Daftar Kategori Blog

Rabu, 15 Desember 2021

Komitmen Awal Pernikahan . Refleksi 10 Tahun Pernikahan.

10 Tahun pernikahan, 10 Tahun melewati susah senang bersama, 10 tahun menjalani kisah berkeluarga. Salah satu yang membuat kita tangguh, beberapa pasangan juga dalam menghadapi rumah tangga, mudah2an selamanya sampai maut memisahkan, yaitu KOMITMEN AWAL. Iya, komitmen sebelum berumah tangga. Saya dan suami membicarakan banyak hal sebelum memutuskan apa kita lanjut, apa kita memang cocok atau memang tidak. Sepertinya agak heran, membicarakan hal yang tidak pasti, jalanin aja, nanti juga ada jalannya. Iya, terkadang kita saking bahagianya mengatakan begitu, tetapi namanya resiko akan selalu ada, alangkah baiknya kita meminimalkan resiko, bukan karena kita lebih takut resiko dunia dan tidak percaya kekuatan Allah, tetapi ini adalah salah satu ihtiyar, ihtiyar maksimal kita dalam membentuk keluarga. 

Komitmen dan apa saja yang dibicarakan di awal pernikahan sebelum memutuskan ke langkah selanjutnya di kehidupan pernikahan saya dan suami? ini daftar pertanyaan dan diskusi sebelum kami memutuskan untuk melangkah. Setiap pasangan punya daftar masing2 ya, disesuaikan dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi. Yang pasti, dalam diskusi ini wajib jujur dan diskusi dengan kepala dingin demi kebaikan bersama. 

1. Apa ada tanggungan dalam hidup? Misal membayar sekolah saudara, mencukupi kebutuhan orangtua, berapa jumlahnya dan darimana sumber buat mencukupi itu? Jawaban sesuai dengan kebutuhan masing2 ya. Yang pasti adalah komitmen dari jawaban ini dan apakah ada kesepakatan, misal suami tidak mau mencukupi kebutuhan saudara istri, jadi istri cari nafkah sendiri atau semua ditanggung suami dan bagaimana detailnya dibicarakan. Apa jawaban saya dan suami, itu tetap jadi rahasia dan hanya saya dan suami yang mengerti, selama ini tidak ada masalah. 

2. Apakah akan ada perjanjian pisah harta? Harta apa saja yang dimiliki? karena kalau tidak ada pisah harta, saat ada hal2 yang tidak diinginkan seperti perceraian, harta akan dimiliki bersama dan dibagi dua. Semua list harta diberikan dan diputuskan mau dibagi atau tidak. 

3. Siapa yang menjadi guru agama masing2? dan bagaimana saat setelah menikah, akan merujuk kemana saat ada masalah dan belajar agama? ini penting, karena teman saya bermasalah disini. Gurunya masing2, komitmen awal, suami ikut guru istri, tetapi setelah menikah, suami tetap dengan gurunya, ini masalah di komitmen. Walau nampak sederhana, tetapi bisa menjadi masalah. 

4. Bagaimana cara mengasuh anak? siapa rujukan dalam pengasuhan anak? kalau ada psikolog/pemuka agama, siapa yang dijadikan rujukan? ini juga penting untuk menentukan visi misi keluarga dan saat ada masalah dengan anak, rujukan bersama ini penting agar mempercepat penyelesaian masalah. Apakah suami ikut belajar atau suami hanya pengambil keputusan, istri yang belajar dan sharing bersama?

5. Bagaimana dengan urusan bersih2 / domestik rumah? Apakah memakai pembantu, pembantu yang balik hari atau yang menginap dirumah? atau tidak pakai pembantu dan dikerjakan bersama? Saya awalnya pakai pembantu dan saya juga suami full bekerja. Tetapi, ahirnya saya bekerja part time dan kerjaan domestik dikerjakan bersama. 

6. Siapa yang memegang uang? apakah istri atau suami atau ada pembagiannya dan bagaimana pembagiannya? Karena saya memang gbsa pegang uang, jadi suami yang memegang tetapi saya mengetahui transaksi rekening suami. 

7. Bagaimana kalau sudah lama menikah dan belum punya anak? Langkah apa saja yang dilakukan dan apa saja yang harus dilewati dan bagaimana kita bisa melewatinya? Ini panjang, diskusinya bisa detail mulai dari biaya, dokter, rencana A sampai Z. 

8. Apakah ada penyakit bawaan? Apakah itu menurun ke keturunan? Apa perlu checkup rutin agar sama2 mengetahui? Kalau ternyata ada sakit bawaan, apa yang akan dilakukan? ini menyangkut biaya dan kepercaayaan. Kalau kita jujur diawal,insyaAllah tidak akan ada masalah berarti walau ini terkadang bikin rame karena seakan2 kok cinta aja pakai tanya macam2 seperti tidak mau berkorban, tetapi inilah salah satu cara mengurangi resiko saat berumah tangga. 

9. Apakah punya musuh/orang yang tidak suka/ mantan/pacar/istri? dan apa yang sudah dilakukan? apakah masih meneror lagi jika sudah cerai/putus? ini penting juga dan perlu kejujuran. Kalau ada musuh tiba2 meneror tetapi kita tidak tahu, akan panjang urusannya apalagi menikah dengan suami orang. Ini saya tanya ke teman2 suami, tanya ke teman2 saya apakah suami saya ini orangnya memang tidak aneh2. 

10. Bagaimana mencukupi kebutuhan sehari2? apakah perlu asuransi? Investasi? apa saja yang dilakukan  atau pekerjaan apa saja yang dilakukan untuk mencukupi. Apakah istri juga terlibat dalam pemenuhan kebutuhan atau tidak. 

11. Apa yang ingin dicapai dalam 5 - 10 tahun kedepan? Secara individu dan keluarga? ini akan menjadikan visi misi keluarga dan prinsip agar kita tidak meributkan hal2 kecil yang bukan prinsip. 

12. Apakah istri boleh bekerja? Sampai kapan boleh bekerja? Apakah harus menjadi ibu rumah tangga ? Kalau boleh bekerja, bekerja yang bagaimana untuk istri? Ini penting didiskusikan bersama. 

13. Dimana kita akan tinggal? Apakah mengontrak, dirumah sendiri,  tinggal dirumah ortu istri atau di ortu suami? Apakah selamanya atau ada jangka waktunya? 

14. Bagaimana kalau ada masalah dengan keluarga istri atau suami? Bagaimana istri/suami mendukung satu sama lain? dan apakah ada rujukan orang ketiga yang ditunjuk untuk berdiskusi? 

15. Kegiatan apa saja yang boleh dilakukan setelah menikah? Apakah bertemu dengan teman diperbolehkan, kalau iya dengan siapa, bagaimana intensitas bertemu dan cara bertemu yang disepakati bersama juga jam maksimal pulang saat berkumpul dengan teman atau me time diluar rumah. Suami saya minta waktu untuk olahraga seminggu sekali. saya minta waktu untuk berkumpul dengan teman2 wanita saya yang suami kenal. 

16. Kalau melahirkan, apa normal/cesar, di dokter mana, atau kapan harus normal dan kapan harus cesar? ini penting agar tidak terjadi masalah kedepannya. 

17. Ingin punya anak berapa? Bagaimana kalau ditengah2 istri ingin tidak punya anak lagi? Apa yang akan dilakukan? hamil dan melahirkan itu perjuangan, setiap orang punya kemampuan masing2, bagaimana mengatasi masalah ini agar ada jalan keluar, semua dimulai dari komitmen awal pernikahan.

18. Bagaimana saat marah? Apa yang dilakukan saat emosi dan marah? ini penting untuk menghindarkan dari KDRT selain juga harus mengetahui dan cek kepribadian masing2 dari teman dekat dan keluarganya. 

Setelah semua pertanyaan dijawab, semua diskusi dilakukan, panjang ceritanya ini sampai menemukan KOMITMEN AWAL yang disepakati bersama, dengan ribut dan diskusi kecil didalamnya, barulah memutuskan apakah lanjut atau tidak. 

Setelah itu, visi misi keluarga dibentuk. Kita akan jadi keluarga seperti apa. Kalau gen halilintar, akan membuat keluarga sebagai pengusaha yang bertakwa, setiap keluarga bisa punya visi misi keluarga masing - masing sesuai mimpi, bakat dan cita2 bersama yang ingin diwujudkan. Saya dan suami ingin menjadikan keluarga Cendekiawan Muslim, dimana kita fokus ke sains dan agama sebagai tonggaknya. Saat punya anak, kurikulum apa yang diberikan, siapa rujukan bertanya soal anak dan keluarga jika terjadi masalah. 

Apakah itu semua menjamin, semua aman dan tidak ada masalah? Tidak juga, kadang  juga di pertengahan, komitmen itu juga diupdate, ada juga yang dilanggar, tetapi kembali lagi ke rujukan siapa yang dijadikan orang ketiga jika ada masalah, dan yang penting lagi, semua wajib diskusi dengan kepala dingin dan punya cara yang disepakati bersama jika sedang emosi. 

Saya dan suami senyum2 aja kita bahas ini, tetapi inilah salah satu hal yang membuat hubungan menjadi adem walau masalah akan tetap ada. Nantinya, pertanyaan2 akan ada, selama diskusi dilakukan, InsyaAllah semua akan menemukan jawabannya. 

Setiap tips tidak 100% tokcer, tetapi bisa memimalkan masalah, kembali menghadapi kehidupan pernikahan dengan kepala dingin. Ingat  tujuan dan niat dalam membangun hubungan pernikahan. kembali ke komitmen dan tujuan awal bersama. 



#komitmenrumahtangga
#komitmensebelummenikah
#tipsrumahtangga
#tipspernikahan
#tipssebelummenikah
#komitmenmenikah
#rumahtangga


Senin, 29 November 2021

Komunitas Ibu Profesional : Bangga Menjadi Calon Ibu dan Ibu, Bekembang, Berdampak dan Bermanfaat

Di kalangan ibu - ibu milenial muda, komunitas Ibu Profesional sudah sering didengar, Iya komunitas ini didirikan oleh Ibu Septi Peni dan Bapak Dodik di Salatiga. Apa sih ibu profesional itu? Saya ambil sumber dari web resmi ibu profesional di ibuprofesional.com dirikan 22 Desember 2011. 

" Di dalam komunitas Ibu Profesional bukan suatu hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu, mendidik anak dengan sepenuh hati, sangat cekatan dalam mengelola manajemen domestiknya, bisa mandiri secara finansial dan tetap menempatkan anak dan keluarga sebagai prioritas paling atas, serta keberadaannya sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarganya dan masyarakat sekitarnya "

Menurut popmama.com, " Setelah semakin banyaknya anggota yang ingin masuk sampai 3500 anggota dari 11 titik kota di Indonesia, akhirnya pada tahun 2015 mulai mengembangkan komunitasnya di Facebook dan WhatsApp grup demi menjangkau semua kebutuhan banyak anggota.Bahkan hingga tahun 2018 sebelum ikut FCLP, komunitas ini sudah mencapai 25.000 anggota ibu profesional yang tersebar di 57 kota Indonesia dan 10 negara. Lalu setelah Institut Ibu Profesional mengikuti FCLP hingga tahun 2019 ini, jumlah anggota mengalami penambahan 3000 orang lain sehingga totalnya sudah 28.000. Jumlah dari Institut Ibu Profesional ini tidak hanya didominasi oleh ibu rumah tangga saja, melainkan juga merangkul para ibu pekerja"

Penghargaan Ibu Septi dan Ibu Profesional :

  • Kartini Next Generation di bidang Pendidikan tahun 2013 dari Kemenkominfo RI, di bidang perkuliahan online Ibu Profesional.

  • Blogger Sehat  platinum award versi Internet Sehat 2013

  • The 5th Best woman community versi Jawa Pos 2015

  • Penggerak Pendidikan Keluarga 2017, versi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 2017

  • The Most Influence Community 2017 Versi Koran Jawa Pos

  • Komunitas Perempuan yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengikuti study banding ke Ministry of Family Singapore dalam rangka mempersiapkan munculnya Direktorat Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI

  • Pendidikan Terpuji versi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) tahun 2017.

  • Institut Ibu Profesional mendapatkan sebuah penghargaan kategori fellowship dari Facebook. Facebook Community Leadership Program (FCLP) yang berhasil didapatkan seolah membukakan jalan sebagai salah satu komunitas yang menerima pelatihan serta funding dari Facebook dalam mengembangkan komunitasnya. 

Keren banget kan, disini milestone ibu profesional dari 2011 - 2021
2011 Ibu sebagai Agen perubahan
2016 - 2017 Ibu Profesional Sebagai Changemaker Mother
2017 - 2018 Ibu Profesional Sebagai Changemaker Family
2018 - 2019 Ibu Profesional sebagai sinergi kebermanfaatan
2019 - 2020 Ibu profesional sebagai semesta karya
2020 - 2021 Ibu profesional sebagai semesta karya untuk Indonesia

Karya Ibu Profesional :
1. Event2 di Pusat dan Regional. Bisa dicek di Instagram Ibu Profesional
2. 2019 - Konferensi Ibu Profesional di Jogja
3. 2021 - Konferensi Ibu Pembaharu
4. Buku2 yaitu Aku Bangga jadi Ibu Profesional, 33 kisah me time, bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan lainnya. 

Ada komponen apa saja di ibu profesional?

1. Hima ( Institut ) dimana ibu bisa belajar ilmu agar semakin bermanfaat
- Matrikulasi, Program matrikulasi adalah program persiapan untuk para ibu dan calon ibu yang ingin bergabung di komunitas Ibu Profesional.Program ini bertujuan untuk membuka wawasan, menyamakan frekuensi para ibu pembelajar, calon Ibu Profesional. Disampaikan selama 9 kali tatap muka dengan Nice Homework setiap pekan
- Bunda sayang, Program Bunda Sayang adalah program pembelajaran yang  diikuti oleh para Ibu Profesional yang sudah lulus Matrikulasi.Kelas ini mengajak para ibu dan calon ibu untuk terus belajar bagaimana mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan.​ Disampaikan dalam 12 kali tatap muka dengan berbagai tantangan setiap bulannya.
- Bunda Cekatan, Program Bunda Cekatan adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda sayang.Di kelas ini para ibu dilatih untuk meningkatkan kapasitas diri mereka sebagai seorang manajer keluarga yang cekatan menjalankan peran.Disampaikan dalam 12 kali tatap muka dengan berbagai contoh praktek baik setiap bulannya
- Bunda Produktif, Program Bunda Produktif adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda cekatan.Di kelas ini para ibu dilatih untuk memahami potensi diri, menemukan jalan hidup sesuai fitur uniknya, sehingga antara mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan apalagi dikorbankan. Disampaikan dalam 12 kali tatap muka dengan berbagai projek team  setiap bulannya
- Bunda Saleha, Program Bunda Shaleha adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda produktif.Di kelas ini para ibu dilatih untuk bisa menjadi agen perubahan di masyarakat sekitarnya, dimulai dengan perubahan diri sendiri dan perubahan di dalam keluarganya secara berkelanjutan. Disampaikan dalam 12 kali tatap muka dengan berbagai contoh projek perubahan setiap bulannya.
- Training trainer dan fasilitator, Program pelatihan untuk Trainer dan Fasilitator ini adalah program untuk para ibu yang sudah melampaui tahap bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shaleha. Ada program pelatihan tahap 1 diperuntukkan bagi para ibu yang sudah lulus bunda cekatan, dan pelatihan tahap 2  diperuntukkan bagi para ibu yang sudah lulus bunda shaleha.

2. Komunitas mewadahi ibu untuk mengembangkan passion dan bakatnya dengan adanya rumah komunitas sesuai bakat dan sesuai kemampuan regional. 
- Orientasi komunitas /  kampung main, pengetahuan umum seputar komunitas, langkah awal memasuki komponen komunitas.
- Supercamp, kegiatan leader komponen komunitas
- Rumbel, wadah mengembangkan bakat dimana ada jenjang kelulusan disetiap level 
- Rumin, wadah mengembangkan bakat tanpa level kelulusan
- Rumba, wadah mengembangkan bakat untuk umum 
- Kampung bakat, Event Pusat dimana bisa bergabung mengembangkan bakat dan bertemu dengan ibu - ibu member komunitas lainnya. 

3. Kipma, Komponen Bisnis Ibu profesional yang menjaring ibu2 agar bisa bekerjasama dengan ibu profesional dalam menjualkan barang dagangannya dan mengembangkan kewirausahaan.

4. RCIP, merupakan HRD ibu profesional mengenai pengembangan sumber daya dan mengelola sumber daya yang ada di Ibu profesional.

5. SC, merupakan kegiatan sosial ibu profesional.

Saya sendiri sudah dari tahun 2018 bergabung di Ibu profesional Non Asia karena saya masih tinggal di New Zealand. Ada 20an ibu2 seluruh dunia yang bergabung dan kita beda zona sehingga terkadang pas kumpul, di New Zealand sudah pagi buta. 2019 saya kembali ke Indonesia dan menjadi Pengurus Ibu Profesional Surabaya Raya sebagai Divisi Event. Tahun 2020 - 2021 saya menjabat sebagai pengurus Ibu Profesional Suramadu sebagai Ketua Komponen Komunitas membawahi 100 member komunitas membuka rumah komunitas Boga, Zerowaste, Literasi, Fotografi Rumin Playdate dan Rumba Madura. Saya merasa menjadi ibu yang lebih baik dari sebelumnya terutama setelah mengikuti kelas matrikulasi sampai bunda cekatan. Saya berhenti untuk mengikuti kelas karena fokus di kepengurusan regional. Saya menjadi bangga menjadi seorang ibu. Disini saya  belajar banyak soal manajemen, soal komunikasi, kerjasama, bertemu banyak orang, belajar teknologi           (zoom, google drive, streamyard, instagram, OBS dsb ). Belajar menjadi ibu yang bermanfaat bagi komunitas dan bagi keluarga. Suami saya juga senang saya bergabung dan bisa terbuka wawasannya untuk menjadi tim keluarga, membagi kerja rumah tangga bersama dan bergabung jika ada acara komunitas Ibu Profesional. Saya juga bekerja, dan ibu profesional dimana beberapanya merupakan ibu rumah tangga, mereka komitmen dan produktifitasnya sama dengan pekerja, semangat belajarnya luarbiasa ditambah keinginan untuk berbagi dan bermanfaat membuat ibu - ibu di ibu profesional punya motivasi kuat berkembang dan berdampak bagi dirinya, keluarga dan lingkungannya. 

" SAYA BANGGA MENJADI SEORANG IBU, SAYA BANGGA MENJADI PENGURUS IBU PROFESIONAL, SAYA BANGGA MENJADI BAGIAN DARI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL "


#ibuprofesional
#ibubahagia
#tipsibubahagia
#ibuproduktif
#ibubangga
#ibumadrasahanak
#ibukebanggankeluarga

Minggu, 28 November 2021

Tips Bagi Warisan : Pengalaman Bagi Warisan alm Papa menurut Islam

Ramai di sosmed, warisan dari orang yang sudah meninggal. Saya akan menceritakan pengalaman saya membagi warisan alm papa saya. Papa saya meninggal, ahli warisnya yaitu ibu saya, adik perempuan saya, saya anak perempuan, saudara kandung papa ( 1 saudara laki2 dan 6 saudara perempuan ). alm papa masih menyisakan warisan bagi saudaranya karena anaknya tidak ada yang laki - laki. Ini juga sudah diingatkan sama alm bapak mertua saya kalau nanti saya juga harus membagi dengan keluarga saudara papa saya. 

Nah, kapan nih saya mengatakan masalah warisan? Saya berani membuka omongan warisan dengan keluarga alm papa saya saat 1 bulan setelah papa meninggal. Karena apa? saya menunggu sapatau ada orang yang datan menagih hutang dan menagih biaya pemakaman juga mengecek semua asset yang ada apa saja. Di keluarga saya, sayalah yang mengurus semuanya. Sebelum pembagian warisan, saya mengurus surat waris di kelurahan dan pengadilan agama terlebih dahulu. 1 bulan waktu yang pas menurut saya. 

Langkah awal adalah, saya berbicara dengan ibu dan adik saya mengenai warisan dan akan ada bagian keluarga alm papa saya. Saya meminta ibu saya mengumpulkan semua asset dan mengecek semua asset yang menjadi warisan atas nama alm papa saya ( ini saya pasrahkan kepada ibu saya, apa saja yang dicatat dan akan diberikan sebagai warisan, saya  tidak akan mengomentari ini apakah kurang atau lebih, saya pasrahkan dengan ibu saya ) hal ini agar tidak menjadikan masalah, adik saya juga setuju dengan langkah saya. Ibu saya juga berdiskusi dengan ustadzah mengenai harta apa saja yang menjadi bagian dari warisan. Harta yang menjadi warisan yaitu :
1. Harta atas nama almarhum ( ini paling mudah ) berupa tabungan, asuransi, tanah, bangunan atas nama almarhum. 
2. Harta yang sumbernya dari almarhum walaupun dengan nama berbeda dan ada persetujuan sebelumnya bukan untuk diberikan ( ini juga beda pemahaman, tetapi ustadzah mengatakan kalau memang istrinya merasa diberikan dan itu haknya, tidak masuk waris )

Setelah semua ada, saya berbicara dengan pakdhe saya selaku wakil dari keluarga papa saya. Saya mengatakan akan membagi warisan secara islam dan saya akan meminta penengah, yaitu ustadzah yang juga dulunya ustadzah H ini adalah ustadzah guru dari eyang saya. Hal ini penting, terutama penengah adalah orang yang disegani dari 2 belah pihak. Ustadzah H ini adalah guru eyang saya dan guru saya juga, sehingga kedua belah pihak akan menyetujui apa yang disampaikan oleh ustadzah H. Pembagian secara islam juga harus disepakati, karena bisasaja ada beberapa pihak yang meminta dibagi rata atau tidak dengan cara islam. Hal ini harus disepakati bersama. 

Saya, ibu saya, pakdhe saya berkumpul didepan Ustadzah H untuk membicarakan persetujuan warisan. Persetujuan ini hanya nominal, masalah pembagian bisa dilakukan setelah asset terjual. 
1 Istri ( 1/8 ) mendapat 3/24 bagian
2 anak ( 2/3 ) masing masing mendapat 16/24 bagian
6 saudara perempuan sekandung masing - masing mendapat 5/32 bagian
1 saudara laki - laki sekandung mendapat 5/96 bagian

Saat itu, ustadzah H membagikan list harta yang akan dibagikan dan nominalnya. Ustadzah menginfokan perihal harta tersebut atas nama almarhum dan asset lainnya atas nama anak dan istri almarhum yang sudah diberikan sebelum almarhum meninggal. Alhamdulillah semua memahami dan satu suara dengan hal ini. Hal ini juga dikarenakan penengahnya adalah Ustadzah H, semua segan dan menyetujui apa yang dikatakan beliau.

Setelah sepakat dengan nominal keseluruhan dan masing - masing bagian per orang, tanda tangan semua pihak didepan ustadzah H dan masalah pembagian, akan dilakukan kemudian saat asset sudah terjual. Perlu 1 tahun sampai bisa membagi semua warisan kepada masing - masing ahli warisnya. 

Hal yang perlu saya garisbawahi mengenai waris ini adalah : 
1. Cari waktu yang pas berbicara, kalaubisa setelah 1 minggu meninggal sampai 40 harinya untuk menunggu semua biaya keluar dan hutang terbayar. 
2. Miliki penengah yaitu orang yang disegani kedua belah pihak, biarkan orang tersebut memberikan saran terhadap waris, hal ini akan mempercepat proses waris. 
3. Semua tercatat dan ada tanda tangan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kedepannya. 


#warisislam
#hukumwarisislam
#pengalamanwarisislam
#pengalamanbagiwaris
#bagiwarisislam
#bagiwarisindonesia
#tipswarisan
#tipsbagiwaris
#tipswarisaman
#tipswarisislam

Vannesa Angel, contoh hidup di keluarga Toxic dan apa yang bisa diambil pengalaman

Beberapa hari ini, lagi hebohnya soal alm. Vannesa Angel dan Bibi suaminya. Saya sampai menangis kl melihat alm Vannesa, rasanya pingin peluk erat dan bilang Vannesa, kamu hebat, Vannesa kamu luarbiasa dan Vannesa kamu menginspirasi. Bagaimana tidak, hidup dilingkungan keluarga yang memaksa dia bekerja tanpa mendapatkan istirahat yang layak, hanya karena harus menurut dengan orang tuanya. Keluar rumah, kena kasus malah dibilang karma padahal ternyata dia dijebak. Padahal dia hanya korban dari orang tua yang toxic, ortu toxic bisa bahagia jika anaknya kesulitan, karena dia akan merasa itu karma karena tidak menuruti orang tua, tetapi apa yang dilakukan ortunya itu dzolim, ortunya tidak peduli. Ortunya merasa selalu benar karena dia berhak melakukan apa saja dan anak harus menurut, kalau tidak akan menjadi anak durhaka dan mendapat azab juga karma. Apalagi kalau itu terjadi, makin menjadi dan menuntutlah si ortu, si anak makin merasa bersalah. Oalah ya, saya ingin nangis jadinya kalau dengar ceritanya. 

Sayapun mengalami lingkungan toxic, tetapi tidak separah vannesa, mgkn jg saya tidak good looking.haaa..tetapi, saya selalu diatur, tidak boleh menangis, wajib menurut,tidak ada diskusi, tidak boleh punya banyak teman, harus diam seperti puteri, tidak boleh menunjukkan kelebihan, harus selalu membantu dan kalau ada masalah juga selesaikan sendiri termasuk saat sakit, cari bantuan sendiri. Saat keluarga perlu, tanpa diminta wajib selalu ada, wajib berkorban untuk keluarga, tidak perlu  meminta kata terima kasih dan maaf, berhak untuk disakiti secara mental tanpa melawan. Kalau melawan akan dikatakan anak durhaka, tidak menurut dan akan diungkit2 apa yang sudah diberikan ke saya. 

Maka dari itu, saya ingin sekali memeluk Vannesa Angel, saya ingin memeluknya dan mengatakan KAMU HEBAT. kamu bisa  menjadi orang tua yang tangguh, anak yang tangguh dan istri yang hebat. Kamu juga teman yang baik. Pengalamanmu menjadikan pelajaran berharga dan manfaat banyak bagi sekitarmu. Mungkin, meninggalkan dunia adalah hal terbaik karena kamu terlalu baik untuk menjalani sisa hidup yang mungkin akan lebih menyakitkan hatimu. 

Saya bisa keluar dari lingkungan toxic karena menikah, mendapat suami juga mertua dan ipar yang super baik dan memperlakukan saya seperti keluarga sendiri. Terutama ibu mertua yang seperti ibu saya sendiri. Ibu mertua yang selalu ada untuk saya. Selalu mendengar keluh kesah saya, suami yang selalu ada untuk saya. Saya berdoa, menangis, bertahun - tahun saya memendam kesedihan, meminta kepada Allah untuk keluar dari lingkaran ini. Saya berhijab sebelum menikah, saya memantaskan diri, disaat titik terendah saya, menangis bersimpuh untuk dikeluarkan dan menjadi pribadi yang bermanfaat. 

Satu hal yang membuat saya bangkit, saya pernah memberi barang ke satu orang dengan uang tabungan saya dan orangnya menangis mendoakan saya, darisitu saya merasa  bahwa saya itu hebat, saya bermanfaat bagi sesama dan saya bisa membahagiakan orang lain, saya bisa membuat orang lain tersenyum dan mengatakan kalau saya bisa membuat hari-harinya bahagia. Saya fokus, berarti saya memang bermanfaat diluar sana dan itulah motivasi saya bangkit. Karena ibu jualan bakso di kantin SMA saya, merubah presepsi saya tentang hidup dan punya semangat bangkit. 

Saya yakin, kitalah yang merubah hal buruk menjadi baik, libatkan Allah dan semua akan ada jalannya walau jalan itu yang kita tunggu tidak akan cepat datang, karena Allah ingin ada hal2 yang bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya. 

Berada di lingkungan toxic tidaklah hilang saat punya anak dan keluarga, inner child adalah hambatan saya, saya berusaha keluar dari inner child saya saat saya punya keluarga. Saya minim sentuhan, tidak hangat dan cenderung tidak mau diskusi, cenderung penurut dan cepat menangis juga cepat marah. Iya, 20tahun di keluarga toxic, masih ada bekasnya, tetapi tetap fokus dengan anak dan keluarga. Fokus dengan membahagiakan keluarga kecil, tetap dekat dengan Allah dan bermanfaatlah bagi sesama. 

Lalu, bagaimana saya dengan keluarga? sama seperti alm Vannesa Angel, saya tetap baik krn bagaimanapun mereka ortu saya dan keluarga saya. Tetapi, saya tidak akan mengganggu saat mereka bahagia dan saya tidak ingin terlibat saat mereka  bahagia, saya akan membantu sebisa saya saat mereka membutuhkan dan saya akan selalu ada saat mereka terpuruk. Selain itu, saya akan menjauh, saya akan datang tetapi tidak tiap hari, akan ada silaturahmi tetapi tidak sering. Agar mereka bisa bahagia dengan hidupnya dan sayapun juga. 

Vannesa, kamu hebat. Saya menangis membayangkan sedihnya menjadi seorang Vannesa, tapi, insyaAllah kamu tenang disana, banyak yang sayang sama kamu termasuk saya yang bukan apa - apa tetapi merasa terenyuh dan memanjatkan doa untukmu disana. Terima kasih sudah menjadi motivator, terima kasih sudah menginspirasi. Semoga kamu disana Husnul Khotimah.Aamiin.  

Sabtu, 30 Oktober 2021

Sebelum salahkan anak, Salahkan orang tua dulu

 Mendengar anak saya berkata " Ma, aku sudah berusaha. I've done my best. Tetapi, nilaiku nggak bagus " dengan tatapan mata yang sedih, tetap dimarahi karena malas, karena dianggap tidak bisa. Padahal, coba dengarkan dari sisinya. Terkadang kita sebagai ortu meminta anak sempura, padahal kita hanya memberi mereka makan, minum, vaksin, rumah dan baju saja. Hati mereka kita jarang memahami. Padahal anak tidak minta dilahirkan, kita yang berdoa agar mereka lahir. Tidak ingatkah saat kita berdoa dimalam hari meminta agar diberikan keturunan, tidak ingatkan ibadah kita , doa kita ihtiyar kita demi anak yang berdiri didepan kita dan kita tidak mendengarkan keluh kesahnya. 

Ayo ibu, bapak, memang anak salah, tetapi apakah kita sudah jadi ortu yang baik. Jangan - jangan kita yang terlalu menuntut hak tetapi belum sepenuhnya memberikan kewajiban kita sebagai orang tua. Atau malah menyalahkan karena kok diberikan anak yang begini. Ini malah yang tidak baik, anak tidak bisa memilih. Semua yang dipilihkan Allah itu yang terbaik. Mungkin kita yang ihtiyarnya kurang.

Kalau anak usia sekolah, ajak mereka bicara. Berikan kurikulum yang disepakati orang tua dan hasil yang diinginkan. Sesuaikan dengan kemampuan anak. EValuasi berkala juga. Mirip seperti HRD di perusahaan. Kalau di perusahaan ada coaching, kitalah yang mengcoaching anak kita. Pakai metode yang ada, evaluasi performance nya. Kembangkan dan tingkatkan kemampuannya. Kita adalah manajer HRD dan anak adalah pegawai kita. Jadikan kita ortu yang dipecaya, yang mengayomi. Jadikan anak kita percaya dengan kita, jangan minta hak dulu, perbaiki cara kita dulu, perbaiki diri kita dulu. 

Kita memang terkadang terjebak dengan kesalahan pengasuhan masa lalu, tetapi lihat anak kita. Apakah kita tidak ingin menjadikan dia anak yang sempurna. Anak yang lebih baik dari ortunya. Apakah kita akan diam saja menjalani tanpa ilmu dan menganggap semua takdir. Ubahlah yang salah, mulai dari dirimu sendiri. 

Efek Keluar dari Lingkaran Toxic

 LEGAAAA.....

Itu yang dirasakan pertama kali merasakan bebas, keluar dari lingkaran toxic. Dimana selalu disalahkan, selalu harus kuat, selalu harus terlihat gembira, tidak pernah diajak diskusi dan wajib selalu menurut dengan segala alasan. Hati ini selalu dibuat was was dan khawatir. 

Tetapi, ternyata tidak semudah itu menghilangkan luka toxic. Menjadi takut melangkah, terlalu banyak pertimbangan, selalu khawatir, selalu merasa apa yang terjadi karena karma, menyalahkan diri sendiri dan tidak bisa berfikir maju. Perlu healing waktu yang lama untuk menghilangkan luka ini, walau masih terbawa sampai sudah berkeluarga. 

Iya, tidak bagus memiliki ibu yang masih punya luka pengasuhan, belum bisa move on. Kalau memaafkan memang memaafkan, kalau silaturahmi dan menjalankan kewajiban iya tetap, tetapi rasa dalam hati ini, ketakutan ini, kegelisahan ini tetap selalu ada. Overthinking ini juga. Mau menyalahkan juga buat apa. Tidak akan pernah bisa merubah keadaan. 

keluar kota, tinggal yang jauh disana memang pilihan bijak. Bahagia, damai rasanya. Walau terkadang senyum terpampang, tetapi luka dalam hati terkadang datang. Mendengar suara saja sudah parno duluan. Rasa hati pingin diruqyah aja, pingin tes ini itu, ke psikolog karena menyalahkan diri sendiri, tetapi lepas dari bekas lingkaran toxic sungguh sangat berat. 

Anak - anak adalah semangat utama. Bekerja juga menghilangkan sementara, tetapi tidak menyelesaikan masalah. Kalau dibiarkan, fisik ini bisa lelah juga dan itu tidak baik. Tahu semua konsekuensi ini, tetapi memang susah melepas bekas lingkaran toxic ini. 

Time will heal, tetapi kapan waktu itu datang saat healing, tidak tahu. Kurang iman, kurang doa, kurang ihtiyar, terlalu lebay dan baper, itu yang selalu terngiang2. Seakan walau tidak ada yang menunjuk kesalahan, kesalahan itu terbayang. Padahal juga tidak ada yang berkata begitu. Semua karena luka lingkungan toxic. Semakin kita sakit, tidak memaafkan, tidak melepaskan, akan semakin lama kita pulih dan semakin lama dosa orang yang membuat kita dalam lingkungan toxic. 

Rasanya ingin teriak didepan orang toxic itu dan berkata semua karenamu, tetapi tidak akan merubah apa2. Bahkan, belum apa2 juga akan nangis sampai nafas sesak duluan. Begitulah hidup,  maunya apa coba.

Efek pandemi juga membuat interaksi tatap muka menjadi minim, hal ini juga membuat healing lebih lama. Rasa ingin berbagi ke orang lain dan mendengar keluh kesah orang lain juga khawatir. Khawatir kalau kita membawa virus ke orang lain. Overthinking udah jadi makanan sehari2. Entah sampai kapan. Harus dilawan, harus move on. HARUS. Jangan biarkan orang toxic itu menang dan tertawa karena kamu kalah. 


Senin, 25 Oktober 2021

Jangan Jadikan Orang Yang Kau Anggap "Tidak Sukses " tetapi dia dahulu juara kelas, sebagai TESTIMONI

Yang dulu juara kelas, sekarang jadi apa?? sering nggak sih denger ini. Eh ternyata yang juara kelas jualan aja, g punya rumah dan mobil. dianggap hidupnya susah. Eh yang dulunya nggak pernah masuk kelas, sengannya nongkrong, sekarang jadi pejabat dan punya rumah dan mobil mewah. Jadilah anak2 yang tidak rajin ini yang dibanggakan dan yang rajin menjadi terhina, sehingga dijadikan testimoni. Si A ini lo dulu juara 1, sekarang dia dirumah aja. Ini dibawa kemana mana dan digaungkan ke seluruh alumni. Dia yang malas malah jadi pejabat. Semua menertawakan dan menganggap sukses itu tidak perlu rajin dan pintar. 

Mereka lupa soal ahirat. Soal apa yang km gunakan di masa mudamu, atas usiamu. Kalau kamu malas, walau sekarang sukses, jangan lupa, sebelumnya akan diperhitungkan juga. Rajin itu adalah keharusan karena tanggung jawab ahirat agar kita memaksimalkan waktu di dunia untuk menuntut ilmu. Tetapi, manusia hanya melihat hasil ahir, melupakan proses yang merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Mendewakan uang, jabatan tetapi melupakan proses yang panjang. 

Mereka juga lupa, anak - anak mereka juga diminta nilainya bagus, diminta sekolah dan diminta berprestasi. Tidak diperbolehkan untuk nongkrong dan malas - malasan seperti orang tuanya dulu. Apa tidak malu dengan perkataan yang tidak sejalan dengan kenyataan.

Kalau kamu rajin saja belum tentu sukses, apalagi yang malas. Dirimu sendiri juga takut kan sekarang kalau kesuksesan itu tiba2 hilang karena rasa malas yang ada dulu saat sekolah, muncul kembali? karena rajin itu kebiasaan yang akan terbawa walau orang lain mengatakan dirimu "tidak sukses" termasuk mindset dan adab apalagi yang terbentuk dari kecil, tidak akan hilang. 

Jangan pernah menghina seseorang karena kau lihat dari sisi dunia. Karena proses itu juga bernilai. Budaya dan adab baik yang terbentuk, tidak akan menghilang. Hal baik akan terus tertanam. Hal buruk bisa saja muncul kembali kalau kebaikan dan taubat tidak terus menerus. Jangan pernah menyalahkan takdir, jangan mencaci hanya karena orang lain itu baik dan bernasib buruk dari sisimu. Jangan pernah meremehkan ihtiyar, walau yang kau lihat hanya hasil dunia. 

Tetaplah berbuat baik, karena hal baik akan tetap ada dan akan menjadi tabungan ahirat. Janganlah  menghina orang dengan  menjadikan testimoni dan bahan lucu2an atas nama kesuksesan. Jangan senang menghina orang atas nama baper. Adab itu penting dibandingkan pencapaian duniamu. Ingat dunia itu sementara dan ahirat itu nyata. 


 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design