Daftar Kategori Blog

Jumat, 05 Desember 2014

Pentingnya Sertifikat Keahlian di Jaman Sekarang

Di era sekarang banyak lulusan S1 bahkan S2 yang susah banget cari kerja. kl ada modal bisa buka usaha sendiri. kalaupun kerja kadang gak sesuai sama bidangnya eman kan jadinya udah kuliah mahal2 kerjanya gak sesuai.

Pengalaman dari proyek yang dikerjakan pelayanan teknik di PLN. sekarang memang setiap orang dituntut harus punya sertifikat keahlian. staff teknik yang melayani pelayanan teknik PLN aja ada sertifikatnya dan kl mau kerja harus punya itu dulu walaupun cm lulusan stm aja. jadi yang dilihat adalah sertifikatnya, walaupun lulusan S1 tapi gak ada sertifikat percuma juga tidak akan digunakan. memang membuat sertifikat itu tidak murah, tetapi kl kita bisa manfaatkan setifikat itu sebaik mungkin bisa menjadikan penghasilan yang luar biasa. Ada cerita tukang las yang dibayar 2.000 dollar sebulan belum lemburnya krn dia ada sertifikat las.
Ini artikelnya 

KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan perlu memperhatikan ini. Sama-sama menjadi tenaga kerja di luar negeri, tukang las Indonesia ini dicari dan dihargai. Berbeda dengan buruh migran perempuan yang banyak menyimpan cerita nestapa, para tukang las pulang dalam kehormatan dan kantong penuh dollar.
Padanan dalam bahasa Indonesia memang tukang las, tetapi dalam dunia industri mereka lebih dikenal sebagai welder. Pekerjaannya mengelas berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak dan pipa tambang. Inilah yang membedakan mereka dengan buruh migran lainnya. Dengan keahliannya mengelas, para welder punya posisi tawar luar biasa.
"Watak welder itu keras-keras. Kalau perusahaan ingin kami mengerjakan proyeknya, ya, ikuti cara kami. Kalau tidak cocok, silakan cari tim welder lain," kata Supriyadi menceritakan pengalamannya.
Usia 31 tahun, investasinya sudah beragam, termasuk kebun dan rumah. Selesai mengerjakan proyek di Malaysia, tahun 2011 ia berangkat ke Papua Niugini.
"Gaji saya 2.200 dollar AS sebulan, belum termasuk lembur," ujar ayah tiga anak ini. Baru bekerja delapan bulan, ia pulang karena mendapat tawaran lebih menarik di Makassar, Sulawesi Selatan.
Waktu di Papua Niugini, Supriyadi menjadi welder terbaik. ”Dia itu mengalahkan welder dari Thailand, Filipina, India, dan Kolombia,” ujar Ridwan Nawing (38), rekan satu tim.
Ihwal kualitas, Mujahiddin (37) bercerita, ketika mengerjakan proyek pembangkit listrik Paiton di Jawa Timur, beberapa tahun lalu, hasil tim welder Indonesia lebih baik daripada tim welder Jerman. Begitu diperiksa dengan sinar X, pekerjaan tim Jerman ditolak karena kurang rapat.
Tiga serangkai itu kini berupaya memajukan Ikatan Welder Bontang (IWB). Supriyadi menjadi ketua dengan Ridwan sebagai bendahara I dan Mujahiddin di divisi sumber daya manusia. Awal November lalu, mereka bersemangat cerita di sebuah warung seafood di Bontang, Kalimantan Timur, berlanjut di Wisma Tamu PT Badak LNG hingga larut malam.
Tuan rumah
IWB berawal dari keprihatinan hanya bisa menjadi penonton setiap proyek pembangunan di Bontang. "Lokasi industri memang di Bontang, tetapi para tenaga kerjanya direkrut dari Jawa," ujar Mujahiddin.
Begitu banyaknya tenaga kerja dari luar Bontang membuat tenaga kerja lokal susah mendapatkan kesempatan kerja. ”Kalaupun diterima, gaji kami yang lokal lebih rendah dan tanpa fasilitas,” ujar Mujahiddin.
Maka, pada 2003, Ahmad Yatim—kini 54 tahun—merintis pendirian IWB untuk memperbaiki posisi tawar para welder lokal. IWB juga berupaya meningkatkan keahlian anggota dengan mengajukan proposal pelatihan ke PT Badak LNG. Inilah yang berkembang menjadi sertifikasi migas bagi para welder, bekal berharga melanglang buana.
Dalam industri dikenal berbagai sertifikasi untuk welder, di antaranya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk industri geotermal, sertifikasi dinas tenaga kerja (disnaker) untuk petrokimia, dan sertifikasi migas untuk migas. Para welder wajib bersertifikat karena proyek-proyeknya berisiko tinggi.
"Welder itu memberikan garansi seumur hidup. Kalau ada tangki yang saya las 15 tahun lalu pecah, saya masih harus bertanggung jawab," papar Mujahiddin, bapak dua anak.
Dengan bantuan PT Badak LNG, para welder yang hendak mengikuti sertifikasi diseleksi. Yang memenuhi kualifikasi difasilitasi ujian sertifikasi, yang kurang mendapat pelatihan di bengkel kerja PT Badak LNG tanpa biaya.
Menurut Staf Khusus Direktur dan COO PT Badak LNG Kuswana, proses sertifikasi migas perlu pendampingan karena tidak bisa dilakukan perorangan dan biayanya mahal, Rp 25 juta per orang. "Perlu seleksi dan pelatihan agar saat ujian tidak ada yang gagal," katanya.
Sertifikat berlaku tiga tahun. Untuk sertifikasi ulang, bantuan hanya berupa koordinasi. "Mereka, kan, bisa mendapatkan pekerjaan di mana-mana dan gajinya besar," ujar Kuswana.
Di Jawa Tengah, PT Holcim Indonesia-Plant Cilacap juga membantu para remaja mendapatkan sertifikasi welder dari disnaker. Bekerja sama dengan balai latihan kerja industri (BLKI), perusahaan ini membantu biaya dan pelatihan sebelum ujian.
Dengan prioritas kelompok rentan—antara lain anak nelayan—yang diseleksi dari 19 kelurahan, peminat sertifikasi 3G untuk kelas biasa ini mengular dalam antrean. PT Holcim juga membantu sertifikasi disnaker untuk profesional, minimal lulusan sekolah menengah kejuruan, untuk mendapatkan sertifikat 6G yang biayanya dua kali lipat, Rp 8 juta per orang.
Sepanjang 2014, sudah 80 orang lulus sertifikasi. Sebagian besar terserap industri hingga ke Jakarta. Welder memang telah menjadi profesi yang menggiurkan.
Berdaya saing
Kini, anggota IWB sudah 200 orang. Dari jumlah itu, 120 orang sudah memegang sertifikat disnaker dan 80 lainnya bersertifikasi migas. Setiap kali ada proyek, IWB yang bernegosiasi dengan perusahaan.
Anggota IWB rata-rata pernah bekerja di luar negeri. Ada yang bekerja di Uni Emirat Arab, Thailand, Rusia, bahkan di Libya. "Saat ini empat anggota IWB bekerja di Rwanda," ujar Supriyadi.
Para welder umumnya memulai karier dengan menjadi helper atau asisten welder. Di Bontang, gaji awal mereka Rp 2,4 juta sebulan. Meningkat menjadi welder, gajinya Rp 3,2 juta-Rp 4,7 juta, tergantung dari tingkat keahliannya. Mujahiddin pernah mendapat gaji Rp 10 juta di perusahaan lokal. ”Kalau lembur, lebih banyak lagi,” katanya.
Tidak mengherankan apabila Ridwan enggan berangkat ketika ada agen tenaga kerja menawarkan pekerjaan di Dubai dengan gaji Rp 6 juta. Agen memang sangat merugikan karena bayaran tak sampai setengahnya dibandingkan dengan bernegosiasi langsung dan tidak ada lembur.
Padahal, perusahaan asing senang dengan para welder Indonesia karena cermat, tangguh, dan jarang mengeluh. Mereka juga lebih suka menabung daripada kumpul-kumpul dan minum-minum. Maka, kehadiran organisasi menjadi penting untuk meningkatkan posisi tawar, membangun jaringan, dan meningkatkan kemampuan. Supriyadi dan kawan-kawan sudah merintisnya.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/12/05/14000011/Tukang.Las.Indonesia.Mendunia

Sekarangpun kl ada tender pekerjaan mengharuskan tenaga tekniknya memiliki sertifikat keahlian. buat urus SBUJK saja perlu 2 sertifikat keahlian untuk penanggung jawab teknik dan penanggung jawab klasifikasi. ada juga tenaga teknik terampil. kl di teknik listrik perlunya tenaga listrik yang bisa tegangan rendah dan menengah dan juga keselamatan kerja. krn wajib sekarang ada itu jika mau garap proyek kelistrikan. 

itu cuma di kelistrikan aja. di bagian lain kemungkinan besar juga sama. kl mau jadi auditor harus punya sertifikasi keahlian walaupun sudah lulus S2. memang sekarang jamannya banyak2an sertifikat daripada sekedar mengejar gelar. yang dilihat adalah keahlian bukan jenjang pendidikannya. saya lulusan statistik tapi kl mau jd konsultan mesti punya sertifikasi seperti balanced scorecard, six sigma dll walo di kampus dulu saya juga diajari. tp orang lebih percaya sama sertifikat keahlian krn lebih spesifik. 

Banyak lembaga2 yang memberikan sertifikat keahlian. kl di kelistirikan ada APEI yang mengeluarkan sertifikat keahlian SKA untuk tenaga teknik madya, muda atau utama tergantung jenjang pendidikan dan pengalaman kerja. sertifikat K3 bisa dari APEI atau konsultan manajemen lainnnya. 

so..sekarang bagi yang pencari kerja atau masih kuliah bisa dipikirkan sertifikat keahlian sebagai tambahan nanti kl mencari kerja. seetifikat las saja bisa digunakan untuk mencukupi kehidupan dan mencari uang kl kita memang mau berusaha..semangatt !!!!!!!!!!!! 

0 komentar:

Posting Komentar

 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design