Daftar Kategori Blog

Minggu, 02 Agustus 2020

Tips Isolasi Mandiri dirumah saat sakit ( Pengalaman Survivor Covid )

Membaca info dari beberapa survivor covid baik di Sosial media maupun sharing di radio dan TV, bisa dijadikan rujukan untuk teman atau saat kita isolasi mandiri. Walau bukan sakit covid pun juga bisa diterapkan agar imunitas naik dan lekas pulih. Cerita orang - orang yang sembuh, bisa dijadikan rujukan dan tempat bertanya saat sakit. 

Perlengkapan yang harus ada dirumah :
1. Obat2an yang diberikan dokter
2. Vitamin C 1000mg, B kompleks, D 2000mg, Zink dan E
3. Obat kumur.
4. Oksimeter ( alat ukur oksigen ). Jika sesak dan saturasi menurun langsung dibawa ke RS. saturasi wajar 98 - 100. Dibawah itu harus diawasi. Jika sudah dibawah 90 ( kata dokter saat kulwhap covid di komunitas ibu profesional ), harus konsultasi kedokter dan dibawa ke rumah sakit. 
5. Difuser, alat untuk hirup uap.

Selain itu, untuk meningkatkan imun tubuh selaim meminum obat bisa dilakukan treatment dirumah : 
1. Berjemur jam selama 15 - 30 menit jam 10
2. Makan telur 1 hari 1x
3. Tidur 7 - 8 jam sehari
4. Minum air putih 1,5liter sehari
5. Meminum dan memakan makanan hangat.
6. Minum vitamin juga obat yang diberikan 
7. Berkumur dengan obat kumur 
8. Makan buah dan sayur  yang mengandung vit C

Konsultasi bisa dilakukan via online dengan dokter atau jika dari puskesmas, akan didatangi berkala oleh puskesmas. 

Pelengkapan lainnya untuk mendukung isolasi dirumah : 
1 . Cek nomor hotline covid di daerah masing2
2. Siapkan no tlp ambulance kalau sewaktu2 membutuhkan
3. Siapkan no tlp orang terdekat ( RT, RW, Tetangga dan saudara ) saat dibutuhkan
4. Siapkan alternatif rumah sakit jika kondisi parah. RS mana dahulu yang didatangi mulai dari terdekat sampai terjauh. 




Semoga bisa membantu 




#tipsisolasimandiricovid
#isolasimandiricovid
#menaikkanimuntubuh
#treatmentcovid
#pencegahancovid
#perbaikanimuntubuhcovid
#covid19

Perlengkapan Medis Dirumah Selama Pandemi

Selama pandemi ini, terutama saya yang tinggal di zona merah dimana banyak pasien konfirmasi positif dan RS yang terkadang penuh, jaga2 jikalau sakit yang masih bisa ditangani dirumah sendiri, maka pelengkapan yang harus disediakan dirumah : 
1. Sarung tangan medis
2. APD Gown
3. Kacamata medis rapat
4. Masker medis dan Masker N95
5. Oksimeter ( alat cek oksigen )
6. Ambu Bag ( alat nafas manual ) atau tabung oksigen kalau ada
7. Semprotan oksigen 
8. Sepatu booth

Obat - obatan sedia dirumah : 
1. Paracetamol
2. Ibuprofen
3. Vitamin C dan B kompleks
4. Obat kumur betadine
5. Vitamin E
6. Tolak angin

Pelengkapan tambahan untuk dirumah : 
1. Hand sanitiser
2. Sabun cuci tangan
3. Alkohol 75%
4. Difuser Uap
5. Desinfektan Sipol

APD lengkap bisa dibawa saat ke RS (jaga2 jika dokter kekurangan APD). Oksigen jg bisa digunakan saat ke RS karena kalau RS penuh, perlu beberapa kali ke RS sampai mendapatkan tempat dan bisa dirawat.

#medispandemi
#mediscovid
#perlengkapancovidrumah
#perlengkapanmedisrumah
#kitmediscovid
#covid19



Kapan Cuci Tangan dan Cara Cuci Tangan yang benar

Hal terpenting soal protokol kesehatan adalah cuci tangan. Cuci tangan untuk menghindari penyebaran virus dan sesuai dengan pola hidup bersih harus sesuai. Waktu dan caranya agar maksimal melindungi. Cuci tangan itu mudah, tetapi terkadang orang tidak paham kapan harus cuci tangan dan bagaimana cuci tangan yang benar. Cuci tangan tidak hanya pakai sabun dan digosok2 acak, tetapi ada caranya. 

Kapan harus cuci tangan? untuk menghindari kuman, cuci tangan terutama saat diluar rumah ketika setelah memegang barang dari luar, setelah memegang permukaan diluar rumah dan sebelum memegang muka ( mulut, tangan, hidung dan telinga ) selain itu juga bisa dilihat di flyer dibawah ini untuk memahami kapan harus cuci tangan.  Kalau dilakukan memang akan ribet dan repot. Tetapi demi kebaikan, tidak salah adaptasi ini dilakukan untuk kebersihan diri. 



Nah, banyak kan waktunya kapan harus cuci tangan. Perlu pembiasaan diri dan penyesuaian demi kesehatan dan kebersihan. 

Selanjutnya, Bagaimana cara cuci tangan yang benar untuk menghindari virus dan bakteri? Tidak hanya pakai sabun saja tetapi juga semua bagian tangan harus dicuci selama 20 detik.




Ribet juga kan ya, perlu pembiasaan dan adaptasi. Semangat demi kesehatan. Karena merubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat tidak ada salahnya kan. Pandemi ini mengajarkan kita untuk lebih sehat dan lebih bersih dalam menjalani hidup.


#cucitanganbenar
#cucitanganpakaisabun
#kapancucitangan
#bagaimanacucitangan
#cucitangancovid


Masker Yang Benar Melindungi

Diluar masih ada beberapa orang yang tidak memakai masker. Terkadang juga maskernya tidak pas. Entah dari cara pemakaiannya, jenis maskernya dan pengunaannya. Pemakaian masker harus pas dan benar agar bisa mencegah dorplet masuk dan terpapar covid. 

Web kemenkes, WHO juga sudah menginformasikan tentang penggunaan masker yang benar. Pemakaian masker harus : 
1. Rapat dan tidak ada celah baik dari samping dan bawah.
2. Menutup dagu dan hidung juga mulut.
3. Memiliki minimal 3 lapis kain. Bisa juga diisi filter tissue jika menggunakan masker kain.
4. Tidak kotor dan rusak
5. Masker kain dipakai per 4 jam dan harus diganti. Masker medis sekali pakai buang.

Masker tidak menggantikan jaga jarak. Jaga jarak wajib walau pakai masker. Masker juga bisa dipakai dengan face shield. 

Pakailah masker yang benar. Caranya dan pengunaannya. Karena kalau tidak benar, kemungkinan terpapar covid masih besar. 

#maskerbenar
#pemakaianmasker
#pemakaianmaskercovid
#maskercovid19
#protokolkesehatanmasker
#covid19masker


Refleksi 1 Tahun Meninggalnya Papa / Kung Bocah

Tidak terasa sudah 1 tahun meninggalnya papa. Kali ini pas momen Idul Adha. 1 kambing disiapkan buat kurban atas nama papa, mudah2an bisa meringankan beban kung di alam barzah. 1 tahun ini teringat saat menemani kung di RS dan saat interaksi di hari hari terahir. Kondisi di ICU dan saat sakaratul maut, masih terbayang sampai sekarang. Bagaimana kung berjuang di hari terahirnya. Walau sedih,tapi ada bersyukur juga karena tidak membayangkan bagaimana kung bertahan kalau ada pandemi begini. 

Kangen saat bercanda sama kung. Kangen tertawanya kung dan saat kung main sama bocah. Di 1 tahun ini penyesuaian baik pribadi dan keluarga untuk beradaptasi dengan tidak adanya kung disamping untuk selamanya. Keluarga besar almarhum kung, terkadang masih kehilangan terutama saat budhe/ pakdhe dan tante2 datang atau saya telepon masih sangat haru terutama lebaran pertama tanpa saudaranya. Juga lebaran pertama saya tanpa kung dan disaat pandemi.

Dalam 1 tahun ini, banyak refelksi yang didapat. Mengingatkan akan kematian. Terkadang berfikir, apa ya kung / papa sadar ya kalau sudah meninggal, karena saat masuk ruang operasi masih bilang kalau nnt akan balik kekamar lagi. Saat sebelum sakaratul maut juga masih yakin akan sembuh. Berfikir apa kung sadar ya kalau sudah meninggal. Saat masih koma, masih bisa genggam tangan dan menggerakan tangannya. Saat sakaratul maut juga masih melihat gerakan mulutnya. Rasanya 1 tahun itu cepat berlalu.

Refleksi di 1 tahun meninggalnya kung / papa :
1. Kematian itu pasti dan kita harus mempersiapkannya. Langsung ikutan fitrah based education dan fitrah based life nya ustadz Hari Santosa biar memaksimalkan potensi diri demi ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah kelak. Juga mengikuti kajian lebih rutin dan beribadah lebih rajin.Mencari ilmu agar maksimal digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.
2. Pentingnya menjaga kesehatan. Kung tidak pernah rutin memeriksakan kesehatan. Hanya 2 tahun terahir saat stroke pertama. Itu juga tidak semuanya dan masih bekerja juga tidak mau berubah gaya hidup sehatnya. Sekarang sudah mulai mengurangi konsumsi gula, minyak dan olahraga rutin. Tes darah lengkap rutin juga wajib di setiap tahunnya. 
3. Pencatatan Hutang, Piutang dan Harta. Ini juga ahirnya membuat list bulanan agar mudah nantinya saat pembagian warisan dan memudahkan yang ditinggalkan untuk mengurus harta. Sedekah yang banyak krn sisa harta 1/3 saja yang bisa disedekahkan. 
4. Anak yang sholeh/sholehah. Pentingnya mendidik anak yang sholeh/ sholehah dekat dengan agama , sehingga pada saat mendekati kematian dan setelah ditinggal orang tua, bisa meneruskan kebaikan orang tua juga menemani orang tua disaat detik terahirnya tanpa bingung harus bagaimana. 
5. Waktu dengan keluarga. Manfaatkan waktu dengan keluarga. Interaksi dengan anak secara maksimal, punya batasan kapan harus bekerja, kapan harus bermain dengan anak, beribadah dan kapan harus berhenti untuk mengistirahatkan badan.
6. Menulis wasiat. Nah ini saya juga ahirnya menulis wasiat dan diperbarui tiap bulan. Jaga2 saja dan mudah2an berumur panjang. Ini agar bisa menuliskan untuk yang ditinggalkan kata2 terahir, jadi saat sakaratul maut tidak berfikir mau menulis apa2 lagi dan berfokus ke kematian itu sendiri dengan mengingat Allah.
7. Orang terdekat akan ada saat kita sedang terpuruk. Menyadari pentingnya keluarga, sahabat dan akan terlihat siapa yang memang dekat dengan kita, selalu ada bersama dan siapa yang hanya ada saat butuh saja. 
8. Menjadi tangguh dengan tanggung jawab baru. Meninggalnya papa/kung membuat berfikir, sebagai manusia harus siap dengan tanggung jawab baru dan bisa cepat beradaptasi. Harus punya lingkungan yang mendukung dan harus tahu siapa saja yang bisa diandalkan. Termasuk pada ahli ( psikolog, ustadzah ) dan keluarga dekat. Inilah gunanya ber komunitas dan bersilaturahmi keluarga. 
9. Mau berubah. Ini yang penting. Saat salah, mau berintrospeksi dengan berkonsultasi ke ahlinya kalau memang banyak ahli yang bilang kita salah maka kita harus mau berubah, mau berubah dan mengetahui cara bagaimana berubah, bagaimana berlajar dengan adanya sumber daya dan dukungan dari ahli ( psikolog dan ustadzah ) juga keluarga dan komunitas di lingkungan yang mendukung perubahan.Cari linkungan yang bikin semangat dalam hijrah dan perubahan menjadi lebih baik, tinggalkan komunitas yang membawa dampak buruk pada kehidupan karena hidup itu sementara dan harus digunakan secara maksimal.

Sekarang, sudah harus siap dengan tanggung jawab baru. Tanggung jawab mengurus peninggalan almarhum papa baik harta, hutang dan piutang. Refleksi juga tanggung jawab sebagai seorang hamba Allah,  anak, istri dan ibu agar maksimal dan tidak ada penyesalan saat kematian datang. Kangen itu pasti, tetapi saat kangen jangan lupa berdoa atas nama Almarhum semoga husnul khotimah dan diberikan nikmat kubur. 

Hanya foto dan kenangan dalam hati juga pikiran yang akan selalu ada. Hanya cerita teman2 dan keluarga sebagai pengingat jasa juga kebaikan almarhum selama hidup. Semoga bisa meneladani kebaikan Almarhum kung/papa selama masih hidup. Semangatnya berjuang untuk orang lain dan Sedekahnya yang luarbiasa semoga bisa mengantarkan beliau ke tempat terindah disisiNya. Menjadikan saya lebih semangat beribadah dan bermanfaat bagi orang lain juga menjadi anak yang sholehah demi menolong almarhum kung/papa juga disana. Terkadang saya berfikir kl almarhum kung/papa ada dan bisa lihat saya disini, beliau akan duduk disamping saya dan memukul lembut kepala saya dan akan bilang bagus..bagus seperti khas almarhum/kung saat berinteraksi dengan saya. 

Kung/Papa....My Hero..My First love....See You Later in Heaven....



Mudik Saat Pandemi

Kali ini saya memberanikan diri mudik Idul Adha ke rumah Mertua di Magelang. Mudik dari zona merah ke zona kuning. Perencanaan harus matang dan dipikirkan resikonya untuk keluarga di Magelang. Setelah berdisuksi keluarga, ahirnya diputuskan mudik dengan aturan : 
1. Rapid test keluarga dengan hasil non reaktif. Rapid test 2x untuk saya karena yang paling sering ketemu orang dan masih aktif bekerja. 2x rapid test hasil non reatif dalam 2 minggu. Rapid test kedua dilakukan di 1 hari sebelum berangkat. Pakai rapid test serologi di lab dan RS. 
2. Ijin ke RT/RW di Magelang. Aman baru berangkat
3. Pakai kendaraan pribadi dan tidak mampir2. Dari rumah langsung ke rumah mertua.
4. Kondisi sehat semua tidak ada gejala baik yang berangkat dari Surabaya dan yang akan didatangi dari Magelang. 
5. Tetap protokol kesehatan kalau sampai sana ( masker, jaga jarak, cuci tangan setelah pegang barang diluar rumah ).
6. Mandi bersih dan semprot desinfektan barang2 juga mobil sesampainya di rumah Mertua.
7. Menghindari kerumunan, tidak datang ketempat banyak orang. Kalau terpaksa, tidak dalam waktu yang lama dan tetap pakai masker. 
8. Tetap beli barang via online walau di Magelang. Menghindari bertemu banyak orang.
9. Rapid test lagi sebelum balik ke Surabaya. Rapid test serologi di Magelang.

Walau zona kuning, tetap hati2. Tidak lengah dalam protokol terutama saat berinteraksi dengan orang dan saat memegang barang2 diluar rumah. Diusahakan tetap dirumah dan saat keluar rumah tidak terlalu lama berinteraksi dengan orang. Tetap berjemur dan minum vitamin. Jajan kuliner diusahakan tidak terlalu banyak dan sering.

#mudikpandemi
#mudikiduladha
#tipsmudikcovid
#mudikcovid


Bismillah aman, lancar.



Rapid Test Saat Pandemi

Disaat pandemi, Rapid Test merupakan suatu kebutuhan untuk saya karena saya masih bekerja dan masih bertemu dengan beberapa orang walau untuk ke pasar dan beli perlengkapan rumah tangga sudah via online. Beli perlengkapan rumah tangga di teman yang buka toko atau kalau stok habis via aplikasi happyfresh, juga beli sayur di teman dan buah di aplikasi tanihub. 

Rapid test yang saya lakukan ada rapid test antibodi yang ambil darah di tangan dan rapid test serologi yang ambi darah di lengan. Rapid test serologi diklaim lebih akurat karena berbasis labolatorim dan pengukuran menggunakan mesin. 

Selama pandemi 4x rapid test :
1. Rapid test drive thru via Halodoc
Rapid test ini ambil darah di jari dan ditaruh di alatnya. 15 menit keluar hasilnya. Harganya 295rb dan datang saat waktu ditentukan. Yang harus diingat, aplikasi harus update krn yang pertama saya gbsa krn aplikasinya nggak update. Hasilnya langsung dilihat di aplikasi halodoc.


Rapid test ini saya ulangi 2x biar yakin. Rapid test kedua hasilnya juga non reaktif. Saya rapid test ini krn batuk 2 minggu tanpa demam. Sepertinya hanya stress saja. 

2. Rapid test di Husada Utama dan Lab Pramita menggunakan serologi. 
Rapid test ini ambil darahnya di lengan. Agak lama hasilnya ambil darah pagi, hasilnya malam/sore harinya. Diklaim lebih valid daripada rapid test yang dijari krn berbasis lab dan pakai alat mesin. 
Harganya di Husada Utama 150rb tidak detail jadi igG dan igM langsung. 200rb yang detail per hasil igG dan igM.
Harga di lap Pramita 300rb tidak detail igG dan igM. 500rb yang detail igG dan igM. Kalau kita pilih yang tidak detail, nnt nya kalau reaktif akan didetailkan gratis dan hasilnya diambil olhe dinas kesehatan Surabaya. 
Alasan kali ini rapid test serologi karena harganya sama seperti rapid test biasa dan lebih valid. Juga kali ini saya mau mudik, jadi harus rapid test dan tetap 2x rapid test hasil non reaktif baru berangkat mudik. 




Hasilnya berbentuk hasil lab dan ada surat keterangan dibelakangnya. Bisa untuk keterangan berangkat perjalanan keluar kota. 


#rapidtestsurabaya
#rapidtestserologisurabaya
#testcovidsurabaya
#rapidtestpramitasurabaya
#rapidtesthusadautamasurabaya
#pramitasurabaya
#husadautamasurabaya
#halodocrapidtest

 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design