Daftar Kategori Blog

Rabu, 27 November 2013

Menjaga Kehamilan Antara Naluri dengan Perkataan Dokter

Artikel ini aq tulis krn beberapa teman ada yang mengalami kejadian waktu hamil kata dokter gpp ternyata terjadi hal yang tidak diinginkan walaupun janin tetap bisa dipertahankan. beberapa diantararanya :
1. Si A kontrol rutin dengan dokter yang sudah ahli dan berpengalaman. awal diberitau makanan dan minuman apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Si A ini memiliki penyakit migren sehingga banyak aturan yang diberlakukan selama kehamilan. Setiap bulan kontrol dan tidak ada masalah. Pada saat bulan ke 5 si A merasa badannya gemuk dan membesar tetapi perutnya tidak ikut membesar dan masih tidak terlalu terlihat. kontrol ke dokter yang sama dikatakan tidak ada masalah. Setelah masuk bulan ke 7, si A merasa bayinya geraknya kurang dan kontrol ke dokter , dilihat USG 2 dimensi tidak ada masalah, tetapi si A merasa tidak yakin dan dokter juga ragu, ahirnya dilihat 4dimensi dan didapatkan plasenta kecil sehingga aliran makanan tidak lancar, karena dikawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, maka langsung disesar. setelah sesar, bayinya memiliki katup jantung yang belum sempurna dan harus diberikan bantuan selain itu juga ada kelainan pencernaan.
Setelah ditelusuri ternyata si A sering mengkonsumsi junk food walaupun apakah ini karena pola makan si A ataukah bawaan bayi. tetapi pertanyaannya, mengapa tidak diketahui lebih dulu bahwa plasenta bermasalah saat bayi masih dikandungan?

2. Si B kontrol tidak rutin dan berganti 3 dokter. makanan diatur. semua berjalan sempurna dan masih kontrol di 1 dokter. pada usia 7 bulan si B USG 4 dimensi tanpa screening di dokter yang berbeda ternyata si B placenta previa dan diharuskan sesar dan istirahat krn plasenta diatas kepala bayi dan posisinya menutupi jalan lahir. si B tetap beraktifitas biasa dan tidak terjadi apa2, sampai bulan ke 8 memutuskan untuk kontrol ke dokter ketiga karena rumah sakit rujukannya dekat. Kontrol rutin tetap dilakukan sampai HPL tiba dan dokter tetap bilang tidak ada masalah. sampai ke minggu 42 akhir, si B mulai khawatir dan ahirnya USG lagi 4dmensi ke dokter kedua ternyata air ketuban sudah keruh dan hampir habis. si B merasakan gerakan bayinya kencang sekali dan sangat banyak, awalnya dirasakan lincah, krn kawatir maka di usg padahal di dokter ketiga di rumah sakit rujukannya 1 hari sebelumnya dokter bilang ketuban tidak ada masalah dan ditunggu 2 hari lagi kl tidak ada kontraksi, maka akan disesar.
si B memang berpindah 3 dokter yang berbeda dan kurang peka dengan gerakan bayi, dianggap bayi dengan gerapan banyak berarti tidak masalah dan saat memasuki minggu ke 40 kontrol tidak rutin setiap 2 hari sekali. cuek memang si B ini.   tetapi pertanyaaannya pada satu hari sebelum sesar ke dokter ke 3 kenapa tdk dikatakan kl ketuban sudah sedikit atau ada masalah ?

3. si C kejadiannya lucu, dokter bilang anaknya cewek sudah berkali2 sampai hampir minggu mau lahiran ternyata anaknya cowok. dan HPL yang diperkirakan dokter lewat 1 bulan dan ternyata perhitungan HPL dari dokter dengan HPL manual benar yang manual. si C kontrol rutin ke 1 dokter yang dekat rumah.
Pertanyaannya, kenapa bisa HPL beda dan dokter pada saat lewat HPL juga tidak menyarankan sesar?

yapp..kesemuanya pengalaman dari teman2 yang disini saya tidak menyalahkan siapa2 tetapi juga kita sebagai ibu tidak bisa membiarkan saja naluri dan feeling terhadap bayi jika terjadi hal2 yang tidak seharusnya. ada juga ibu yang cuek dan tidak kontrol rutin tetapi kelahiran lancar. Alhamdulillah jika itu terjadi, tetapi mencegah tetap lebih baik. oleh sebab itu sebisa mungkin menghindari dengan cara :
1. Periksakan rutin kehamilan
hal ini untuk memeriksa kehamilan dan memberikan kepada dokter nantinya menjadi rujukan jika proses melahirkan di rumah sakit atau dengan dokter yang berbeda. dengan rutin periksa maka proses awal kehamilan, obat yang diberikan dan diagnosa bisa diketahui.
2. Pada saat trisemester ke 3 usahakan ke 1 dokter saja yang rutin
Hal ini untuk memudahkan dokter menangani pasien krn mengetahui rekam jejak sebelum kelahiran dan percaya atau tidak, dokter dan pasien sudah ada pendekatan sehingga lebih relax saat mau melahirkan. ( itu kl saya, ademm liat dokternya) heee...
3. Jika ragu, boleh memilihi dokter lain untuk 2nd oppinion
Hal ini dikarenakan mungkin pengalaman antara dokter satu dengan lainnya berbeda dan alat yangdimiliki juga berbeda sehingga hasil diagnosa bisa berbeda.
4. Lakukan USG 4 dimensi diutamakan yang screening
Perlu atau tidak, hal ini bisa mencegah terjadinya hal2 yang tidak diinginkan krn mgkn dokter membaca hasil dari alat yang diberikan rumah sakit yang terkadang seadanya dan tidak update sehingga hasilnya tidak maksimal bukan berarti dokternya jelek atau tidak berpengalaman. dengan adanya kesadaran untuk USG 4 dimensi diharapkan kejadian atau hal2 yang tidak diinginkan dapat diantisipasi.Mahal memang, tetapi untuk bayi tercinta memang harus dilakukan.
5. Pilihlah dokter yang tepat dg referensi dan terpercaya
umumnya orang2 memilih dokter yang banyak digunakan, sudah senior, pro normal. hal ini krn mereka sudah banyak makan asam garam praktek sehingga diharapkan akan mendapatkan masukan yang berguna bagi ibu hamil. kl suami saya sampai tanya dokternya lulusan mana dan umurnya berapa, apa bapaknya dl juga dokter..waakakkakakaka....gak pentinggg..ahirnya yang dicari deket dari rumah dan gak antri banyak, bisa ditelpon dan pro normal.heeeee
6. Aktif mengikuti forum kehamilan dan banyak browsing di internet mencari artikel mengenai kehamilan
Hal ini selain membuat ibu hamil menjadi tenang krn mgkn banyak yang mengalami hal serupa. selain itu juga menjadi bahan pertanyaan ke dokter jika konsultasi sehingga tidak hanya mengandalkan masukan dari dokter tetapi juga aktif mencari informasi.

Semoga membantu dan dpat bermanfaat..
Terima Kasih 

Apa Itu G6PD Deficiency

Azka waktu lahir dokter bilang kena G6PD Deficiency. wadow apa itu ya? katanya kekurangan enzim jadinya bayinya kuning tapi difototerapi kuningnya gak turun malah naik, jadi mesti tuker darah. hikzz sedih kl inget itu. ternyata G6PD kebanyakan pada bayi laki2.ini sekilas artikel mengenai G6PD


Gejala kelainan darah pada umumnya susah sekali diprediksi karena seperti gejala infeksi virus biasa.Salah satunya adalah G6PD (Glucose 6-Phosphate Dehydrogenase) yang pada bayi baru lahir ditandai dengan gejala kuning. 
Kuning pada bayi disebabkan berbagai hal: Karena golongan darah ibu dan bayi berbeda (AB-O), rhesus, dan defisiensi G6PD. 
Pada defisiensi enzim G6PD(enzim yang fungsinya untuk membuat stabilitas dalam sel darah merah/eritrosit). Jika sel darah merah kekurangan G6PD maka sel itu mudah pecah. Defisiensi G6PD pada bayi baru lahir timbul di hari kedua hingga kelima sama seperti gejala kuning biasa. Bedanya, kuningnya turun dalam jangka waktu agak lama. Defisiensi G6PD bersifat X-link, artinya diturunkan dari ibu (gen Y) kepada anak lelakinya (gen X). Bila kuningnya cukup berat, seringkali harus dilakukan transfusi tukar. Bila kuningnya berlebihan, bahayanya bayi bisa mengalami cacat permanen. Pada anak yang lebih besar, gejala ditunjukkan dengan tanda biru seperti lebam di badan. Defisiensi G6PD bersifat genetis jadi dibawa terus dan tidak ada obatnya. Tindakan yang bisa dilakukan adalah mencegah pemakaian jamu atau obat-obatan yang menyebabkan pecahnya sel darah merah, seperti pemakaian kapur barus, konsumsi jamu-jamuan dan obat-obatan yang mengandung sulfa, asam salisilat (seperti aspirin), dan obat-obatan malaria.
Defisiensi G6PDDefisiensi G6PD merupakan penyakit dengan gangguan herediter pada aktivitas eritrosit (sel darah merah), di mana terdapat kekurangan enzim glukosa-6-fosfat-dehidrogenase (G6PD). Enzim G6PD ini berperan pada perlindungan eritrosit dari reaksi oksidatif. Karena kurangnya enzim ini, eritrosit jadi lebih mudah mengalami penghancuran (hemolisis). Terjadinya hemolisis ditandai dengan demam yang disertai jaundice (kuning) dan pucat di seluruh tubuh dan mukosa. Urin juga berubah warna menjadi jingga-kecoklatan; ditemukan tanda syok (nadi cepat dan lemah, frekuensi pernapasan meningkat), dan tanda kelelahan umum.Hemolisis ini dapat dipicu oleh konsumsi obat-obatan. Selain obat-obatan, makanan tertentu juga dapat memicu timbulnya serangan hemolitik pada anak dengan defisiensi G6PD; misalnya kacang fava (fava beans) dan kacang-kacangan tertentu.
Berikut ini adalah daftar obat-obatan yang perlu dipertimbangkan pemberiannya pada pasien defisiensi G6PD. (tidak disalin karena sudah ada di bagian lain).
World Health Organization (WHO), mengklasifikasikan varian mutan G6PD berdasarkan pengukuran aktivitas enzim dan ada atau tidaknya anemia hemolitik, kemudian dibagi lagi atas dasar mobilitas elektroforesis dalam setiap varian sebagai berikut :1. Klas I: varian G6PD yang defisiensi enzimnya sangat berat (aktivitas enzim kurang dari 10% dari normal) dengan anemia hemolitik kronis.2. Klas II: varian G6PD yang defisiensi enzimnya cukup berat (aktivitas enzim kurang dari 10% dari normal) namun tidak ada anemia hemolitik kronis.3. Klas III: varian G6PD dengan aktivitas enzimnya antara 10%-60% dari normal dan anemi hemolitik terjadi bila terpapar bahan oksidan atau infeksi.4. Klas IV: varian G6PD yang tidak memberikan anemia hemolitik atau penurunan aktivitas enzim G6PD5. Klas V: varian G6PD yang aktivitas enzimnya meningkat.Varian klas IV dan klas V secara biologis, genetik dan antropologis tidak didapat gejala klinik.
Anemia hemolitik akut akibat induksi obatSebagian besar manifestasi varian mutan gen G6PD yang mengakibatkan defisiensi enzim G6PD kurang dari 60% dari normal, terjadi setelah paparan obat atau bahan kimia yang memicu terjadi anemia hemolitik akut. Umumnya, setelah satu sampai tiga hari terpapar bahan bahan tersebut, penderita akan mengalami demam, letargi, kadang disertai gejala gastrointestinal. Hemoglobinuria merupakan tanda cardinal terjadinya hemolisis intravascular ditandai dengan terjadinya urine berwarna merah gelap hingga coklat. Kemudian timbul ikterus dan anemia yang disertai takikardia. Pada beberapa kasus berat dapat terjadi syok hipovolemik. Dapat terjadi komplikasi berupa Acute tubular necrosis pada episode hemolitik, terutama bila terdapat penyakit dasar berupa gangguan hepar seperti hepatitis.
Anemia Hemolisis akut karena infeksiInfeksi merupakan penyebab paling umum terjadinya hemolisis. Infeksi bakteri dan virus seperti Hepatitis, Salmonella, Escherchia coli, Streptoccus β hemolitikus dan Rickettsia, dapat menyebabkan anemia hemolitik pada penderita defisiensi G6PD dan mekanisme terjadinya hemolisis belum jelas. Salah satu sebab yang dapat menjelaskan hubungan infeksi dengan hemolisis adalah akibat proses fagositosis. Lekosit menghasilkan radikal oksigen aktif selama proses fagositosis yang mengakibatkan kerusakan membran eritrosit. Hemolisis yang terjadi karena dipicu oleh infeksi biasanya ringan.Hemolisis dapat timbul satu sampai dua hari setelah onset terjadinya infeksi dan dapat menimbulkan anemia ringan. Biasanya terjadi pada pasien dengan klinis pnemoni atau demam tifoid. Infeksi virus hepatitis pada pasien defisiensi G6PD dapat memperparah timbulnya ikterus.Jumlah dan produksi retikulosit rendah dan hal ini akan pulih setelah infeksi primer dapat disembuhkan
Anemia Hemolitik akut karena FavismManifestasi klinik defisiensi enzim G6PD lainnya yang dapat menyebabkan anemia hemolitik adalah anemia hemolitik yang disebabkan konsumsi fava bean, Vicia faba. Penderita favisme selalu defisiensi enzim G6PD namun tidak semua penderita defisiensi G6PD bisa menderita favisme. Diduga terdapat faktor genetik lainnya yang berhubungan dengan metabolisme bahan aktif dari fava bean.Favisme merupakan salah satu efek hematologi yang paling berat pada penderita defisiensi G6PD. Manifestasi klinis yang timbul dapat lebih hebat dibandingkan anemia hemolisis yang disebabkan oleh obat. Hemolisis dapat timbul beberapa jam hingga beberapa hari setelah konsumsi kacang.Favisme banyak didapatkan pada anak dibanding pada dewasa. Terutama pada varian mutan gen defisiensi G6PD tipe Mediteranean, varian mutan gen G6PD lainnya yang dapat mengalami favisme adalah tipe G6PD A-. Gejala yang timbul pada anak berupa gelisah hingga letargi beberapa jam setelah terpapar fava bean. Dalam waktu 24 – 48 jam dapat timbul demam disertai mual muntah, nyeri abdomen dan diare. Urine berwarna merah hingga coklat gelap yang dapat berlangsung selama beberapa haril. Ikterus timbul bersama terjadinya urine yang gelap. Anak tampak pucat, terdapat takikardia. Pada beberapa kasus, dapat terjadi syok hipovolemi dengan segera yang dapat berakibat fatal hingga terjadi gagal jantung. Biasanya terdapat pembesaran hepar dan limpa yang ringan.Adanya kasus maternal favisme pada ibu hamil dilaporkan menyebabkan hemolisis pada bayi penderita defisiensi G6PD yang disusui, bahkan dapat terjadi hydrops fetalis.
Manifestasi non hematologiBeberapa kasus defisiensi G6PD dilaporkan dapat memberikan manifestasi non hematologi. Dilaporkan bahwa defisiensi G6PD dapat mengakibatkan juvenile cataract pada lensa mata. Bahkan bilateral cataract ditemukan pada anak dengan defisiensi G6PD. Pada penelitian lebih lanjut ditemukan bahwa aktivitas enzim G6PD hanya sebesar 40% dibanding individu normal.Defisiensi G6PD juga dapat menyebabkan kejang otot, kelelahan pada otot, gangguan kehamilan, katarak dan infeksi yang berulang. Dilaporkan pula bahwa defisiensi aktivitas G6PD pada lekosit dan netrofil dapat menyebabkan defek pada sistem imun yang menyebabkan infeksi berulang dan terbentuknya granuloma pada beberapa kasus. Defisiensi G6PD menunjukkan heterogenitas genetik yang cukup kompleks dan bervariasi dari satu populasi ke populasi lain. Varian mutasi gen G6PD yang berbeda dapat menentukan ringan beratnya gejala klinik serta berbagai akibat lain yang cukup serius dan dapat mengancam kehidupan.
Tata LaksanaDefisiensi enzim G6PD yang dapat menyebabkan anemia hemolitik, ikterus maupun manifestasi non hemolitik merupakan kelainan genetik yang diwariskan secara X-linked resesif. Karena itu, kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Tata laksana utama kelainan enzim G6PD berupa upaya pencegahan.Upaya pencegahan hanya dapat dilakukan bila telah diketahui masalah yang harus dihadapi. Untuk itu merupakan hal penting untuk mendapatkan karakteristik gen G6PD dan pola variasi gen G6PD sehingga membantu untuk diagnosis dini dan mempelajari sejauh mana permasalahan defisiensi G6PD ini sebagai etiologi penyebab anemia hemolitik atau gejala klinis yang lain.
Upaya pencegahan dapat dibagi menjadi pencegahan primer, pencegahan sekunder dan pencegahan tersier.
Upaya pencegahan primerUpaya pencegahan primer termasuk skrining untuk mengetahui frekuensi (angka kejadian) kelainan enzim G6PD di masyarakat yang membantu diagnosis dini karena sebagian besar defisiensi G6PD tidak menunjukkan gejala klinis, sehingga pemahaman mengenai akibat yang mungkin timbul pada penderita defisiensi G6PD yang terpapar bahan oksidan masih belum sepenuhnya dipahami serta disadari yang dapat mengakibatkan diagnosis dini terlewatkan.Masih termasuk pencegahan primer yaitu dengan memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat mengenai kelainan enzim G6PD, termasuk berupa konseling genetik pada pasangan resiko tinggi.
Upaya pencegahan sekunderUpaya pencegahan sekunder berupa pencegahan terpaparnya penderita defisiensi enzim G6PD dengan bahan bahan oksidan yang dapat menimbulkan manifestasi klinis yang merugikan seperti yang terdapat pada tabel III sehingga dapat tercapai sumber daya manusia yang optimal.Sekali diagnosa defisien enzim G6PD ditegakkan, orang tua harus dianjurkan untuk menghindari bahan bahan oksidan termasuk obat obat tertentu, juga harus dijelaskan mengenai resiko terjadinya hemolisis pada infeksi berulang. Selain itu juga perlu dilakukan skrining G6PD pada saudara kandung dan anggota keluarga yang lainnya.
Upaya pencegahan tersierUpaya pencegahan tersier berupa pencegahan terjadinya komplikasi akibat paparan bahan oksidan maupun infeksi yang menimbulkan gejala klinik yang merugikan, seperti mencegah terjadinya kern ikterus pada hiperbilirubinemi neonatus yang dapat menyebabkan retardasi mental, mencegah kerusakan ginjal maupun syok akibat hemolisis akut masif maupun mencegah terjadinya juvenile katarak pada penderita defisiensi enzim G6PD.
ImunisasiBeberapa jenis imunisasi yangdianjurkan bagi penderita defisien enzim G6PD adalah imunisasi hepatitis A dan B. Imunisasi terhadap parvovirus B19 dianjurkan karena infeksi virus ini dapat menyebabkan krisis aplastik pada penderita defisien enzim G6PD. Imunisasi terhadap pnemococcus, meningococcus dan hemophilus dalam vaksin polivalen juga direkomendasikan terutama bagi penderita yang akan menjalani operasi splenektomi.

Defisiensi G6PD merupakan penyakit dengan gangguan herediter pada aktivitas eritrosit (sel darah merah), di mana terdapat kekurangan enzim glukosa-6-fosfat-dehidrogenase (G6PD). Enzim G6PD ini berperan pada perlindungan eritrosit dari reaksi oksidatif. Karena kurangnya enzim ini, eritrosit jadi lebih mudah mengalami penghancuran (hemolisis). Terjadinya hemolisis ditandai dengan demam yang disertai jaundice (kuning) dan pucat di seluruh tubuh dan mukosa. Urin juga berubah warna menjadi jingga-kecoklatan; ditemukan tanda syok (nadi cepat dan lemah, frekuensi pernapasan meningkat), dan tanda kelelahan umum.
Penyakit defisiensi G6PD bersifat genetik dan terkait dengan sifat resesif pada kromosom X. Biasanya hanya ditemukan pada pria pada masa anak-anak, karena wanita umumnya menjadi carrier (pembawa) atau mengalami defisiensi ringan. Wanita memiliki dua kromosom X, maka dari itu gejala defisiensi baru tampak nyata apabila kedua kromosom X-nya bersifat resesif terhadap gen pembawa defisiensi G6PD. Paling sering ditemukan di Afrika, Mediterania, dan Asia Tenggara.
Hemolisis ini dapat dipicu oleh konsumsi obat-obatan. Selain obat-obatan, makanan tertentu juga dapat memicu timbulnya serangan hemolitik pada anak dengan defisiensi G6PD; misalnya kacang fava (fava beans) dan kacang-kacangan tertentu. Berikut ini adalah daftar obat-obatan yang perlu dipertimbangkan pemberiannya pada pasien defisiensi G6PD.


Berisiko sangat tinggi (defisiensi ringan termasuk)
Berisiko tinggi (defisiensi ringan tidak termasuk)
Berisiko jika dikonsumsi dalam dosis tinggi
Arsin
Asetilfenilhidrazin
Betanaftol
Dapson (diafenilsulfon)
Dimerkaprol
Furazolidon
Menadiol-Na-sulfat (vitamin K4 Na-sulfat)
Menadion (menafton)
Menadion-Na-bisulfit (vitamin K3 Na-bisulfit)
Metilen biru
Naftalin
Na-aldesulfon
Na-glukosulfon
Niridazol
Nitrofurantoin
Nitrofurazon
Pamakuin
Pentakuin
Primakuin
Probenesid
Stibofen
Sulfasetamid
Sulfadimidin
Sulfametoksazol
Sulfanilamid
Sulfapiridin
Sulfasalazin
Toluidin biru
Asam asetilsalisilat (aspirin)
Asam nalidiksat
Asam paraaminosalisilat
Asetanilid
Doksorubisin
Fenasetin
Glibenklamid
Kloramfenikol
Klorokuin
Kuinakrin
Siprofloksasin (adult only)
Sulfafurazol
Aminopirin
Antazolin
Antipirin
Asam askorbat (vitamin C)
Asam paraaminobenzoat (PABA)
Benzheksol
Difenhidramin
Dopamin dan L-dopa
Fenilbutazon
Fenitoin
Fitomenadion (vitamin K1)
Isoniazid (INH)
Klorguanidin
Kolkisin
Kuinidin
Kuinin (kina)
Norfloksasin (adult only)
Parasetamol
Pirimetamin
Proguanil
Prokainamid
Streptomisin
Sulfadiazin
Sulfaguanidin
Sulfamerazin
Sulfametoksipiridazin
Sulfasitin
Sulfisoksazol
Triheksifenidil
Trimetoprim
Tripelenamin
(hnz)Sumber: www.g6pd.org
G6PD, Moms mungkin bertanya-tanya saat membacanya. Memang istilah ini belum terlalu familiar. G6PD merupakan kepanjangan dari Glucose 6 Phosphate Dehydrogenase (G6PD).
G6PD termasuk salah satu enzim yang berperan membantu tubuh untuk membentuk karbohidrat dan mengubahnya menjadi energi.
“G6PD juga berfungsi melindungi sel darah merah dari bahan-bahan yang mungkin dapat membahayakan jika seseorang mengonsumsi obat-obat tertentu atau ketika tubuh terkena infeksi,” jelas dr Putri Mirani SpOG, Staf Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan.Defisiensi G6PD sendiri adalah suatu keadaan dimana tubuh tidak memiliki cukup enzim G6PD yang dapat membantu sel darah merah berfungsi normal. Terdapat lebih dari 300 varian genetik dari defisiensi G6PD yang dikelompokkan menurut aktivitas enzimnya. Dua varian terbanyak adalah G6PD A yang gejalanya lebih  ringan dan G6PD B (G6PD Mediterranean) yang derajatnya lebih berat.

Apakah vitamin aman bagi mereka?
Secara umum dapat dikatakan relatif aman, asalkan tidak melebihi angka anjuran asupan harian. Di Amerika Serikat, batas aman konsumsi vitamin C harian untuk anak berumur 10 tahun adalah 1200 mg dan untuk dewasa adalah 2000 mg. Laporan kasus hemolisis pada penderita defisiensi G6PD yang mengkonsumsi vitamin C pernah ada, namun hemolisis terjadi pada konsumsi dalam dosis melebihi anjuran. Demikian pula dengan vitamin K, dilaporkan hemolisis baru timbul setelah pemberian dosis yang sangat besar. Pernah dilaporkan pula bahwa vitamin E dapat membantu memulihkan hemolisis pada penderita defisiensi G6PD, dengan dosis 400-800 IU per hari; namun pemulihan tidak bersifat total.
Dampak pada kehidupan sehari-hari
Selama hidupnya, penderita defisiensi G6PD wajib membawa daftar obat yang harus dihindari dan harus diwaspadai; ke manapun ia pergi. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi kedaruratan, di mana daftar semacam ini dapat menjadi tanda pengenal bagi dokter ataupun paramedis bahwa orang tersebut menderita defisiensi G6PD.
Dampak sosial terpenting dari seorang penderita defisiensi G6PD adalah bahwa penyakit ini dapat diturunkan ke anaknya; meskipun kemungkinan penyakit tidak diturunkan pun tetap ada. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.
Di Amerika Serikat, penderita defisiensi G6PD mendapat perhatian khusus dalam militer, baik angkatan darat, angkatan laut, maupun angkatan udara. Seluruh anggota angkatan darat Amerika Serikat yang diterjunkan ke daerah endemis malaria diwajibkan memasang label bertulisan “G6PD deficient, no primaquine”.
G6PD ini bawaan dan tidak bisa hilang ( katanya..saya jg blm tau..hee ). Selama ini setahun ini azka Alhamdulillah masih full asi dan aq pernah coba2 : 
1. campurin makanannya azka sama air kacang hijau. trnyata gpp gak ada masalah.
2. Waktu setahun azka panas, katanya gak boleh parasetamol, aq kasih trnyata gak ada masalah dan azka panasnya turun. 
3. Azka awalnya gak dikasih pewangi pakaian di bajunya, tapi pas umur 6 bulan bajunya q campur sama pewangi dan trnyata gpp gak lemes dan gak ada biru2 juga di badannya. 
4. Imunisasi juga selama ini lancar dan gak ada masalah. Itu kejadiannya di azka, mgkn krn G6PD nya gak rendah banget atau gmana jg gtau. nnt coba aq tanya lagi ke dsa nya waktu imunisasi. 

Rabu, 20 November 2013

Azka 12 bulan ( 1 tahun )

Alhamdulillah azka sudah 1 tahunh..selamat ulang tahun sayang...inget setahun yang lalu km mama lahirkan.penuh perjuangan dan air mata.sekarang km udah besar dan lucu.hikzz..terima kasih Ya Allah telah kau berikan azka padaku. sekarang makannya mulai 3 kali sehari dan 2 kali makan..makannya masih blenderan..hikz...tp sekali makan bisa 150ml bubur blender..wow..lumayan jg..heee

Ultahnya azka undang temen2nya..hemmh kebetulan temennya gak banyak jadi undang ke McD aja..skedar info beberapa paket ultah di restoran fast food :
1. Mcd
    setiap mcd beda2..ada yang minim 30 anak dan paketan termurah mulai 30ribu, aqpake paketan yang per anak 32,5 tp tasnya besar dan bisa diisi makanan trus tempatnya gak di surabaya tapi di waru, kl disby mahal dan di waru bisa cuma 20 orang jadi lebih hemat.heee. dan aq cek di web kok gak sama ya harganya..hemmh..cm dapet tempat, tas dan menu paketan ayam buat anak aja. kl mau foto dll tambahan, kue nya mulai 150rb. azka gak pake apa2 udah itu aja..kue jg kecil..heee..
2. KFC
   Min 30 anak dan paketannya 30ribu per anak. dapetnya menu makanan dan paketan tas. bisa dicek di webnya kfc
3. Hokben
   Blm sempet survey lihat dari webnya aja kok mahal bener ya..*menjauh perlahan

Ini foto azka waktu ultah..rada cemberut soalnya waktunya pas jamnya bobo..jam 9 sampe jam setengah 11. jam setengah 9 sdh ada yang dateng tapi belum siap apa2..namanya azka jg gak ditulis gak kyk di mcd lain ada tulisan selamat ulang tahun gt. mana MC, yang siapin makanan dan paketan itu 1 orang jadi kebayang repotnya orangnya..hemmhh...


Oia azka sudah bisa jalan langkahnya sudah banyak tp kadang masih jatuh2 gt..heee...gpp nak belajar ya..untungnya kl dia jatuh masih mau nyoba berdiri dan jalan lagi

ini muka lucunya waktu lagi main..hemmmhh..gemesnya mama kaakk....


Azka 11 Bulan

Horay..Alhamdulillah azka sudah 11 bulan beratnya udah 11,5 kilo naik 300gram..lumayan lah. sudah mulai berdiri tegap dan jalan selangkah. makannya sudah mulai dicoba 3 kali sehari dan 2 kali camilan. Bulan ini udah ada ART jadi ada yang bantuin jaga azka kl lagi ditinggal kerja. ASI 200ml sehari 8 jam ditinggal kerja. bobonya mulai berkurang jadi 2 kali sehari. sisanya maiiinnnn...

Azka 11 bulan pertama kali jatuh, kepeleset..haduww kawatirnya minta ampun..tp selama gak panas, gak rewel, gak muntah dan gak ada benjolan gak ada masalah. seneng banget bongkar2 ngeluarin barang dan seneng sama suara2..kl ada mainan dilihatin aja mainannya trus dieem lama..tp kl disuruh lihat tv gak mau lama..sebentar udah minta mainan lagi.

Azka ditinggal ayahnya 4 hari ke lombok..azka kan lengket bangeet sama ayahnya mg2 aja gak rewel..ternyata azka gak rewel..bisa bobo enak sama mama..tp kl malem ditelponkan ayahnya senengnyaaa sampai hape direbut sama dia..hemhh.. gantian kakk....azka juga suka mainan di mall yang sekali main bayar cuma 20rb ( heee...) senengannya main masak2an.kl ada peralatan masak seneng banget..udah lupa makan sama bobo kl main disana.

Oia Alhamdulilah, azka menang lomba bayi sehat sama foto ceria..senengnya *yang seneng emaknya soalnya dulu gak pernah dapet beginian..haaaaaaa

Tetap sehat dan ceriaaa ya sayang..cuppp..

Azka 10 Bulan

Horay...azka sudah 10 bulan..makin banyak tingkahnya..makin banyak juga makannya..dan aq semakin galau krn blm dapet ART..huaaaa..beratnya azka 10,2 kilo. hemmh lumayan lah, tp gak keliatan endut banget. kl digendong baru krasa..mantaffff

Azka udah jalan tapi masih pegangan..kl orang jawa bilang trantanan, udah sering minta dititah sambil lari.wahh pungung maknya mulai kerasa nih pegelnya. azka mulai susah makan, dikasi makanan biasanya dihaluskan nggak mau, hemmhh jadi bingung, ahirnya pake cara2 :
1. Makan waktu dia laper banget
    Awalnya trik ini berhasil, tapi nggak lama krn makanannya nggak cocok dan memang malas makan jadi tetep tutup mulut rapat2
2. Makan metode BLW
    Awalnya mau makan sambil dipegang dimasukin ke mulutnya, tp cuma kentang kukus 2 biji aja per sekali makan abis gitu nggak mau lagi. Dicoba lainnya wortel kukus, ayam fillet kukus juga cm dimakan sedikit aja.
3. Minum Jus sayur
    Nah ini yang mulai berhasil, sayur dan buah di jus azka suka banget. diminum sampai habis. tapi krn doyan jadi gak mau makan, maunya minum trus..hemmhh gpp buat selingan sambil putar otak lagi.
4. Makanannya dicampur santan atau mertega yang unsalted
    1 sampai 5 suap mau, setelah itu gerakan tutup mulut mautttt...
5. Makanannya dicampur sama bubur instan
    nah ini baru mau..makannya jadi banyak. bubur yang dibuat dicampur baru mau ( mungkin salah aq waktu mudik krn laper aq kasi bubur instan soalnya gak bawa persiapan mpasi dijalan dan azka sudah rewel ). Terpaksa pake metode ini sampai intensitas bubur instannya berkurang dan mulai suka makan seperti biasanya.karennaa kesenengan makan bubur instan, jadi dehhh makannya yang awalnya bertekstur jadi lembuutt dan minta yang blenderan..wadawwww...gpp deh nak daripada km gak makan jadi susah mama..hikzzz..

10 bulan ini azka ikut ke jakarta ada acara kawinan. Bangun pagi pake kostum tuxedo ( baru beli langsung soalnya cari di sby susahnya ) ternyata setelah berapa lama di sby ada harganya lebih murah lagi..wakkakakakaka langsung guling2. Untungnya aq bawa ART yang harian dari surabaya buat jagain azka waktu aq ikut acara kawinan jadi bisa jadi panitia sekalian ngecek azka. berbagi tips kl ajak baby kawinan terutama kl kita jdi panitia :
1. Minta bantuan atau ambil ART harian
    Nah ini memudahkan kita buat jadi panitia dan tetap bisa merawat si kecil. soalnya kan kawinan lama dari pagi sampai siang, kl ada yang bantuin enak bisa gantian trus baby juga bisa istriahat dan kita juga tenang.
2. Pakaikan baju yang nyaman
    Azka pake baju tuxedo gt. udah panas, ribet, ahirnya rewelll soalnya kelamaan pakenya dan jalannya gak lincah berlapis2..kl nggak lama ya gpp tp kl udah lama lebih dari 1 jam lebih baik dikasi baju ganti yang nyaman dan tidak panas.
3. Bawa makanan dan minuman
    Walaupun ada makanan dan minuman di kawinan tp seumur azka 10 bulan blm bisa makan makanan orang dewasa, jadi bawa  bubur sama minum susu dan air putih dari rumah.
4. Bawa ganti pampers dan baju
    krn acaranya lama, jadi pas waktunya azka mau bobo diganti dulu pampers dan bajunya. jangan juga dibawa di angin2 atau jalan2 kena angin terlalu lama. kl mau bobo di ruangan yang tidak panas tp juga tidak terlalu banyak anginnya.

Nihh...azka waktu ikutan kawinan sodara..heee..narsis dulu ahhhh


Yang ini waktu rewel mau bobo tp gbsa soalnya bajunya panas...huuuuu kasian azkaa..maapin mama ya sayang...

di usia 10 bulan ini azka makannya 2 kali makan dan 2 kali selingan, ASI sesukanya.bobonya 3x sehari 30 menit sampai dengan 1 jam sekali bobo. udah trantanan dan ngoceh 1 kata aja mammaamama..heee gemeezz dehh..minum ASI kl ditinggal kerja habis 2 ssampai 3 botol @100ml ditinggal 8 jam kerja

mama Love u azkaaa..muacchhh

 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design