Daftar Kategori Blog

Minggu, 01 Agustus 2021

Review Buku Bestseller Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang : Jeong Moon Jeong


Saya mengetahui buku ini dari IG Story dr Citra, dokter anak dari Riau. Menarik nampaknya dan harganya juga terjangkau ahirnya saya membelinya. Dalam buku ini, inti yang saya dapat yaitu jangan baper, berusaha cuek tetapi tetap berempati. Kalau kata gampangnya, main cantik aja. Selain biar orang sadar kesalahannya dan kita tetap santun. Mantep kan. Di buku ini ada 4 bab yang disetiap bab juga ada cerita yang membuat kita berfikir agar tetap menjadi diri sendiri dan jangan baper. 

Bab 1 tentang Jangan Menjadi Orang Baik. Sekilas loh, orang baik kan bagus ya, kenapa kok tidak boleh? Baik disini yang tidak tegas dan terkadang kita sungkan untuk mengutarakan. Utarakan saja tidak apa - apa. Terkadang ada kejadian masa lalu seperti yang tidak mendapatkan kasih sayang masa kecilnya, selalu disalahkan dan bergantung pada penilaian orang sehingga tidak percaya diri dan merasa dirinya tidak dicintai. itu salah dan harus dirubah harus menjauh. Semua orang hidup dengan masalahnya sendiri. Tidak mengutarakan pendapat juga sesuatu yang salah dalam sebuah hubungan walaupun intinya kita tidak ingin memulai masalah. Jangan takut jika tidak ada yang tidak suka padamu selama kamu tidak menjatuhkan orang lain. 

Quotes menarik Carilah jawaban apa yang sebenarnya kau inginkan bukan apa yang kau inginkan." 

Bab 2 menceritakan tentang Jangan Bersikap Pasrah. Apa yang tidak ingin kau lakukan, tetap jangan kau lakukan walau orang lain berkata itu berguna. Jangan menilai sesuatu itu mustahil hanya karena kita tidak mengalaminya sehingga empati itu diperlukan. Lebih baik diam saat kau tidak tahu. Setiap orang itu unik dan jangan mainkan satu peran agar dapat pengakuan orang lain. Hormati dan jangan merendahkan selera orang lain. Kembali menghadapi dunia ini. 

Quotes menarik " Orang yang bahagia tidak akan menuntut pengakuan dari orang lain, karena mereka sudah puas dengan diri mereka sendiri" 

Bab 3 menceritakan cara mengekspresikan diri. Ada beberapa cerita menarik di bab ini seperti bab lainnya yang menggugah dan membuat kita tersadar akan pentingnya mengatakan apa yang ingin kita katakan. Saat kita ragu, tinggalkan dan nantinya akan menemukan jalan terbaik. Anda berhak punya ruang pribadi, saat tidak nyaman berinteraksi dan berkomunikasi, bisa manfaatkan ruang pribadi itu dengan menyudahi komunikasi. Belajarlah menolak tegas dengan cara yang sopan secara langsung karena jika merasa tidak enak,orang akan terus meminta bantuan walau tahu itu tidak pantas. Kalau memang ingin memberi hadiah dan bantuan, lakukan dengan tulus dan jangan berlebihan. Saat tidak nyaman, tertawa bisa membantu. 

Quotes menarik " yang terpenting adalah apa yang kupikirkan tentang diriku, bukan apa yang dipikirkan dunia tentang diriku. Terus berfikir bahwa kita berharga dan suatu saat kita juga akan meyakini itu"

Bab 4 menceritakan agar tidak terpengaruh komentar negatif sehingga kita tidak terluka dan kita tidak terpengaruh orang lain. Cek komentar itu, jika bukan perhatian lebih baik diabaikan. Terkadang perlu mendiamkan orang yang ikut campur. Kecemasan itu perlu dikendalikan. Atasanmu bukan mentor hanya karena dia usianya lebih tua. Cari teman diluar lingkungan pekerjaan. Carilah seseorang yang bisa membuatmu tertawa. Hindari 3 orang ini : 
1. Orang yang membuat kita seperti tempat sampah.
2. Orang yang egois tidak mau berubah, tidak punya empati. 
3. Orang yang mengkritik orang tanpa ragu dan jika dikritik marah

Quotes menarik " Kecemasan tentang masa depan, rasa iri karena ingin menjadi orang lain, kekecewaan pada diri sendiri , keinginan untuk dicintai dan luka lama dari masa kecil terus menghantui. Jika memandang ke sekeliling, kita akan sadar orang lain punya kehawatiran yang sama" 

DI bab 5 bab terahir ini yaitu jika kita bertemu dengan orang yang kasar, kita menghadapinya dengan 3 cara yaitu bisa dengan mengingatkan, menegaskan,  memberikan respon yang tulus juga diam dan yang terahir dengan humor alami. Janganlah kita buang waktu tidak berguna karena kita harus bahagia. Tetapkan kriteria hubungan antar manusia dan diperiksa rutin. 

Setelah membaca buku ini sampai habis, saya jadi mulai memfokuskan diri dengan kekuatan saya. Mengevaluasi kembali teman - teman saya dan belajar mengungkapkan dengan kata - kata yang sopan juga tetap berempati dengan orang lain. Dewasa itu bisa memilah milih teman, tegas dalam bertindak,  bisa pede dengan diri sendiri dan bahagia menjalani hidup ini. Lupakan masa lalu anggap itu goresan yang ada tetapi tidak menganggu. 

Buku ini worth it untuk dibeli. selain cerita - cerita didalamnya mengandung makna, setiap bab bisa membuat kita merasak tertampar dan mengintrospeksi diri agar menjadi orang yang lebih bahagia dengan menjadi diri sendiri. 

Senin, 26 Juli 2021

Menggugah Empati Menggugah Kepedulian Saat Pandemi

Banyaknya kasus covid di minggu ini membuat kita berfikir, ayolah protokol yang benar. ayolah menjaga sesama. ayolah membantu sesama. ada 2 cerita yang ingin saya angkat saat ini yaitu cerita nyata teman saya yang tidak percaya covid bahaya dan dia sendiri meninggal covid dan satu lagi yaitu dilematis di masyarakat soal imun, tetapi menagabaikan orang lain.

Teman saya anggap aja namanya Z. Z ini awalnya panik karena covid. Lama2 terpengaruh angin semu oknum. Ahirnya dia tidak panik karena ada alasan yang dibawa oknum ini, yang menurut dia masuk akal secara logika walau bukan logika ilmiah. Agar tenang, dia menolak kebenaran ilmiah dan menggunakan logika pribadi. Sejuta alasan dilontarkan agar dia tenang dan aman. Dengan kejadian yang tidak pernah menimpa keluarganya, makin merasa amanlah dia. 

Ahirnya malah pake masker sembarangan tidak benar. Anak2nya tidak diajarkan pakai masker. Dia yakin kalau kena akan baik2 saja selama istirahat. Intinya covid tidak lebih dari sekedar flu biasa kl cepat istirahat. Nggak ada namanya viral load. Kalau ada yang meninggal, dia berkoar2 mencari segudang alasan mulai komorbid, ventilator, stress, imun rendah masuk angin, diet sampai yang heran dengan alasan main hape bisa meninggal.

Dia menertawakan apa itu OTG? Orang penyakit baru kok kyk paham. Dia ketawa dengan santainya. Bilang kalau meninggal ventilator, stress atau main Hape. Bahkan bagi dia OTG tetap harus kerja. Dia setuju kalau nakes OTG ya kerja aja. Dia membolehkan staffnya tetap masuk walau sakit. Pilek pakai tissue dan tangannya pegang kemana- mana. Bersin sembarangan padahal ruang ber AC alasan dia alergi dan tidak pakai masker kalau didalam ruangan ber AC asal bisa jaga jarak. Masker tidak penting selama bisa jaga jara walau didalam ruangan bagi dia. 

Saat dirinya diruangan bisa jaga jarak, ada 1 ruangan lain ber 6 dengan luas ruangan yang sama dg dia, dia biarkan dg alasan kl sakit langsung bedrest akan sembuh. Kalau sampai meninggal ya telat bedrest sama main hape ditambah stress.

Maskernya, kadang benar, kadang nggak diganti jelas terlihat dari bercak basah dan kotoran juga serabut yang keluar dari maskernya. Minta sabun cuci tangan saja tidak dikasi harus dikamar mandi dan tidak ada desinfeksi ruangan rutin.

Dia bisa mempengaruhi orang lain biar ketenangan semu. Di ruangan tertutup pada lepas masker ketawa ketawa sampai sekantor jadi abai termasuk pimpinanya juga. Baginya covid tidak bahaya,kalau meninggal akan ada 1000 alasan yang dianggap dia masuk akal agar apa??? agar dia tenang.

Endingnya, ternyata si Z ini punya komorbid yang tidak terkontrol, diobati tanpa ahli hanya berdasar youtube dan browsing internet. Pas periksa, makin parah. ahirnya sesak, saat meninggak terkonfirmasi positif. Gimana lha ke rs saja protokolnya kurang karena dia anggap biasa si covid ini. Penyakitnya dia saja yang parah dianggap biasa saja. Mana tahu dia protokol yang benar dan disiplin apalagi viral load saja dia tidak paham. 

Heboh sekampung kr rs tapi tetap tidak bisa dan hasilnya pasti positif. Walau sudah diprotokol pemakamannya, se kampung juga sama pikirannya. Walau salah satu anaknya bergejal, tidak bilang kalau covid. Tetap tamu datang. Makin takabur keluarganya karena mengatakan bahwa meninggalnya bukan covid karena tidak ada yang sakit, tertular dan meninggal setelah kematiannya. padahal sapatau dia nularin dan g ketahuan dan tetap dzolim karena tidak jujur. Kasihan juga si Z ini karena sudah sakit, diobatin sendiri via youtube, tambah parah, kena covid juga ahirnya meninggal. Keluarganya bilang karena komorbidnya. 

Ternyata cerita begini tidak cuma saya saja yang alamin. Banyakkk diluar sana yang takabur, abai dan meremehkan. Saat kena jg blm tentu sadar. Keluarga juga blm tentu jujur. 

Makanya, jangan denial. Ikuti nalar ilmiah, jangan kebawa hoax atau narasumber yang tidak ilmiah. Jaga diri, jaga imun dan jaga keluarga. Penyesalan akan selalu datang terlambat. Cari komunitas pendukung dan jangan dzolim karena hal buruk yang kau remehkan bisa saja menjadi pemberat timbangan burukmu di akhirat tanpa kau sadari. 

Kedua, saya akan membahas perkataan beberapa orang :

1. Meninggal itu takdir, semua orang bisa mati, malaikat tidak akan salah cabut nyawa. 

Tapi, PPKM dipanjangkan protes dg alasan susah cari makan, lha katanya takdir, percaya Allah kok malah tanya begini dg alasan kita ihtiyar. Lha prokes apa ya ihtyar. 

Ada ambulance lewat panik, lihat berita kematian panik. Tapi bilang malaikat tidak akan salah cabut nyawa. Lha kl km stress, panik kl malaikat blm cabut nyawamu ya ngapain panik. pede aja lagi. 

2. Minum A pasti cepat sembuh, Makan B pasti langsung negatif.

Penelian memerlukan tahapan pre klinis dan klinis untuk mengetahui dosis, efektifitas, cara kerja dan efek samping. Kalau testimoni itu blm bisa dijadikan rujukan. Salah - salah malah bahaya. Harus hati - hati. walau nantinya kl diteliti mmg terbukti, tapi tetap wajib diteliti dahulu.Imun orang beda2. cocok di satu orang belum tentu cocok di orang lain.

3. Meninggal karena komorbid itu wajar

Orang komorbid kalau terkontrol, hidupnya akan lama. Sakit jantung dengan treatment bisa 10 tahunan lebih. Jantung + Covid meninggal cepat atau perburukan. Malah masuk angin imun turun bisa meninggal. haloooooo dulu aja masuk angin minum madu jahe aman, nih ada orang masuk angin bisa meninggal yang salah masuk angin apa covidnya?? situ sehatt

4. Melihat berita kematian, anak2 jadi yatim dan piatu, kehilangan kelurarga, kehilangan orang tua bikin panik imun turun stress.

Harusnya kalian lihat ini juga agar jadi tidak abai. Ada orang lain yang akan beresiko jika kamu menularkan kepadanya. Akan ada anak yang kehilangan orang tuanya. Akan ada orang tua yang kehilangan anaknya. Akan ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Disiplin dan benarkan protokolmu agar kamu tidak menulari orang lain. Kamu siap sakit siap meninggal silahkan saja, selama kamu tidak menulari dan dzolim sama orang lain apalagi dengan sengaja sampai orang lain meninggal. Jangan karena itu bukan keluargamu, kamu sesuka hati berkata tanpa memikirkan dampaknya.

5. Menjauhi orang isoman.

Orang isoman wajib ditolong karena di adalah pahlawan komunitas. dia adalah pelindung sesama. karena dia isoman, dia melakukan tanggung jawabnya tidak menulari orang lain. Harusnya dia diberikan penghargaan bukan malah dijauhi.

Ayolah kita sama2 prokes, sama2 mengedukasi agar orang semakin paham pentingnya prokes. Janganlah kita abai dan membuat orang terpapar. Belajarlah hal nalar ilmiah agar lebih terpercaya dan aman. 



#empatipandemi
#covid19indonesia
#isomanindonesia
#berbagisesamapandemi

Senin, 12 Juli 2021

Mitigasi Resiko Pandemi Covid ala Emak

 1,5 tahun pandemi berlalu. Kali ini malah mulai gelombang ke dua dengan varian delta. Sudah ada lagi varian lambda. Sebagai emak - emak dirumah yang bukan nakes,tetapi ingin paham dan agar makin waspada, namanya emak - emak juga harus belajar juga ini karena kalau ada apa - apa, emak - emak ini juga garda depan. Salah satu bakat saya di Tallents Mapping adalah INPUT, apa itu?? Input adalah bakat kemampuan dalam mengumpulkan informasi ditambah dengan bakat ANALYSIS yaitu menganalisis sesuatu, nampaknya 2 bakat ini kepake juga nih buat mitigasi resiko selama pandemi ala emak. Simple dan padat juga bisa berbagi kepada sesama yang memerlukan info. 

Tips Mitigasi Resiko ala Emak selama Pandemi dibagi 4 yaitu resiko sakit / Covid, Resiko Stress yaitu Mindfull, Resiko keuangan dan resiko parenting yaitu soal pembelajaran anak .

A. Resiko Sakit / Covid

Mitigasi resiko keluarga kecil jika sakit entah itu covid atau lainnya yaitu : 

1. Preventif.

- Lakukan pencegahan dengan cara memakai masker ( Masker harus fit, masker dobel kain+medis atau masker medis kf94/kn95. anak2 pakai masker medis dan face shield kalau keluar rumah ). Sering cuci tangan dan batasi keluar rumah. Awasi anak - anak. 
- Bersih - bersih setelah keluar rumah. 
 - Lakukan peningkatan imun. Makan makanan bergizi, olahraga, istirahat cukup, minum supplemen. Saya supplemennya mix medis herbal ( Multivitamin dengan Zink + Madu + VCO + Probiotik ). Minum jahe anget sebelum tidur. 
- Tidak keluar ditempat keramaian dan menghadiri acara dengan banyak orang
- Tidak menerima tamu tanpa protokol dan dalam waktu lama

2. Treatment

Kalau sakit, langsung berobat dan istirahat, punya list penting dalam treatment entah covid atau tidak yaitu diantaranya : 
- No RS Rujukan Covid dan non rujukan covid  Suarbaya dan sekitarnya
- Kontak Satgas Covid, Ambulance, RT/RW
- Kontak Oksigen dan pengisian oksigen surabaya dan sekitarnya
- List Perlengkapan isoman dirumah
- List Perlengkapan saat kerumah sakit
- Kondisi yang dipantau saat isoman
- Obat - obatan pendukung 
- Treatment agar lekas pulih ( Senam + Berjemur dsb )
- No tlp dokter / Telemedicine  rumah sakit / klinik
- No tlp apotik 
- No tlp plasma covalesence
- List no tlp teman / toko untuk makan/pelengkapan harian saat diperlukan

B. Resiko Stress / Mindfull

Mitigasi resiko saat stress agar tetap mindfull yaitu : 

1. Preventif. Agar tidak stress 

- Lakukan kegiatan fisik yaitu olahraga rutin bisa jalan kaki, yoga atau lainnya
- Lakukan kegiatan produktif setiap hari, bisa dengan mengembangkan hobi, membaca buku, ngeblog, bikin podcast dsb
- Hubungi teman / saudara untuk bercerita dan mengeluarkan keluh kesah
- Bermain dengan anak dan menonton dengan anak
- Membantu Teman yang sedang kesusahan / Isoman terutama dengan mendengar keluh kesahnya
- Keluar rumah tanpa turun hanya diatas kendaraan, untuk menikmati udara luar sesekali.
- Telepon teman/ saudara dan dengar keluh kesahnya dan bantu mereka mengatasinya. Bikin dirimu berguna bagi orang lain.
- Sesekali menangis boleh, setelah itu selesaikan masalahmu

2. Treatment. Dilakukan saat preventif tidak bisa, sehingga datang serangan panik atau sedih yang teramat sangat.

- Batasi mendengar berita buruk, Kurangi berita buruk dan scrolling Sosmed. Bisa lihat tv, belajar ilmu baru atau lainnya
- Meminta bantuan psikolog untuk treatment tambahan atau psikiater jika diperlukan.
- Meminta bantuan ahli lainnya jika diperlukan / Orang ketiga. 

C.  Resiko Keuangan

Mitigasi resiko agar tetap bertahan mencukupi kebuthan sehari - hari : 

1. Preventif. Agar bisa tetap mencukupi kebutuhan harian

- Cek kondisi keuangan dan bikin budget anggaran keuangan harian dan bulanan. Kurangi kebutuhan yang tidak perlu dan tidak mendesak. Needs and Wants.
- Anggarkan dana darurat sebesar 3 - 6 bulan kedepan
- Investasi jika memungkinkan 10% pendapatan tiap bulan
- Bantu sesama dengan beramal dan sedekah
- Mulai buka usaha kecil - kecilan bisa MLM, Makanan, Dropship atau lainnya, jika kondisi masih cukup ini tidak rutin tidak apa - apa. 

2. Treatment. Saat tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan harian

- Menjual asset yang dimiliki 
- Menggadaikan asset yang dimiliki
- Berhutang kepada teman yang bisa tanpa memberi bunga memberatkan
- Mulai bekerja kecil - kecilan secara rutin.
- Bekerja sesuai bidang atau membuka jasa apapun yang halal dan tetap harus berusaha bergerak mencari nafkah.

D. Resiko Parenting

Kalau emak stress, anak juga stress, suami juga stress dan ini tidak bagus bagi perkembangan anak dan keluarga, oleh karena itu perlu adanya waktu bersama.

1. Preventif. Menghindari kelelahan dalam mengurus anak selama pandemi

- Beribadah bersama. Sholat, tadarus bersama. Menguatkan iman keluarga
- Sharing session. Anak dan ayah ibu juga membahas kondisi keluarga dan bagaimana penyelesaian masalah bersama.
- Beraktifitas bersama. Bonding antara orang tua dan anak. Bisa dengan memasak, berkebun, membaca buku atau nonton video bersama.
- Komunikasi dengan keluarga besar via zoom atau video call secara rutin
- Ikut komunitas parenting 
- Punya teman sharing soal parenting dan soal sekolah anak
- Berdiskusi rutin dengan Guru pengajar anak
- Mulai menyusun kurikulum harian anak dan disiplin menjalankannya
- Memberi mainan edukasi dan mengawasinya 
- Install permainan edukasi di laptop/ HP juga diawasi rutin

2. Treatment. Saat orang tua tidak selaras dan anak sudah lelah dirumah

- Memanggil pihak ketiga untuk diskusi keluarga
- Berdiskusi dengan psikolog keluarga untuk penyelesaian masalah
- Berdiskusi dengan guru sekolah anak jika masalahnya adalah masalah anak
- Komunikasi berdua antar suami dan istri untuk mencari solusi bersama

Kalau sudah punya manajemen resiko, walau itu tidak terjadi, tetapi itu bisa membantu orang lain dengan sharing info dan mitigasi yang dimiliki agar bisa bermanfaat. Tidak ada ruginya melakukan ini karena wajar sudah ihtiyar maksimal dengan mempersiapkan semuanya walau itu tidak terjadi. Tidak ada salahnya melakukan hal baik walau itu dianggap sepele oleh orang lain. 

Pandemi memang merubah pola pikir juga menyadarkan kita akan pentingnya perubahan dalam waktu cepat. Kita tidak bisa hanya berjalan seperti tahun sebelumnya. Perubahan harus bisa dilakukan. Bagi yang bisa dirumah, tahan dirumah. Bagi yang harus bekerja jangan lupa protokolnya. Perubahan harus dimulai dari rumah dan dari emak - emak juga. Tetap semangat bagi semua emak di Indonesia. Semoga pandemi segera berlalu.




#tipscovid
#tipspandemicovid
#tipsmitigasiresikocovid
#tipscovidemak
#tipscovidkeluarga
#resikopandemikeluarga
#resikopandemi
#resikoparentingpandemi

Jumat, 18 Juni 2021

Tips mitigasi resiko antara belajar Daring dan Tatap Muka

Kita tahu kalau Bulan Juli ini Pak Menteri sudah memperbolehkan tatap muka terbatas. Beberapa hal yang mendasari itu adalah tidak maksimalnya pembelajaran daring dirumah untuk mayoritas orang tua. Penyesuaian ini tidak mudah bagi sebagian orang dengan pembelajaran daring. Jadilah, kita siap - siap tatap muka dan tetap menjembatani bagi orang tua yang masih menginginkan anaknya tetap belajar daring dirumah. 

Beberapa teman/orang tua yang anaknya usia sekolah diskusi dengan saya, bagaimana nih enaknya daring atau tatap muka ya, intinya kembali ke kebutuhan dan ukuran masing - masing orang tua ya. Tapi, kalau secara agar aman, saya selalu bilang beberapa hal sebelum memutuskan : 

1. Protokol sekolah
Ini yang terpenting, bagaimana mitigasi resiko disekolah. Pak Menteri juga sudah memberikan checklist persiapan sekolah tatap muka. Mulai dari protokol penjemputan sekolah, jumlah siswa dalam kelas, bagaiman penerapan protokol teman - temannya disekolah, bagaimana saat istirahat, bagaimana kantin sekolah, ekstrakulikuler, ventilasi udara diruang kelas, vaksin guru - gurunya,  penggunaan masker dan tempat cuci tangan, bagaimana kondisi murid yang diperbolehkan tatap muka, bagaimana jika ada yang bergejala dan terpapar covid. Semua itu harus dipersiapkan, selain itu juga sebagai orang tua, kita harus yakin apakah protokol yang diterapkan sekolah ini sudah benar - benar aman untuk anak belajar disekolah atau masih ragu. Kita tidak bisa memungkiri kalau awal2 memang harus dievaluasi dan dibiasakan. Masih ada beberapa kendala penerapan protokol. Sebelum tatap muka, ada simulasi terlebih dahulu, dari situ, orang tua bisa memutuskan apakah protokol sekolah sudah diterapkan dengan benar sesuai dengan yang dijelaskan dan dipaparkan oleh Pak Menteri.

2. Protokol anaknya
Setelah protokol sekolah, si anak juga harus disiplin dan memahami bagaimana protokol yang benar. Sudah mengerti kapan harus memakai masker, kapan harus mencuci tangan dan mengetahui bagaimana jaga jarak yang benar. Lebih aman memang kalau anak - anak sudah divaksin. Tetapi, selama anak - anak bisa bertanggung jawab dan disiplin dengan protokolnya, itu sudah merupakan satu hal yang aman untuk anak berinteraksi tatap muka dengan guru dan teman - temannya. 

3. Kondisi Anak, Orang tua dan keluarga disatu rumah
Setiap keluarga memiliki masalah sendiri - sendiri dan resiko masing - masing. Ada anak yang rentan terpapar dan tidak bisa vaksin , sehingga benar - benar menunggu waktu yang aman sampai covid terkendali, terbentuk herd immunity agar anak bisa aman tatap muka disekolah. Ada keluarga yang anggota keluarganya tidak bisa divaksin, sehingga anak - anak juga harus bersekolah dari rumah. Ada juga orang tua yang tidak bisa lagi mengajarkan anak, sehingga dengan terpaksa menyekolahkan anak agar ada yang mengajari disekolah. Ada juga orang tua yang tidak bisa mengawasi anaknya dan lebih aman untuk anak bersekolah tatap muka. Kembali ke kebutuhan masing - masing orang. Yang pasti, strategi bertahan dan mitigasi resiko harus tetap diperhatikan. 

Apapun pilihannya, setiap orang tualah yang bertanggung jawab atas anak - anaknya. Tidak ada orang tua yang mau anaknya sakit atau terluka. Yang pasti, harus dengan strategi bertahan dan mitigasi resiko sehingga meminimalisir hal - hal yang tidak diinginkan, baik kepada anak, keluarga dirumah, teman2 disekolah, keluarga teman2 disekolah dan guru - guru disekolah. Kalau dibilang bagaimana yang ideal, yang ideal adalah seperti saran rekomendasi IDAI untuk tatap muka yaitu saat kasus sudah terkendali, saat Positive rate sudah 5% kebawah, saat sudah terbentuk herd immunity dan cakupan vaksin sudah banyak. Tetapi, kembali lagi kepada kebutuhan masing - masing orang. Ada teman saya yang sekolah anaknya memang sudah terbukti disiplin dan benar dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk muridnya juga dan orang tua murid juga sama2 disiplin dan saling melindungi, di keluarganya tidak ada yang rentan yang tidak bisa divaksin atau yang rentan terpapar covid,mitigasi resiko sekolah juga bagus soal tracing dan bagaimana saat ada yang terpapar. Saat ini bisa dilakukan, tatap muka bisa lebih aman dan nyaman untuk anak - anak, wali murid&keluarga juga guru - guru dan keluarganya, saya bisa katakan ini baik walau memang secara IDAI belum memenuhi karena secara lingkungan keseluruhan, pandemi belum terkendali, setidaknya mitigasi resikonya sudah bagus sehingga meminimalisir penularan yang terjadi di sekolah.  

Apa pilihan saya, saya memilih pilihan daring, tetapi saya juga mempersilahkan bagi orang tua yang memilih pilihan tatap muka dengan saran saya diatas. Saya masih bisa menjaga dan mengajari anak saya dirumah, bisa mengembangkan hobi dan bakat anak saya dirumah dan saya merasa lebih aman anak saya dirumah, saya bisa mengawasi langsung protokol anak saya saat bermain dengan temannya dirumah, aman untuk saya dan keluarga saya lainnya yang tinggal dirumah. Kapan saya akan melepas anak saya pembelajaran tatap muka? saya akan tetap melihat jalannya protokol disekolah dan kedisiplinan anak saya dalam melakukan protokol kesehatan, kondisi perkembangan kejadian covid juga cakupan vaksin. Lebih baik lagi kalau anak - anak sudah divaksin, saya lebih aman lagi. Just Wait and See. Semoga pandemi segera berlalu dan terkendali. 


#pembelajarandaring
#tipspilihantatapmuka
#daringtatapmuka
#sekolahtatapmuka
#sekolahdaring
#pilihandaring
#pilihantatapmuka
#tipsprotokolsekolah


Rabu, 16 Juni 2021

Hikmah Kematian - Saat Beberapa Teman Meninggal

Dalam dua tahun ini, memasuki usia saya pertengahan 30an, ditambah dengan pandemi yang belum berahir, kematian teman dan keluarga berjejer didepan mata. Ada yang karena covid dan ada yang tidak. Tahun sebelumnya tidak ada yang sampai begini di kehidupan saya. Mungkin juga di beberapa orang. Ahirnya yang bisa saya lakukan berrefleksi diri, merenungkan tentang hikmah dibalik ini semua dan tentang kematian itu sendiri. 

Papa saya, orang terdekat yang pergi saat saya baru pulang merantau. Meninggal komplikasi gagal ginjal. Sedihnya sampai sekarang, diberi tanggung jawab baru yang mendadak dan harus belajar cepat.  Tante saya, adik paling disayang alm papa saya, meninggal karena kanker rahim . Orang yang baik dan perhatian. Teman curhat saya waktu remaja dulu. Tante yang selalu dukung saya dan berikan saya semangat. Mbak Syva, teman New Zealand saya, meninggal karena tumor otak dan mendadak. Sedih karena punya banyak impian yang ingin dicapai di Indonesia, orang yang kontribusinya luar biasa di komunitas yang yang membantu saya melewati masa - masa sulit saya di New Zealand. Pakdhe Arief, pakdhe yang membantu papa dan mama dulu waktu masih awal menikah. Pakdhe yang sabar dan selalu semangat. Meninggal karena sakit jantung. Terahir adalah Mbak Nita, teman kantor saya. Meningal karena kanker payudara. Teman curhat saya yang selalu sabar, kalem dan mendahulukan orang lain. Selalu berusaha menyenangkan orang lain. Dewasa dan ikhlas menghadapi apapun. Saya belajar banyak soal kesabaran dan keikhlasan dari mbak nita ini. Sayalah yang ahirnya menggantikan tugasnya dikantor dengan tanggung jawab baru. 

Pada ahirnya saya merasa orang itu juga akan menyusul kesana, tergantung apakah kita sudah cukup bawaan bekal kita kesana. Tetapi, saya yakin kalau Allah itu adil, kita akan dipanggil dalam waktu dan kondisi yang terbaik entah kapan dan bagaimana caranya. 

Hikmah yang bisa dipetik dari pengalaman saya harus kehilangan beberapa teman/keluarga pada dua tahun ini yang membuat saya merasa lebih dewasa dalam menghadapi hidup :

1. Beramal sholeh.
Give back to community. Berikan apa yang kamu bisa, ilmu yang kamu punya untuk orang lain. Berusaha berbuat baik untuk orang lain dan ikhlaskan itu karena Allah. Berikan itu tidak hanya volunteer ya bisa dengan karya yang bermanfaat. Bisa juga dilakukan dari rumah. 

2. Sedekah
Sedekah ini yang konsepnya ikhlas. Tutup mata setelah memberi. Rutinkan dan istiqomahkan. Berapapun nilainya. InsyaAllah akan Allah ganti dengan yang lebih. 

3. Ibadah 
Paling penting perdekat hubungan dengan Allah. Perbaiki hubungan dengan Allah. Kalau biasanya hanya sholat 5 waktu, tambah sholat sunnah, puasa dsb. Ini bisa membuat kita lebih ikhlas. 

4. Ihtiyar maksimal
Kerjakan semaksimal mungkin apa yang kamu bisa lakukan di kehidupan ini. Niatkan semua untuk ibadah. Jangan berhenti berusaha. 

5. Didik anak dengan baik 
Nah, saya ahirnya menyadari bahwa anak2 juga harus dididik dengan baik, punya mentor jika ortunya tidak bisa. Ada rujukan tempat bertanya, perbaiki hubungan dengan anak - anak karena nantinya mereka harus mandiri. Mereka yang akan melanjutkan perjuangan hidup dan kita juga akan menua, akan pergi juga. Anak2 menjadi anak yang sholeh/sholehah dan tangguh dalam menjalani hidup. 

6. Perbaiki hubungan silaturhami dengan saudara dan teman 
Silaturahmi tidak harus rutin datang dan kumpul2. Bisa dengan berkabar saja, mengirim barang dan makanan atau dengan video call. Karena keluarga dan teman adalah inner circle kita yang kita percaya dan akan mendukung kita saat kita terpuruk. Kita juga berterima kasih atas apa yang sudah mereka perbuat. Tidak semua saudara itu juga dekat, tetap ada yang harus kita jaga jarak, tetapi tetap silaturahmi walau hanya 1 tahun sekali via online saja. 

Sisanya yaitu pasrah, Lakukan yang terbaik. Kalau saat itu tiba, melawan pun kita tidak bisa. yang kita bisa hanya mengingat Allah dan kita akan sendiri. Selama masih ada waktu, berbuatlah maksimal dan ikhlas, insyaAllah Allah akan mendengar doa2 kita. Aamiin


Senin, 14 Juni 2021

Mengapa Atta , Gen Halilintar. Pelajaran Yang Bisa Diambil

Ini adalah jawaban mengapa saya tertarik dengan Atta dan mengikuti Youtube, IG juga tiktoknya. Yang sebelumnya saya hanya mengenal dan mengikuti Bu Gen dan Pak Halilintar. 

Bu Gen dan Pak Halilintar saya kagum dengan latar belakang mereka berdua juga visi misi keluarga yang jelas di keduanya membentuk pengusaha yang bertakwa. Agama, skill, kompetensi merupakan hal yang dimiliki oleh Bu Gen dan Pak Halilintar.  Dalam buku fitrah based life Ustadz Hari Santosa, keluarga Gen Halilintar juga merupakan salah satu contoh keluarga yang memiliki visi misi keluarga yang didelegasikan ke anak - anaknya. Dalam komunitas Homeschooling, keluarga ini juga menjadi salah satu contoh mendidik anak secara Homeschooling dan menjadikan mereka berkembang dengan bakat yang dimiliki masing - masing anak. Hal ini soal bakat masing - masing anak, ada di buku Gen Halilintar. 

Nah, karena Atta booming setelah dekat dengan istrinya, jadilah saya mencari2 info bagaimana ini hasil didikan dari Bu Gen dan Pak Halilintar dari informasi yang selama ini saya pelajari. Apakah sudah sesuai dan sama dengan apa yang selama ini saya tahu. Justru, saya mengikuti Atta karena hal ini. 

Dari vlog, Ig Atta, Istrinya, Keluarganya juga tim - timnya, ada beberapa hal yang membuat saya kagum dengan hasil didikan Bu Gen dan Pak Halilintar : 

1. Menjadikan bakat sebagai hal yang produktif sampai menjadi yang terbaik.
Kita tahu kalau orang banyak mengenal Atta dan Youtube nya. Hal ini juga dia belajar sendiri. Belajar, bertumbuh dan berkembang. Orang tuanya juga menjembatani.Disamping Atta juga sudah belajar entepreneur saat usianya 13tahun sehingga bisa memahami belajar yang menghasilkan. Bahkan sampai menjadi orang yang bisa mengembangkan youtube nya menjadi pengusaha. Memiliki lini bisnis yang banyak sehingga bisa menjadi milyarder di usianya yang muda. 

2. Tangguh dan Pekerja Keras
Dari buku Gen Halilintar, Pak Halilintar dan Bu Gen merupakan keluarga yang tangguh. Mengerjakan semua berdua, bekerjasama dalam mencapai sesuatu dan bisa memaksimalkan apa yang dimiliki. Ini juga diturunkan kepada Atta. Terkadang malam masih bekerja, padahal pagi - sore juga full bekerja. Termasuk orang yang ambisius, punya pandangan kedepan dan benar - benar mewujudkan apa yang dia inginkan. Kerja, kerja dan kerja. Timnya pun sudah pernah berkata begini, terkadang sampai lupa waktu dan makan. Ditempa dengan pengalaman yang banyak, membuatnya paham dengan apa yang dia lakukan untuk menjadi produktif.

3. Adab yang baik, Ibadah tidak ditinggal
Ini alasan terkuat emak - emak fanpage nya AttaAurell menyukai mereka. Atta memiliki adab yang baik, bisa dilihat caranya berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Atta terbiasa berinteraksi dengan orang yang lebih tua dari usianya sejak dia remaja sehingga dia sudah terbiasa dengan adab antar sesama. Menunduk saat menyapa, bersalaman dengan sopan,  Dengan mertuanya juga bisa dilihat di vlognya keluarga Hermansyah, merupakan anak yang sopan. Ijin saat keluar dan mengantarkan pulang. Menjaga benar - benar calon istrinya. Dengan tim juga berkata - kata sopan. 
Dalam ibadah juga, sholat selalu tidak tertinggal. Puasa Romadhon juga. Adab makan dan minum juga diterapkan dengan baik. Menyayangi istrinya dan memberikan contoh yang baik. Menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Mengajari tanpa menggurui dengan contoh. Tim nya pun juga merasa kalau Atta merupakan orang yang bisa mengembangkan mereka dan mengayomi mereka. Paham mana yang harus dipikirkan dan mana yang tidak. 

4. Tidak lupa Ahirat.
Memiliki masjid dan akan membangun pondok pesantren, merupakan hal baik yang bisa ditiru. Tidak hanya fokus dunia, tetapi juga dengan ahiratnya. di Ig Juga saat ditanya, hal yang ingin dicapai yaitu meninggal dalam kondisi baik. Sudah matang dengan usianya. benar - benar Akil dan Balighnya sudah sesuai. Orang tuanya mendidik dengan sangat baik, sangat matang di usianya jika dibandingkan dengan orang seusianya. 

5. Laki Banget
Bingung kata - katanya. Atta merupakan anak yang secara fitrahnya menjadi laki - laki yang mengerti tanggung jawabnya, mengerti apa yang harus dilakukan sebagai anak laki - laki menjadi pemimpin tangguh, melindungi dan mengayomi juga merupakan seseorang yang kuat. Fitrah kelaki2an dalam Fitrah based life, sudah terpenuhi di Atta. Sehingga memang sudah pantas dan siap untuk berumah tangga. 

Terlepas dari setiap orang itu pasti ada kekurangannya, Menurut saya, Atta memang pantas menjadi salah satu contoh anak muda yang bertakwa, berkarya, produktif yang menjadi inspirasi. Selain itu, kita sebagai orang tua juga mencontoh cara baik mendidik dari Bu Gen dan Pak Halilintar. Dari apa yang saya dapat pengetahuan dari Bu Gen dan Pak Halilintar, apa yang terlihat pada Atta, menunjukkan memang pantas saya mengatakan bahawa Bu Gen dan Pak Halilintar sudah sukses membesarkan anak sesuai dengan visi misi keluarga dan apa yang ingin mereka capai yaitu membentuk pengusaha yang bertakwa. Pantas bagi Bu Gen dan Pak Halilintar menjadi tokoh dalam Homeschooling juga dalam Fitrah Based Life sebagai tokoh yang punya visi misi keluarga. Semoga kita bisa mengambil hal baik dan bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi. 



#genhalilintar
#keluargagenhalilintar
#attahalilintar
#homeschoolinggenhalilintar
#kelebihanattahalilintar

Belajar Dari Public Figure

Beberapa bulan ini saya mengikuti salah satu public figure, Atta Halilintar. Mengapa saya ikuti ada di blog saya sebelumnya. Selain karena sebelumnya sudah sedikit mendapat info soal Orang Tua ( Bu Gen dan Pak Halilintar ) dan juga Saat Ustadz Hari Santosa menerbitkan buku Fitrah Based Life, Keluarga Halilintar merupakan salah satu contoh keluarga yang memiliki visi misi keluarga. Atta Merupakan contoh konkrit dari Orangtua yang sudah menjadi salah satu contoh keluarga dalam HomeSchooling dan Fitrah Based Life. Maka dari itu, saya ikuti bagaimana ini hasil nyata dari didikan keluarga yang menjadi contoh di beberapa komunitas. 

Tidak hanya Atta Halilintar, bapak gubernur Anies Baswedan dan Pak Menteri Sandiaga Uno juga menjadi salah satu contoh public figure yang saya ikuti. Mereka memiliki keluarga yang tanguh juga orang tua yang termasuk dicontoh cara mendidiknya. Adab, skill dan kompetensi melekat pada kedua tokoh tersebut. 

Mereka semua adalah public figure. Entah hanya di Indonesia atau memang diseluruh dunia, orang tertentu atau semua orang public figure,  public figure seakan2 diminta selalu benar dan kesalahannya dianggap fatal. Betapa mental harus kuat dan punya tim pendukung yang handal termasuk keluarga, saudara, karyawan dan mentor / guru. Menjadi public figure yang selalu disorot sangat tidak mudah. Banyak uang, tetapi selalu disorot kamera, kalau saya sudah perlu treatment dan dukungan penuh apalagi saya orangnya agak baper an. 

Dari netizen entah itu yang berkomentar positif, kritik membangun atau hanya nyinyir tidak jelas, ada beberapa hal yang saya jadikan pelajaran :

1. Tidak semua orang harus disenangkan..
Siapa saja yang harus kita yakinkan, kita harus punya. Seperti keluarga dan mentor. Saat mereka menyetujui apa yang dikatakan netizen, bisajadi kita harus introspeksi. Kalau mereka tidak setuju, lanjutkan saja apa yang kamu lakukan. 

2. Tidak semua komentar itu tidak baik. Ada yang membangun dan menjadikan kita lebih baik. 
Tidak dipungkiri kritik membangun itu bisa saja ada dari netizen. Itu juga pentingnya memilah milih mana yang harus diabaikan dan mana yang harus kita introspeksi diri. 

3. Saat komentar sudah menganggu privasi, mengganggu ketenangan dan berhubungan dengan keselamatan, harus berhati - hati juga.
Terkadang komentar itu ada yang menjurus ancaman, ketenangan dan membuat tidak nyaman. Saat ini terjadi, hati - hati itu penting. Soal keselamatan tetap nomor satu. Karena tidak semua orang itu paham soal adab ber sosial media. Jangan abai, tetapi tetap waspada. 

4. Untuk komentar nyinyir, tidak ada kritik membangun, tenang saja, saat dia berada di posisi public figure itu, dia juga akan lupa sudah pernah berkomentar buruk atau lupa berkaca diri. 
Mindset setiap orang itu tidak sama, terkadang kita iri dengan kebahagiaan orang lain karena tidak bisa menjadi seperti public figure tersebut. Tetapi, saat dia menjadi di posisi public figure itu, dia akan merasa nyaman dan lupa dengan komentar yang dia sampaikan dengan alasan tidak mengerti, khilaf dan hanya iseng. Oleh karena itu, komentar begini dibiarkan saja. 

5. Mental itu perlu dijaga. Terkadang tidak harus melihat sosmed setiap hari. Batasi dan biarkan admin yang membalas atau diamkan saja sementara. 
Sebagai public figure, kalau terlalu dimasukkan hati kata - kata netizen, ahirnya akan mempengaruhi mental kalau tidak kuat. Sehingga, lebih baik tidak melihat sementara dan berada pada dunia nyata dengan hal produktif yang dikerjakan dan berkomunikasi dengan orang di dunia nyata. Perbaiki hubungan dengan keluarga, saudara dan mentor agar bisa lebih maju. 

6. Salah satu jalan amal sholeh. Jika public figure ini membuat banyak orang berbuat kebaikan, maka insyaAllah menjadi salah satu jalan amal sholeh. Begitu juga sebaliknya. 
Kita tidak memungkiri, terkadang di dunia nyata saja kita tidak sadar kalau berbuat salah, apalagi di sosmed yang orang bisa melihat dari sisi yang berbeda. Tetapi, jika kita terus berbuat baik dan memotivasi, insyaAllah salah satu jalan amal sholeh. Public figure memiliki banyak follower dan koneksi, sehinga saat ada orang yang terinspirasi, hal itu akan menjadi amal bagi public figure itu. Kita perlu public figure yang menginspirasi sehingga akan ada banyak orang yang menjadi lebih baik. 

7. Hati - hati Ain. Tidak bisa dipungkiri Ain itu ada. 
Pandangan mata setiap orang itu berbeda dalam melihat suatu keadaan. Ada yang biasa saja, ada yang iri padahal kita tidak bermaksud demikian. Bentengi diri kita dengan ibadah, dzikir dan mendekat ke Allah. Usahakan yang melihat juga mengucapkan MasyaAllah dan bersihkan hati dalam melihat suatu postingan. Semakin banyak dikenal orang, semakin banyak mata melihat dan ahirnya semakin banyak asumsi dari banyak orang. 

8. Tetap maju, tetap produktif. 
Jawab nyinyiran dengan hal yang jelas dan produktif. Tunjukkan bahwa dengan nyinyiran itu, menjadikan semangat berjuang lebih baik. Semakin bersyukur dengan keadaan, semakin mendekat ke Allah dan belajar lebih giat, menghasilkan karya lebih banyak. 

Jangankan public figure, kita saja semakin banyak teman, semakin banyak kenalan, akan banyak mata memandang dan asumsi bertebaran. Terkadang tetangga juga bisa berfikiran macam - macam. Hal diatas bisa diterapkan untuk berhubungan dengan orang lain. Yang hebat dari public figure ini adalah inner circlenya, tim mereka yang selalu menguatkan selain mental pribadinya yang kuat dan tangguh. Tidak semua orang bisa kuat menjadi public figure, tetapi dengan belajar dari mereka, kita bisa tetap produktif dan bisa memilah - milah apa yang harus dikerjakan, diabaikan dan dipikirkan. 


#belajarpublicfigure
#hikmahpublicfigure
#ceritapublicfigure
#publicfigure

 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design