilakukan memang akan ribet dan repot. Tetapi demi kebaikan, tidak salah adaptasi ini dilakukan untuk kebersihan diri. 



Nah, banyak kan waktunya kapan harus cuci tangan. Perlu pembiasaan diri dan penyesuaian demi kesehatan dan kebersihan. 

Selanjutnya, Bagaimana cara cuci tangan yang benar untuk menghindari virus dan bakteri? Tidak hanya pakai sabun saja tetapi juga semua bagian tangan harus dicuci selama 20 detik.




Ribet juga kan ya, perlu pembiasaan dan adaptasi. Semangat demi kesehatan. Karena merubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat tidak ada salahnya kan. Pandemi ini mengajarkan kita untuk lebih sehat dan lebih bersih dalam menjalani hidup.


#cucitanganbenar
#cucitanganpakaisabun
#kapancucitangan
#bagaimanacucitangan
#cucitangancovid


Masker Yang Benar Melindungi

Diluar masih ada beberapa orang yang tidak memakai masker. Terkadang juga maskernya tidak pas. Entah dari cara pemakaiannya, jenis maskernya dan pengunaannya. Pemakaian masker harus pas dan benar agar bisa mencegah dorplet masuk dan terpapar covid. 

Web kemenkes, WHO juga sudah menginformasikan tentang penggunaan masker yang benar. Pemakaian masker harus : 
1. Rapat dan tidak ada celah baik dari samping dan bawah.
2. Menutup dagu dan hidung juga mulut.
3. Memiliki minimal 3 lapis kain. Bisa juga diisi filter tissue jika menggunakan masker kain.
4. Tidak kotor dan rusak
5. Masker kain dipakai per 4 jam dan harus diganti. Masker medis sekali pakai buang.

Masker tidak menggantikan jaga jarak. Jaga jarak wajib walau pakai masker. Masker juga bisa dipakai dengan face shield. 

Pakailah masker yang benar. Caranya dan pengunaannya. Karena kalau tidak benar, kemungkinan terpapar covid masih besar. 

#maskerbenar
#pemakaianmasker
#pemakaianmaskercovid
#maskercovid19
#protokolkesehatanmasker
#covid19masker


Refleksi 1 Tahun Meninggalnya Papa / Kung Bocah

Tidak terasa sudah 1 tahun meninggalnya papa. Kali ini pas momen Idul Adha. 1 kambing disiapkan buat kurban atas nama papa, mudah2an bisa meringankan beban kung di alam barzah. 1 tahun ini teringat saat menemani kung di RS dan saat interaksi di hari hari terahir. Kondisi di ICU dan saat sakaratul maut, masih terbayang sampai sekarang. Bagaimana kung berjuang di hari terahirnya. Walau sedih,tapi ada bersyukur juga karena tidak membayangkan bagaimana kung bertahan kalau ada pandemi begini. 

Kangen saat bercanda sama kung. Kangen tertawanya kung dan saat kung main sama bocah. Di 1 tahun ini penyesuaian baik pribadi dan keluarga untuk beradaptasi dengan tidak adanya kung disamping untuk selamanya. Keluarga besar almarhum kung, terkadang masih kehilangan terutama saat budhe/ pakdhe dan tante2 datang atau saya telepon masih sangat haru terutama lebaran pertama tanpa saudaranya. Juga lebaran pertama saya tanpa kung dan disaat pandemi.

Dalam 1 tahun ini, banyak refelksi yang didapat. Mengingatkan akan kematian. Terkadang berfikir, apa ya kung / papa sadar ya kalau sudah meninggal, karena saat masuk ruang operasi masih bilang kalau nnt akan balik kekamar lagi. Saat sebelum sakaratul maut juga masih yakin akan sembuh. Berfikir apa kung sadar ya kalau sudah meninggal. Saat masih koma, masih bisa genggam tangan dan menggerakan tangannya. Saat sakaratul maut juga masih melihat gerakan mulutnya. Rasanya 1 tahun itu cepat berlalu.

Refleksi di 1 tahun meninggalnya kung / papa :
1. Kematian itu pasti dan kita harus mempersiapkannya. Langsung ikutan fitrah based education dan fitrah based life nya ustadz Hari Santosa biar memaksimalkan potensi diri demi ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah kelak. Juga mengikuti kajian lebih rutin dan beribadah lebih rajin.Mencari ilmu agar maksimal digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.
2. Pentingnya menjaga kesehatan. Kung tidak pernah rutin memeriksakan kesehatan. Hanya 2 tahun terahir saat stroke pertama. Itu juga tidak semuanya dan masih bekerja juga tidak mau berubah gaya hidup sehatnya. Sekarang sudah mulai mengurangi konsumsi gula, minyak dan olahraga rutin. Tes darah lengkap rutin juga wajib di setiap tahunnya. 
3. Pencatatan Hutang, Piutang dan Harta. Ini juga ahirnya membuat list bulanan agar mudah nantinya saat pembagian warisan dan memudahkan yang ditinggalkan untuk mengurus harta. Sedekah yang banyak krn sisa harta 1/3 saja yang bisa disedekahkan. 
4. Anak yang sholeh/sholehah. Pentingnya mendidik anak yang sholeh/ sholehah dekat dengan agama , sehingga pada saat mendekati kematian dan setelah ditinggal orang tua, bisa meneruskan kebaikan orang tua juga menemani orang tua disaat detik terahirnya tanpa bingung harus bagaimana. 
5. Waktu dengan keluarga. Manfaatkan waktu dengan keluarga. Interaksi dengan anak secara maksimal, punya batasan kapan harus bekerja, kapan harus bermain dengan anak, beribadah dan kapan harus berhenti untuk mengistirahatkan badan.
6. Menulis wasiat. Nah ini saya juga ahirnya menulis wasiat dan diperbarui tiap bulan. Jaga2 saja dan mudah2an berumur panjang. Ini agar bisa menuliskan untuk yang ditinggalkan kata2 terahir, jadi saat sakaratul maut tidak berfikir mau menulis apa2 lagi dan berfokus ke kematian itu sendiri dengan mengingat Allah.
7. Orang terdekat akan ada saat kita sedang terpuruk. Menyadari pentingnya keluarga, sahabat dan akan terlihat siapa yang memang dekat dengan kita, selalu ada bersama dan siapa yang hanya ada saat butuh saja. 
8. Menjadi tangguh dengan tanggung jawab baru. Meninggalnya papa/kung membuat berfikir, sebagai manusia harus siap dengan tanggung jawab baru dan bisa cepat beradaptasi. Harus punya lingkungan yang mendukung dan harus tahu siapa saja yang bisa diandalkan. Termasuk pada ahli ( psikolog, ustadzah ) dan keluarga dekat. Inilah gunanya ber komunitas dan bersilaturahmi keluarga. 
9. Mau berubah. Ini yang penting. Saat salah, mau berintrospeksi dengan berkonsultasi ke ahlinya kalau memang banyak ahli yang bilang kita salah maka kita harus mau berubah, mau berubah dan mengetahui cara bagaimana berubah, bagaimana berlajar dengan adanya sumber daya dan dukungan dari ahli ( psikolog dan ustadzah ) juga keluarga dan komunitas di lingkungan yang mendukung perubahan.Cari linkungan yang bikin semangat dalam hijrah dan perubahan menjadi lebih baik, tinggalkan komunitas yang membawa dampak buruk pada kehidupan karena hidup itu sementara dan harus digunakan secara maksimal.

Sekarang, sudah harus siap dengan tanggung jawab baru. Tanggung jawab mengurus peninggalan almarhum papa baik harta, hutang dan piutang. Refleksi juga tanggung jawab sebagai seorang hamba Allah,  anak, istri dan ibu agar maksimal dan tidak ada penyesalan saat kematian datang. Kangen itu pasti, tetapi saat kangen jangan lupa berdoa atas nama Almarhum semoga husnul khotimah dan diberikan nikmat kubur. 

Hanya foto dan kenangan dalam hati juga pikiran yang akan selalu ada. Hanya cerita teman2 dan keluarga sebagai pengingat jasa juga kebaikan almarhum selama hidup. Semoga bisa meneladani kebaikan Almarhum kung/papa selama masih hidup. Semangatnya berjuang untuk orang lain dan Sedekahnya yang luarbiasa semoga bisa mengantarkan beliau ke tempat terindah disisiNya. Menjadikan saya lebih semangat beribadah dan bermanfaat bagi orang lain juga menjadi anak yang sholehah demi menolong almarhum kung/papa juga disana. Terkadang saya berfikir kl almarhum kung/papa ada dan bisa lihat saya disini, beliau akan duduk disamping saya dan memukul lembut kepala saya dan akan bilang bagus..bagus seperti khas almarhum/kung saat berinteraksi dengan saya. 

Kung/Papa....My Hero..My First love....See You Later in Heaven....



Mudik Saat Pandemi

Kali ini saya memberanikan diri mudik Idul Adha ke rumah Mertua di Magelang. Mudik dari zona merah ke zona kuning. Perencanaan harus matang dan dipikirkan resikonya untuk keluarga di Magelang. Setelah berdisuksi keluarga, ahirnya diputuskan mudik dengan aturan : 
1. Rapid test keluarga dengan hasil non reaktif. Rapid test 2x untuk saya karena yang paling sering ketemu orang dan masih aktif bekerja. 2x rapid test hasil non reatif dalam 2 minggu. Rapid test kedua dilakukan di 1 hari sebelum berangkat. Pakai rapid test serologi di lab dan RS. 
2. Ijin ke RT/RW di Magelang. Aman baru berangkat
3. Pakai kendaraan pribadi dan tidak mampir2. Dari rumah langsung ke rumah mertua.
4. Kondisi sehat semua tidak ada gejala baik yang berangkat dari Surabaya dan yang akan didatangi dari Magelang. 
5. Tetap protokol kesehatan kalau sampai sana ( masker, jaga jarak, cuci tangan setelah pegang barang diluar rumah ).
6. Mandi bersih dan semprot desinfektan barang2 juga mobil sesampainya di rumah Mertua.
7. Menghindari kerumunan, tidak datang ketempat banyak orang. Kalau terpaksa, tidak dalam waktu yang lama dan tetap pakai masker. 
8. Tetap beli barang via online walau di Magelang. Menghindari bertemu banyak orang.
9. Rapid test lagi sebelum balik ke Surabaya. Rapid test serologi di Magelang.

Walau zona kuning, tetap hati2. Tidak lengah dalam protokol terutama saat berinteraksi dengan orang dan saat memegang barang2 diluar rumah. Diusahakan tetap dirumah dan saat keluar rumah tidak terlalu lama berinteraksi dengan orang. Tetap berjemur dan minum vitamin. Jajan kuliner diusahakan tidak terlalu banyak dan sering.

#mudikpandemi
#mudikiduladha
#tipsmudikcovid
#mudikcovid


Bismillah aman, lancar.



Rapid Test Saat Pandemi

Disaat pandemi, Rapid Test merupakan suatu kebutuhan untuk saya karena saya masih bekerja dan masih bertemu dengan beberapa orang walau untuk ke pasar dan beli perlengkapan rumah tangga sudah via online. Beli perlengkapan rumah tangga di teman yang buka toko atau kalau stok habis via aplikasi happyfresh, juga beli sayur di teman dan buah di aplikasi tanihub. 

Rapid test yang saya lakukan ada rapid test antibodi yang ambil darah di tangan dan rapid test serologi yang ambi darah di lengan. Rapid test serologi diklaim lebih akurat karena berbasis labolatorim dan pengukuran menggunakan mesin. 

Selama pandemi 4x rapid test :
1. Rapid test drive thru via Halodoc
Rapid test ini ambil darah di jari dan ditaruh di alatnya. 15 menit keluar hasilnya. Harganya 295rb dan datang saat waktu ditentukan. Yang harus diingat, aplikasi harus update krn yang pertama saya gbsa krn aplikasinya nggak update. Hasilnya langsung dilihat di aplikasi halodoc.


Rapid test ini saya ulangi 2x biar yakin. Rapid test kedua hasilnya juga non reaktif. Saya rapid test ini krn batuk 2 minggu tanpa demam. Sepertinya hanya stress saja. 

2. Rapid test di Husada Utama dan Lab Pramita menggunakan serologi. 
Rapid test ini ambil darahnya di lengan. Agak lama hasilnya ambil darah pagi, hasilnya malam/sore harinya. Diklaim lebih valid daripada rapid test yang dijari krn berbasis lab dan pakai alat mesin. 
Harganya di Husada Utama 150rb tidak detail jadi igG dan igM langsung. 200rb yang detail per hasil igG dan igM.
Harga di lap Pramita 300rb tidak detail igG dan igM. 500rb yang detail igG dan igM. Kalau kita pilih yang tidak detail, nnt nya kalau reaktif akan didetailkan gratis dan hasilnya diambil olhe dinas kesehatan Surabaya. 
Alasan kali ini rapid test serologi karena harganya sama seperti rapid test biasa dan lebih valid. Juga kali ini saya mau mudik, jadi harus rapid test dan tetap 2x rapid test hasil non reaktif baru berangkat mudik. 




Hasilnya berbentuk hasil lab dan ada surat keterangan dibelakangnya. Bisa untuk keterangan berangkat perjalanan keluar kota. 


#rapidtestsurabaya
#rapidtestserologisurabaya
#testcovidsurabaya
#rapidtestpramitasurabaya
#rapidtesthusadautamasurabaya
#pramitasurabaya
#husadautamasurabaya
#halodocrapidtest

Rabu, 29 Juli 2020

Berwisata Saat Pandemi

Tidak bisa dipungkiri, 2 bulan PSBB membuat beberapa orang bosan. Industri pariwisata juga terkena dampaknya. Ahirnya karena alasan ekonomi, industri pariwisata dibuka kembali dengan beberapa batasan protokol kesehatan. Tidak hanya wisata, restoran pun juga tetap buka, bahkan sampai ramai membludak banyak orang.

Saat seperti ini harus jeli2 melihat kondisi. Bagaimana berwisata yang "aman" walau sebenarnya juga belum dibilang aman karena pandemi belum berahir. Tetapi, resikonya bisa dikurangi dan tetap nyaman. Beberapa hal yang saya perhatikan saat memutuskan untuk pergi ketempat wisata saat pandemi yaitu :
1. Tempat / lokasinya menerapkan protokol kesehatan. Semua masuk wajib pake masker, ada tempat cuci tangan dan menerapkan jaga jarak antrian dan tempat duduk. Walau pada kenyataannya ada yang tidak diterapkan sepenuhnya karena ramainya pengunjung yang datang. Terkadang tidak bisa mengawasi didalam tempat wisata apakah pengunjung berjaga jarak atau memakai masker setiap saat.
2. Lokasinya outdoor dan ventilasinya bagus. Saya memilih lokasi outdoor agar mengurangi resiko aerosol dan tidak perlu membawa air purifier juga.
3. Mencari waktu sepi pengunjung. Nah, karena membawa anak anak, harus diketahui juga kalau anak saya ini kalau sudah senang, lupa sama jaga jarak, lupa sama hand sanitiser dan ahirnya harus diawasi terus. Carilah waktu dimana tidak banyak orang jadi aman. Biasanya memang di hari kerja dan jamnya juga siang mendekati tutup sehingga tidak terlalu banyak orang.
4. Tempat wisata yang boleh membawa makanan dari luar. Ini penting agar anak2 tidak jajan disana karena masalah resiko keamanan tadi dan saya tidak perlu semprot sana semprot sini makanan dan packing makanan yang dibeli sebelum dimakan.
5. Tempat wisata yang memungkinkan membayar non cash. Bisa debit atau pakai akun ovo, gopay dan pembayaran online lainnya.
6. Tempat wisata tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga bisa pulang pergi tanpa harus menginap. Karena masih belum siap dengan resiko menginap.
7. Minim oleh oleh atau jajanan. Ini juga membawa resiko kalau tidak langsung dilap ditempat dan disemprot desinfektan. Kalau memang mau membawa pulang oleh oleh, harus bawa box dan ditaruh di box dimobil dan tidak disentuh sampai rumah sebelum disemprot desinfektan.

Setelah memutuskan tempat wisata dan waktunya, perlengkapan yang dibawa saat menuju tempat wisata  :
1. Masker. Kalau tidak banyak orang dan semua pegawainya melakukan protokol, cukup dengan masker kain 3 lapis dengan filter PM 2,5 atau masker medis. Kalau agak ramai orang,  tambahkan face shield. Berlaku juga untuk anak2. Membawa pula cadangan masker kalau kotor atau basah.
2. Face shield. Membawa face shield untuk situasi yang ramai dan pada saat antri.
3. Makan dan minum juga perlengkapan makan dan minum.
4. Hand sanitiser spray. Spray ini untuk menyemprot keran air, meja untuk makan, kursi untuk duduk, pagar atau permukaan apapun sebelum disentuh. Setelah itu, untuk membersihkan tangan setelah memegang permukaan dan sebelum menyentuh muka. Saya lebih suka bawa hand sanitiser spray dibandingkan desinfektan karena terkadang bau desinfektan itu menyengat dan bikin pusing.
5. Perlengkapan sholat.
6. Tissue basah. Tissue basah ini untuk mengelap permukaan setelah disemprot hand sanitiser. Saat  beli camilan juga untuk mengelap camilan setelah disemprot hand sanitiser.
7. Jaket. Untuk lebih mengurangi resiko, membawa jaket sebagai tambahan alat pelindung diri saat diluar dan dilepas sebelum masuk ke mobil.
8. Baju ganti dan sepatu sandal ganti. Saat basah dan kotor, membawa ganti agar bersih sebelum masuk mobil.

Setelah sampai rumah sepulang dari berwisata, yang dilakukan adalah :
1. Mandi, keramas, cuci muka dengan bersih.
2. Baju langsung dicuci dimesin cuci termasuk masker.
3. Semprot semua barang yang dibawa termasuk oleh oleh termasuk sepatu.
4. Semprot dalam mobil dan gagang pintu mobil dengan desinfektan.
5. Angin anginkan face shield dan semua barang2 sebelum dibawa masuk.

Juni - Juli saya berkunjung ke :
1. Taman kelinci padusan.
2. Taman safari prigen
3. Mangrove wonorejo surabaya
4. Kebun pak budi purwosari



Sangat ribet kalau saya dan itu juga saya lakukan ihtiyar , walaupun memang lebih aman dirumah. Tetapi keluar juga bisa dengan resiko minim. Bismillah dijauhkan dari pandemi covid.

#wisatapandemi
#wisatasaatpandemi
#wisatanewnormal
#wisataprotokolkesehatan


Perlengkapan Bekerja saat Pandemi Menghindari Paparan Aerosol Covid Dikantor

Setelah mengetahui dari WHO bahwa pandemi covid ini menular melalui aerosol, langsung ada penyesuaian dikantor. Penyesuaian ruang agar tidak banyak orang dan rapat yang terbatas. Membuat jadwal juga kedatangan karyawan agar tidak bersamaan.

Selain itu, mengetahui memang kantor dibuka karena kondisi eknonomi dan perusahaan memang akan mudah menemukan karyawan baru saat ada karyawannnya yang sakit ataupun meninggal, maka sebagai karyawan saya wajib menjaga diri saya selama dikantor agar bisa tetap bertahan.

Perlengkapan yang saya bawa selama dikantor :
1. Hand sanitiser Spray. Mengapa yang spray? Karena bisa buat semprot gagang pintu., mesin absensi, meja, kursi dan lainnya sebelum dipegang.
2. Tissue basah. Buat mengelap meja sebelum digunakan.
3. Tissue kering. Mengelap tangan setelah mencuci tangan.
4. Alat makan dan minum
5. Alat sholat
6. Nah ini yang paling penting, AIR PURIFIER. Penjernih ruangan dengan filter hepa. Walau penelitian masih meragukan kemampuan filter HEPA dalam membunuh virus covid krn virus tsb sangat kecil, tapi direkomendasikan penggunaannya di ruang tertutup.

Air purifier yang saya gunakan portable dan dayanya dari usb. Cukup untuk 1 - 6m2 ruangan dan suaranya tidak berisik. Fiternya juga carbon dan hepa. Cocok untuk dibawa rapat dan diruangan tertutup AC.


Saya beli air purifier portable ini merk bowin karena selain kecil, mudah dibawa, mudah digunakan, suaranya tidak berisik juga filternya bisa diganti.

Selain itu dihindari membuka masker saat banyak orang. Menghindari juga makan bersama atau pada saat makan, tidak ada yang berbicara juga tetap menjaga jarak aman. Saya kalau makan diruang terbuka dan sendirian atau diruang tertutup, tetapi sendirian . Masker yang saya pakai masker kain dengan filter atau masker kain bisas + masker medis dan ditambah dengan face shield juga kacamata saat kekantor. Saya kalau dikantor kemana2 membawa hand sanitiser untuk membuka pintu, membersihkan handle keran air sebelum dipakai, kemudian membersihkan tangan setelahnya. Ribet memang, tapi demi tetap bertahan di masa pandemi ini.

Bismillah. Mencari uang selama pandemi dengan aman.


#reviewairpurifier
#airpurifierhepa
#airpurifierbowinhepa
#bekerjapandemi
#tipsamanbekerja
#tipsbekerjapandemi
#mengindariaerosolcovid

Perlengkapan Protokol Kesehatan Selama Pandemi

Selama pandemi covid sudah hampir 5 bulan ini, perlengkapan protokol kesehatan terutama masker, face shield dan kacamata medis perlu pencarian yang lama sehingga sesuai dengan kebutuhan saat ini dan proteksinya maksimal.

Sesuai saran WHO, masker proteksi maksimal untuk masker kain yaitu yang 3 lapis. Kalau face shield harus digabung dengan masker.

MASKER

Saya sudah mencoba berbagai masker. Masker scuba, masker kain katun 2 lapis, katun 3 lapis, masker kain dengan filter dan lainnya. Bahkan ditotal ada 30 pcs masker karena seringnya mencoba masker ini dan itu. Setelah pencarian masker, inilah masker kain yang cocok di saya selain masker N95 dan masker medis.

Masker ini saya beli di salah satu toko di shopee. Masker ini masker ini saya pilih karena :
1. Masker kain 3 lapis
2. Ujungnya ada kawatnya di hidung jadi pas ukurannya
3. Duckbill jadi nyaman bernafas
4. Tali earloop nyaman dan bisa disesuaikan ukurannya
5. Menutup dagu dan pipi dengan baik
6. Ada tempat untuk diisi filter ( Filternya pakai filter PM 2.5 atau pakai tissue dapur yang tissue menyerap minyak )

Ada juga untuk ukuran anaknya. Harganya 20rb an, agak mahal dibandingkan masker kain biasa, tetapi ini masker kain yang cocok di saya setelah pencarian sekian lama.



FACE SHIELD

Pelindung muka ini untuk melindungi paparan ke muka. Sudah beli hampir 5 jenis face shield. Face shield ini direkomendasikan dipakai dengan masker dan tidak bisa menggantikan fungsi masker.

Ini face shield yang cocok disaya. Belinya ada di online dan ada yang beli di teman kantor saya. 3 face shield ini facvorit karena :
1. Menutup sempurna bagian atas, samping kiri kanan sampai bawah dagu
2. Ada tali belakang dan bisa disesuaikan jadi tidak sakit dikepala.
3. Ringan bahannya. Terutama yang kiri bahannya plastik jadi tidak sakit. Yang lainnya bahannya agak berat, seperti kaca helm cuma lumayan tidak bikin sakit dikepala.

Bisa buka dan tutup tidak terlalu jadi pertimbangan penting. Harga face shield ini dari 20 - 50ribuan.


KACAMATA MEDIS

Kacamata medis ini penting digunakan di saat tertentu seperti saat kontak dekat dengan orang dan saat dilingkungan yang dianggap rawan tertular covid.

Saya beli kacamata ini di online shop. 2 kacamata ini favorit karena :
1. Bentuknya tidak terlalu besar jadi masih sedikit ada fashionnya.
2. Menutup samping kanan dan kiri mata, atas hidung dan atas mata. Terutama yang putih bisa menutup atas mata dengan sempurna.

Harga kacamata ini 10 - 20ribu.



Nah, tidak setiap saat saya memakai 3 perlengkapan ini bersamaan. Ada kalanya hanya memakai masker saja, ada kalanya ketiganya saya pakai.

Inilah beberapa kondisi dengan perlengkapan yang dipakai :
1. Ruang terbuka bukan di RS dan Tidak banyak orang = Masker medis hijau atau masker kain diatas dengan filter.
2.  Ruang terbuka dan banyak orang bukan di RS = Masker medis hijau atau masker kain diatas dengan filter + Face shield
3. Di rumah sakit, praktek dokter baik sepi atau rame diruang terbuka atau tertutup = Masker N95/Medis hijau / Masker kain dg filter ( Kadang malah digabung, medis + kain dg filter ) + face shield + Kacamata medis
4. Di ruang tertutup selain di RS baik banyak orang atau tidak = Masker N95/Masker Medis/Masker kain dengan filter ( kadang gabung masker kain diatas dg filter + Masker medis ) + face shield + kacamata biasa / Medis kalau di satu ruangan ada yang tidak pakai masker dan banyak orang atau maskernya tidak sempurna.

Bismillah. Ihtiyar maksimal dilakukan. Semoga tetap sehat dan terhindari dari wabah. Juga semoga corona segera berlalu.


#perlengkapanprotokolkesehatan
#reviewfaceshield
#reviewmasker
#reviewkacamatamedis
#pelindungcovid
#faceshieldterbaik
#maskerterbaik
#kacamatamedisterbaik

Pembelajaran Daring ( Strategi pembelajaran dan Outputnya )

Sudah hampir 5 bulan pembelajaran daring. Untuk semester kedua bulan April - Juni mungkin masih awal awal belajar dan penyesuaian. Masih belum ada titik jenuhnya. Setelah memasuki tahun ajaran baru, mulai sudah ada titik jenuh baik anak dan orang tua. Saya sendiri merasakan titik jenuh itu. Tetapi, saya dan suami berfikir, ini adalah saat yang pas untuk meningkatkan kemampuan si kakak yang tidak terlalu lama disekolah dengan membuat kurikulum sendiri dirumah.

Selama daring ini, saya dan suami tidak meminta target yang terlalu besar dan banyak ke anak saya. target saya, anak saya bisa mengembangkan bakatnya dan bisa berkarya dengan bakat yang dimilikinya. Kegiatan dan target yang saya dan suami atur untuk anak saya :

Religius / Agama :
1. Sholat 5 waktu
2. Hafalan 1 minggu 5 ayat
3. Tillawati 2 hari 1 halaman

Pelajaran / Bernalar :
1. Mengerjakan PR yang diberikan sekolah
2. Mengerjakan soal matematika yang merupakan satu satunya mata pelajaran yang disukai walau tidak bagus juga, yang penting ada 1 pelajaran favorit dan berharap akan bagus dengan ini. 
3. Membaca buku tentang pengetahuan umum
4. Melakukan eksperimen sains

Life Skill :
1. Bertanggung jawab membawa minuman sebelum tidur
2. Mengisi minuman kosong setiap harinya
3. Membereskan mainannya
4. Mempersiapkan seragam dan buku sekolah

Passion / Bakat :
1. Les bahasa inggris karena si kakak suka dengan pelajaran ini
2. Membuat desain karya dari Lego 1 minggu 1 karya

Tidak perlu sempurna, yang penting rutin setiap harinya. Berharap si kakak masih bisa belajar dengan gembira dan bakatnya juga mulai terlihat. 

#pembelajarandaring
#targetdaring
#strategidaring
#pembelajaranonline
#targetpembelajaranonline
#daringsdkelas2

Selasa, 07 Juli 2020

Tahap kupu kupu minggu ke 7

Ahirnya minggu ke 7.Tidak terasa sudah 7 minggu mementori dan belajar. Minggu ini banyak mementori.Teman mentee semangatnya luar biasa.kadang saya jadi malu sendiri karena kurang maksimal menjadi mentor. Mereka semangat sekali melakukan tantangan 1 minggu 1 portfolio dan peningkatan kemampuan menulisnya luar biasa.



Minggu ini saya merasa program mentor kali ini berwarna sekali.saling mengisi dan saling menyemangati. Booster semangat sekali disaat saya memang merasa down dengan kondisi pandemi saat ini.



Kamipun saling berbagi dan memberikan feedback yang membuat saya meleleh dan bahagia sekali.Terima kasih buat mentee mbak2 yang mau belajar dengan saya.


Minggu, 05 Juli 2020

Refleksi Seorang Ibu dan Anak

Sebagai seorang ibu baru, saya belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk anak - anak saya. Beberapa teori parenting juga saya ikuti. Beberapa seminar dan buku parenting juga saya baca. Intinya saya ingin Allah melihat cara saya mendidik dan cara saya mencari ilmu dalam mendidik anak dan mencari referensi terbaik dalam mendidik titipannya. Walau saya tahu, cobaan itu akan datang walau sebaik apa kita mencari ilmu.Tapi semoga ini merupakan ladang pahala dan selama kita ihtiyar maksimal semoga dilancarkan dan diridhoi. Sebagai seorang ibu memang susah untuk menerapkan semua jenis parenting yang ada. Mulai komunikasi, pemahaman anak, cara belajar dan lainnya. Emosi dan Kelelahan kadang membuat kita abai dan tidak melakukan semua itu. Tetapi, saat kita sadar akan salah, kita mau memperbaiki diri baik dengan cara memperbaiki komunikasi atau dengan bantuan pihak ketiga untuk menengahi masalah sehingga semua akan kembali normal. Langkah awal introspeksi dan memperbaiki diri ini juga ada rujukan bertanya ini penting bagi saya sebagai seorang ibu. Selain Me Time untuk agar meningkatkan kewarasan akan banyaknya aktifitas dan tanggung jawab sebagai ibu dan istri. Juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan beribadah dan beramal sholeh. Mengakui kesalahan + Mencari solusi + Mendekatkan diri pada Allah + Me Time itu adalah kunci dari keberhasilan mendidik anak. Tidak semua teori bisa dilakukan dan tidak semua ibu sempurna, tetapi yang penting bagi kita sudah melakukan yang terbaik.Melakukan yang terbaik itu dari sisi orang yang ahli ( psikolog, ustadz/ustadzah pemuka agama ) bukan dari individu pribadi. Ada yang salah, perbaiki, tingkatkan.

Sebagai seorang anak, saya hanyalah anak yang minta disayangi. Diajak bicara dan dihargai. Bukan hanya diberi makan, diberi pakaian, disekolahkan juga diberi segudang fasilitas dan segudang aturan rutinitas. Untuk sesuatu yang berhubungan dengan psikologis dan emosi kejiwaan, diharapkan untuk mencari sendiri karena fasilitas sudah ada. Walau ada dengan aturan dan rutinitas yang membuat batasan dari sisi sosial sehingga tidak salah dalam mencari teman dan lingkungan, tetapi kekosongan jiwa, kemandirian dan kedewasaan itu tidak terbentuk dengan sempurna. Ini yang terkadang saya sebagai seorang anak terjebak dalam inner child saya yang membuat saya kurang bijak dalam menyikapi anak2 saya juga mudah emosi. Inner child inilah masalah saya. Saya harus dapat memaafkan kesalahan pengasuhan orang tua dimasa lalu. Saya sadar, saya sendiri mungkin saat menjadi ortu nanti juga tidak sempurna. Tetapi paling tidak saya akan menyadari kesalahan dan memeperbaikinya. Memang harus berfikir maju kedepan. Berfikir soal anak dan keluarga mau dibawa kemana ini keluarga karena nenek dan kakek tidak akan membantu untuk mengawasi dan bertanggung jawab terhadap cucu cucunya.

Pengalaman menjadi seorang anak, kemudian sekarang menjadi seorang ibu juga seorang istri yang memiliki banyak tanggung jawab baru, membuat semakin dewasa dan bijak menyikapi hidup. Membaca kisah nabi, istri nabi, sahabat nabi dan orang lain membuat kita mengetahui dan menjalankan hidup lebih bermakna karena hidup itu sementara. Lelah memang tetapi harus dijalani. Tanya pada diri sendiri mau apa kamu agar kamu lebih baik. Mau apa kamu agar kamu bisa berfikir baik. Mau apa kamu agar kamu bisa menjalankan tugas dengan baik.

Semoga menjadi refleksi diri saya. Saya ini manusia biasa yang punya keterbatasan dan kesalahan. tetapi selama masih bisa bangkit dan mencoba, semuanya InsyaAllah diridhoi.


Refleksi Pandemi Corona - Covid19

Sudah hampir 4 bulan ini pandemi covid-19 masih ada. Jumlah kasus masih meningkat dan puncaknya saja juga belum diprediksi. Covid-19 merupakan pandemi pertama yang dihadapi dalam hidup saya dan mungkin oleh banyak orang lainnya setelah flu singapore dan ebola yang saat itu saya masih belum lahir. Karena masih pertama dan belum ada pengalaman, maka yang pasti kalau tidak penting juga sakit harus dirumah. Saya tinggal di Surabaya dimana di bulan ke 4 ini kasusnya banyak walau progress sembuhnya juga banyak. yang pasti, teman saya yang tenaga medis di rs bilang kl rs penuh sehingga beberapa pasien harus masuk waiting list.

Himbauan Pemerintah tentang Pencegahan Pandemi Covid-19 :
1. Pakai masker. WHO menghimbau masker 3 lapis, tapi pemerintah hanya bilang masker saja sehingga banyak yg memakai masker hanya 2 lapis. Sehingga kurang maksimal.
2. Jaga jarak. Himbauan pemerintah jaga jaran 1 meter. Dari Who 2 meter. Terkadang tidak semua jg paham dan punya sense 1 atau  2 meter ini.
3. Cuci tangan pakai sabun / Handsanitiser. Di awal2 pada heboh borong hand sanitiser, ternyata sabun saja apapun bisa membunuh virus ini tapi harus dicuci 20 detik dan semuanya rata.
4. Tidak boleh berkerumun dan mengadakan aktifitas yg mengumpulkan banyak orang.
5. Cara batuk yang benar. Harus ditutup di lengan atau tangan dan cuci tangan setelahnya. Terkadang saya pernah menemui orang kalau batuk maskernya dibuka dan setelah batuk ditutup kembali.

Kondisi sosial masyarakat :
Masyarakat surabaya pada khususnya di bulan ini mulai jenuh dirumah saja. Pemerintah pun dari bu risma walikota membuka PSBB dengan alasan ekonomi walau kondisi di RS masih full dan kasus baru juga masih bertambah. Masyarakat DIHIMBAU beraktifitas dengan menerapkan protokol kesehatan tetapi tidak ada yang namanya NEW Normal, adanya ya hanya NORMAL saja. Hanya sedikit orang yang benar benar menetapkan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru dengan baik. Hanya ada himbauan tanpa sangsi tegas sehingga dengan kondisi sosial masyarakat yang kurang disiplin, saat2 tertentu saja mereka melakukannya. Padahal di portal media baik sosial media atau radio di Surabaya selalu menghinbau.
- Pakai Masker. Tidak semua orang khususnya di Surabaya yang paham kalau masker bisa melindungi dan jenis masker apa saja yang bisa melindungi. Terakdang masker hanya dipakai di  leher dan renggang memakainya karena berbagai alasan. Selain itu juga dianggap aneh krn memakai masker di lingkungan sekitarnya. DIanggap sakit dan pembawa virus sehingga pemakaian masker tidak maksimal.
- Jaga jarak. Kebanyakan secara sosial, masyarakat memang suka berinteraksi dengan sesamanya. suka bercerita dan nongkrong di cafe atau warkop. Jaga jarak ini hanya subyektif saja 1 - 2 meter terkadang juga secara objektif 1 meter tidak diukur pasti jadi hanya perkiraan saja. Sehingga saat PSBB dibuka, beberapa orang masih duduk bersama tanpa jaga jarak.
- Cuci tangan. Ini juga di beberapa tempat diletakkan tempat cuci tangan, tetapi tidak ada sabunnya dan hanya air saja. Beberapa orang juga belum terbisas melakukan kebiasaan ini. belum lagi sabun yang mana dulu itu ada yg bertanya krn sabun cair juga mahal. Padahal dengan sabun colek, sabun apapun bisa sabun batang pun juga.
- Berkerumun. Untuk jaga jarak secara perkiraan saja masih susah apalagi berkerumun. Kerja bakti, rapat, pertemuan bersama juga masih banyak dilakukan.
- Etika Batuk. Beberapa masyarakat sudah sadar kalau batuk harus didalam masker, dilengan atau ditutup pakai tangan setelah itu cuci tangan. Tetapi beberapa juga masih abai dan masih batuk seperti biasa.
Masyarakat patuh protokol saat ditempat2 tertentu. Seperti Mall yg mengharuskan pakai masker, security sering berjalan untuk mengecek. Di jalanan umum yang saat naik kendaraan harus pakai masker. Di kantor juga mereka terpaksa harus ikut aturan pakai masker dan protokol kesehatan.
Ditambah lagi dengan adanya teori2 konspirasi dimana sehingga melemahkan penerapan protokol kesehatan. Juga secara sosial, masyarakat surabaya memang senang berkumpul dan berinteraksi dengan sesama sehingga agak susah untuk menerapkan protokol kesehatan yang benar. Ditambah pemerintah yang seakan2 bilang bahwa kesembuhan tinggi sehingga banyak yang mengabaikan.
Selain itu juga STIGMA masyarakat soal orang yang terjangkit covid ini seakan2 aib dan seakan2 pembawa virus yang membuat beberapa orang enggan untuk berobat walaupun secara tracing tracking pernah dekat dan berinteraksi dengan yang terkonfirmasi positif.
Pandemi ini juga membawa agama. Ada himbauan tidak kemasjid, itu jg dilanggar. Ahirnya masyarakat dipersilahkan untuk beraktifitas normal.
Masyarakat yang PATUH protokol. Hanya dirumah saja kalau tidak penting tidak keluar, pakai masker yang sesuai dan jaga jarak juga bawa hand sanitiser kemana2 malah dianggap aneh. Dianggap sakit dan lebay.

Kondisi Medis :
Dari web covid-19 Indonesia, web kemenkes, portal sosial media pemerintah juga informasi dari beberapa teman yang langsung menangani kasus juga bekerja di RS.
1. Tidak semua orang yang meninggal selalu ada penyakit bawaan. Beberapa tidak ada penyakit bawaan.
2. Ventilator penuh. Ada teman yang meninggal krn tidak kebagian ventilator.
3. Tenaga medis ( dokter dan perawat ) banyak yang terpapar dan ada beberapa yang meninggal dunia. Petugas lab dan radiologi juga ada yang terpapar dan ada yang meningga.
4. RS kekurangan APD sehingga APD dipakai sampai shift selesai terkadang sampai 8 jam .
5. Hasil swab lama karena antri di lap sedangkan alat dan petugas lab terbatas.
6. Mayoritas pasien terkonfimasi positif bisa sembuh dan OTG. Tetapi ada yang berat dan memerlukan perawatan sedangkan RS terbatas.
7. Beberapa masyarakat ada yang dirujuk ke RS luar kota seperti madiun karena keterbatasan ruang di rumah sakit.
Kondisi kondisi ini yang pemerintah harusnya turun tangan. Masyarakat juga jangan hanya minta haknya dirawat tetapi kewajiban protokol kesehatan dan menjaga masing2 juga diabaikan. Tenaga medis juga terkadang mendapatkan stigma yang buruk di masyarakat ditambah fitnah insentif, bonus dan lainnya yang dijanjikan dan sampai hari ini belum menerima. Masyarakat yang tidak mendukung malah menganggap semua itu wajar juga semakin memberatkan tugas tenaga medis. Tenaga medis berjuang dan dengan gigihnya merawat pasien dengan kondisi terbatas.


Dari kondisi sosial masyarakat dan medis diatas selama 4 bulan ini, rasanya kalau tetap menerapkan protokol kesehatan akan dianggap aneh. Dianggap lebay dan tidak sesuai dengan kenyataan. Krn yang digadang2kan adalah tingkat kesembuhan yang tinggi, kalau sakit ke rs saja pasti dirawat. Padahal tidak ada yang bisa memastikan apakah kalau kita terpapar akan OTG dan gejala rendah sedang atau malah gejalanya berat. Yang tidak ikut acara sosial masyarakat juga dianggap tidak bisa bekerjasama.


Di bulan ke 4 ini rasanya yang benar2 menerapkan protokol seperti berjuang sendiri. Rasanya seperti dihianati, disakiti dan ingin rasanya sudah nggak usah protokol. Mungkin bagi yang tingkat kepasarahannya tinggi, akan lepas protokol itu dan bersiap kalau memang sudah waktunya ya sudah. Tapi bagi yang lain ya serasa orang aneh yang beda sendiri. Disini kegalauan terjadi, pemerintah kurang tegas, masyarakat kurang disiplin, ahirnya pilihan itu tergantung dari masing masing individu. Terkadang dalam hati berkata, IKHTIYARlah maksimal, walau aneh tapi tetap akan dihitung pahala. Tetapi, terkadang godaan diluar soal perkataan orang itu masih berat rasanya walau saya tahu kalau kita sakit dan susah mencari RS, orang lain tidak akan peduli. Hanya bisa memberikan ucapan. Ingin rasanya dilingkungan yang semuanya menerapkan protokol kesehatan dengan sempurna, tetapi keinginan memang tidak seindah kenyataan. Sekuat apa kita bertahan kalau badai terus menerpa juga akan jatuh juga. Ini saya ya sebagai pribadi yang merasa seperti ini, apa ada yang seperti ini atau malah saya dianggap aneh ini. Entahlah, yang pasti Allah punya perhitungan sendiri ditengah kegalauan saya ini. Pingin pindah tapi kemana dan bagaimana dengan pekerjaan. Tetap disini tetapi ya kondisi begini. Tidak setiap hari memang mengalami dilema begini, tetapi ada kalanya kita lelah karena semua ini dan harus tetap bertahan tetapi mencari semangat untuk bangkit lagi.

Di 4 bulan ini saya banyak melakukan sesuatu yang dirumah saja
1. Membaca buku. Banyak tumpukan buku yang ahirnya terbaca dan ternyata banyak manfaatnya bagi jiwa perkembangan psikologis saya.
2. Mengikuti seminar online. Seminar parenting dan pendidikan paling banyak diikuti karena memang awal pembelajaran online yang semua harus belajar termasuk orang tuanya.
3. Menghias rumah dan berkebun. Karena dirumah, ahirnya banyak melakukan sesuatu untuk rumah. Setiap kamar dihias, setiap ruang kosong dihias juga.

Refleksi saya selama membaca dan mengetahui perkembangan soal corona ini adalah pentingnya riset dan literasi. Kemampuan membaca masyarakat dan saya juga yang rendah. Terkadang hanya membaca judul, mencari sumber dari omongan orang yang ternyata untuk membuat sebuah kesimpulan ilmiah itu tidak cukup. Harus ada data valid penelitian juga diambil dari sumber terpercaya dan yang penting sudah diujikan para ahli. Kalau hanya pendapat semata, itu hanya subyektif dan memilik batasan. Itulah gunanya para ahli dan itulah saya berfikir kalau kita sebagai umat manusia itu menjadi khalifah dimuka bumi. Karena kita memiliki ilmu yang bisa digunakan untuk membantu sesama. Dengan adanya pandemi ini, semua ranah ilmu harus bekerjasama. Mulai dari ekonomi, pendidikan, riset, kesehatan, sosiologi dan lainnya. Disinilah saya merasa apa yg dikatakkan ustadz hari santosa ini ada benarnya. Kita manusia makhluk komunal yang memiliki misi hidup rahmatan lil alamin yang berguna bagi sesamanya dengan ilmu masing masing yang kita miliki.

Saya merasa ilmu yang saya miliki, terkadang malah tidak yakin apa saya bisa dengan ilmu itu atau ilmu itu apa bakat saya ya padahal sudah hampir 40tahun umur saya masih bertanya soal itu. Dan apa benar kl dimanfaatkan, akan ada orang yang membutuhkan. Saat pandemi begini malah keluar refeleksi seperti itu. Tidak hanya anak yang sholeh dan amal jariyah, tetapi ilmu yang bermanfaat ini yang belum dimaksimalkan penggunaannya sebagai tabungan di akhirat.

Kepasarahan, mulai belajar pasrah dan tidak terlalu terikat dengan dunia. Walau ini juga susah dan masih belajar kayaknya mulai dari level 0 ini. Sejak almarhum papa saya meninggal, merasa bahwa dunia itu sementara dan saat meninggal memang kita berjuang sendiri dengan daya upaya kita sendiri. Saya sampai menulis wasiat dan surat untuk kedua anak saya saat mereka dewasa dan saat mereka menikah. Mudah2an saya masih sehat dan masih diberi kesempatan mendampingi anak anak saya sampai mereka dewasa, menikah dan punya anak. Masih diberi kesempatan tertawa sendiri membaca surat untuk anak2 saya. Dari dulu saya memang suka menulis untuk diri saya sendiri. Mau apa nanti kamu 5 tahun, 10 tahun dan saya senyum2 sendiri membaca tulisan itu. Sekarang saya berharap tulisan itu akan jadi refelksi diri saat pandemi ini berahir dan menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup saya ini.

Yap, sisanya berharap semoga pandemi ini segera berahir dan kita hidup normal seperti biasa juga ada peningkatan amal dan kemampuan yang didapat selama pandemi ini sehingga bisa lebih dewasa menyikapi suatu hal dan peristiwa.


#covid19indonesia
#covidindonesia
#pandemicoronaindonesia
#coronaindonesia
#coronadirumahsaja
#refleksicorona
#refleksicovid
 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design