Daftar Kategori Blog

Tampilkan postingan dengan label Hamil Adnan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamil Adnan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juni 2017

Tes Apa saja saat kehamilan di Auckland New Zealand

Beberapa teman bertanya apa bedanya tes yang dilakukan disini sama di Indonesia. Kalau di Indonesia saya jarang di tes darah hanya awal dicek Torch dan darah total saja. disini beberapa tes dilakukan dari awal kehamilan sampai ahir :

1. Blood Group dan Rhesus
Mengetahui golongan darah A,B,AB atau O dan Rhesus negatif atau positif. Jika ibu rhesus negatif dan bayi positif bakal terjadi anemia di bayi dan akan diberikan treatment antibiotik. Jika ibu rhesus negatif bakal dilakukan tes lagi di 28 weeks untuk mengetahui apakah masih ada antibiotik dalam tubuh

2. Full Blood Count
Penting untuk mengetahui jumlah iron tubuh. Iron diperlukan selama kehamilan dengan jumlah tertentu.

3. Hepatits B
Mengetahui apakah memiliki hepatits B karena ibu dengan hepatitis B akan menurunkan penyakit tersebut ke bayinya. Kalau ibu punya hepatitis B maka akan dilakukan vaksinasi 2 jam setelah bayi lahir.

4. Rubella
Mengetahui apakah memiliki antibodi terhadap rubella. Jika ada rubella sebelum 16 weeks akan menyebabkan keguguran. Jika tidak ada antibodi rubella, selama hamil menjauh dari sumber rubella dan setelah melahirkan akan diberi vaksin rubella.

5. Syphilis
Mengecek apakah ada syphilis atau tidak, Jika hasilnya positif, akan diberikan antibiotik untuk menghindari bayi terkena penyakit berbahaya.

6. HIV/AIDS
Tes ini diperlukan karena mayoritas mereka tidak mengetahui kalau terkena HIV AIDS.

7. Cek berat badan dan BMI
Rata2 kenaikan berat badan ibu selama kehamilan 11- 16kg. Jika underweight maka harus naik lebih dan jika overweight kenaikannya kurang dari 11 kilo.

8. Ultrasound Scan ( USG)
Mengetahui perkembangan bayi dan mengecek detak jantung bayi.Scan 3 bulan pertama mengetahui usia, ukuran, jumlah janin dan prediksi due date bayi dan abnormality. Scan 18-20 minggu mengecek abnormality, jumlah bayi dan posisi plasenta.

9. Nuchal Transluceny (NT) Scan
tes ini untuk melihat apakah bayi memiliki down syndrome. DIlakukan antara 11-13weeks kehamilan.Melihat ketebalan dari kulit bayi dibelakang leher. setelah itu dilakukan tes darah untuk mendukung hasil dari scan.

10. Aminocentesis
Prosedur ini untuk mengetahui abnormality janin. dilakukan 15-18weeks kehamilan dengan memasukkan jarum ke rahim dan mengambil sebagian carian. Beberapa wanita mengalami pendarahan dalam proses ini.

11. Tes Gula Darah Diabetes
Tes ini dilakukan di 28weeks kehamilan. Meminum cairan polycose (50gram glukosa).Satu jam kemudian akan diambil darahnya.Jika hasilnya lenih dari 7.7mol/ml maka akan dilakukan tes diagnostik dimana harus puasa sebelum tes dan diambil darah setelah 12 jam puasa setelah itu diberikan minuman polycose (75gr glukosa) dan darah diambil 2 jam setelah minum cairan tersebut.

12. Tes Kekerasan fisik dan seksual
Tes ini dilakukan karena banyaknya kejadian dan dialami oleh ibu hamil yang membahayakan ibu dan bayi.

Tes semua ini FREE dengan eligibility document ( saya work visa 2,5 tahun ). Bayar hanya scan $40 sekali datang.Tes darah bisa dilakukan di RS atau lab

Selasa, 02 Mei 2017

Pospartum Hemorrhage (Pendarahan setelah melahirkan)

Ini juga kejadian setelah melahirkan. Darah keluar banyak banget 750ml. Walau nggak ditransfusi tapi tetap dilakukan tindakan. Tangan dokter masuk ke rahim dan membuat rahim kontraksi sehingga rahim bisa kembali ke posisi semula dan pendarahan berhenti. Kalau pendarahan tidak berhenti maka harus dilakukan operasi. Alhamdulillah saya masih sadar dan setelah 2x dicoba tangan dokter masuk kedalam, saat itu saya diberi etonox lagi karena rasa sakitnya ruaaarrrrr biasaaaaaaaaaa, pendarahan berhenti dan tidak perlu dilakukan operasi. Lagi2 kejadian emergency. Ini bisa kejadian pada siapa saja. Midwife saya bilang setelah saya ada ibu2 yang melahirkan kehilangan darah hampir 2 liter.wakkkk...Masih beruntung dah saya. Karena kehilangan darah banyak dicek setiap jam tekanan darah dan kondisi darah apakah masih banyak atau berkurang.

Is it normal to bleed a lot after delivery?

All women lose some blood as the placenta separates from the uterus and immediately afterward. And women who have c-sections generally lose more than those who give birth vaginally. But because the amount of blood in your body increases by almost 50 percent during your pregnancy, your body is well prepared to deal with this expected blood loss.
Normal bleeding just after childbirth is primarily from open blood vessels in the uterus, where the placenta was attached. (If you had an episiotomy or tear during birth, you may also bleed from that site until it's stitched up.)
As the placenta begins to separate, these vessels bleed into the uterus. After the placenta is delivered, the uterus usually continues to contract, closing off these blood vessels.
Your healthcare practitioner may massage your uterus and give you a synthetic form of the hormone oxytocin (Pitocin) to help the uterus contract. Breastfeeding, which prompts your body to release oxytocin naturally, can also aid in the process.
Unfortunately, some women bleed too much after birth – sometimes due to placenta previa or placenta accreta – and require special treatment. This excessive blood loss is called a postpartum hemorrhage (PPH) and it happens in up to 6 percent of births.
It's most likely to occur while the placenta is separating or soon after. If it happens within 24 hours after giving birth, it's considered an early PPH (also called an immediate or primary PPH). If it happens in the days or weeks after delivery, it's called a late (or delayed or secondary) PPH.

What else might cause a PPH?

Occasionally, cervical lacerations, deep tears in your vagina or perineum, or even a large episiotomy may be the source of a postpartum hemorrhage. A ruptured or inverted uterus may cause profuse bleeding, but these are relatively rare occurrences.
Finally, a systemic blood clotting disorder may cause a hemorrhage. (A clotting disorder may be an inherited condition or it may develop during pregnancy as a result of certain complications, such as severe preeclampsia or HELLP syndrome or a placental abruption.) And a hemorrhage itself can cause clotting problems, leading to even heavier bleeding.

What's the treatment for PPH?

There are a number of steps that your medical team will take right away if you begin to bleed excessively. Since uterine atony (loss of tone) is the most common cause of PPH, your caregiver will massage your uterus to help it contract while you get intravenous oxytocin. (If you don't already have an IV, the nurse will start one immediately.) You will also be catheterized to make sure your bladder is empty since a full bladder makes it more difficult for your uterus to contract.
If your placenta hasn't come out yet, your practitioner will attempt to deliver it, which in some cases requires her to reach up inside your uterus and remove it manually. You'll receive some pain medication before the procedure, and if you're in a birthing room you'll be moved to an operating room.
If you start bleeding – or continue to bleed – from your uterus after the placenta is out, you'll receive other medications in addition to oxytocin while your caregiver continues to massage your uterus. In most cases, the medication works very quickly and the uterus contracts, stopping the bleeding.
If need be, your practitioner will insert a hand inside your vagina and place her other hand on your belly, and compress your uterus between her two hands. This measure in combination with medication is usually enough to stem the tide.
If you continue to bleed, you'll be transferred to the operating room and given pain medication to keep you comfortable. The doctor will carefully check to make sure that there are no lacerations that appear to be the primary source of your bleeding. She will also "explore" your uterus (via your vagina) to check for fragments of the placenta that may remain. In some cases, you'll need a procedure called dilation and curettage (D&C) to remove them.
If your bleeding is extensive and doesn't stop or your vital signs aren't stable, you'll get a blood transfusion. This is necessary only in rare cases. Even more rarely, you'll need abdominal surgery and possibly a hysterectomy to stop a hemorrhage.
Regardless of the cause of the hemorrhage, your blood pressure and pulse will be taken frequently to help your caregiver gauge how your body is coping with the blood loss. (This is done right after birth anyway to help determine the amount of postpartum blood loss.) An abnormally low blood pressure or high pulse will provide your caregiver with valuable information.
You'll also have blood tests to check for anemia and, if necessary, to see whether your blood is clotting normally.

What's the recovery like?

You'll continue to receive IV fluids and medication after the bleeding is controlled to help your uterus stay contracted, and you'll be watched very closely for further bleeding and to see how you're doing in general. You may feel weak and lightheaded. Don't try to get out of bed on your own.
Your recovery will depend in part on how much blood you lost and what your "reserves" were to begin with – that is, how much your blood volume had increased during pregnancy and whether or not you were anemic to begin with.

You'll probably develop anemia from the blood loss and will have to take it easy when you get home from the hospital. You'll need to get plenty of rest, fluids, and nutritious food. Your doctor will likely prescribe prenatal vitamins with folic acid, as well as additional iron supplements.
Sumber : https://www.babycenter.com/0_postpartum-hemorrhage_1152328.bc?showAll=true


Back labor dan Occiput Posterior (Posisi bayi membelakangi ibu)

Ini juga salah satu yang saya alami selama persalinan adnan. Kontraksi ada di tempat pup bukan di perut. Rasanya wowww sakit banget. aq pikir dah bukaan lengkap ternyata masih bukaan 3. Padahal sudah sering jalan, goyang2 di gym ball. Ternyata ini ada hubungannya sama posisi bayi. Umumnya posisi bayi ada didepan ibu, ini membelakangi jadi tekanan lebih kebelakang bukan pada perut saat kontraksi. Ini bisa dilihat pas USG. tapi pas kejadian saya USG di kehamilan 36weeks keatas tidak ada kecuali belum lahir di usia 41weeks. Ini bisa dicegah kalau pakai akupuntur diputar posisi bayi biar pas dijalan lahir.

Midwife bilang ini juga salah satu penyebab pingin ngejan pada saat bukaan belum lengkap karena posisinya yang membelakangi. Pas hamil azka nggak seperti ini padahal kata midwife biasanya pas kehamilan pertama kejadian. Alhamdulillah bisa melewati back labor yang menyakitkan dan bisa lahiran normal.

Posisi yang benar pas anterior, tetapi kejadian adnan pas posterior jadi menekan pinggul belakang si ibu. Saya nggak dikasi pain killer epidural, pas itu mau diepidural tapi nggak jadi dan hanya diberi morphine saja. Hebat tim dokter dan bidan bisa menyelamatkan saya dan bayi dan tetap lahiran normal.

What is back labor?

Back labor refers to the intense lower back pain that many women feel during contractions when they're giving birth. Some women even feel it between contractions.
This pain is usually attributed to the pressure of your baby's head against your lower back, but other factors may be at work, too. One unproven but interesting theory is that the pain is "referred" to your lower back from your uterus.
That idea is supported by the fact that some women complain of low back pain when they have menstrual cramps – which clearly can't be blamed on a baby! One study found that women who had back pain during their periods were more likely to have back pain during labor.

Is back labor related to the baby's position?

Back labor has long been thought to be more common when the baby is facing up during labor, with the back of the baby's head pressing on the bony part of your spine. But research suggests that this assumption is wrong.
In a 2005 study of nearly 700 women in labor, moms whose babies were in this "sunny-side up" position when they were admitted to the hospital were no more likely to complain of back labor or more intense pain at that time than those whose babies were facing down or sideways. (Ultrasound was used to tell what position the babies were in.)
Unfortunately, the study produced no information about how the moms-to-be in the study felt later in labor because over 90 percent of them ended up choosing an epidural for for pain management.

What can I do to ease back labor?

You may not be able to prevent low back pain during labor, but you can try one or more of these tactics to help relieve it:
  • Get up on all fours. This position may reduce the pressure of your baby's head on your spine. (Take a look at our video on positions to ease labor pain.)
  • Do pelvic tilts. These simple exercises also may help minimize the pressure on your spine.
  • Ask your labor coach to rub your lower back between or during contractions – or both, whatever feels best to you.
  • Many women find that steady counterpressure on the lower back relieves some of the pain. Ask your labor coach to push on this area with his fists during contractions or massage it with a tennis ball.
  • Take a warm bath or shower, or apply warm compresses or a hot water bottle to your lower back. Heat may ease the achiness and bring you some comfort. On the other hand, some women find cold packs more soothing or that alternating heat and cold is helpful. You may want to give both a try. Just be sure to use a towel to protect your skin from direct contact with heat or cold.
Some women have found that sterile water injections provide some relief from back pain. This is a procedure in which small amounts of sterile water are injected just beneath the skin in four places on the lower back. The injections are temporarily painful, but afterward, the pain relief lasts for a few hours. No one knows for sure why it works, and it's not available everywhere.
Check out some other natural childbirth techniques that may help you deal with labor pain.

If you don't have your heart set on natural childbirth and nothing is helping you manage your back pain, consider getting an epidural. In most cases, it provides total relief from all kinds of labor pain, including back labor.
Sumber : https://www.babycenter.com/0_back-labor_1451580.bc

What does it mean that a baby is in the "posterior position"?

When a baby is head-down but facing your abdomen, she's said to be in the occiput posterior (OP) position – or posterior position, for short. The term refers to the fact that the back of your baby's skull (the occipital bone) is in the back (or posterior) of your pelvis.
You may also hear this position referred to as "face-up" or "sunny-side up."

How common is it for a baby to be in this position?

It depends on how close you are to delivery. Many more babies are posterior at the beginning of labor than when they're born. While as many as half are posterior when labor starts, only 4 to 10 percent of babies are posterior at birth. (The percentage of babies who are posterior at birth is higher among first-time mothers.)
It's common for a baby's position to change during labor, often more than once, and your baby may not assume his final position until shortly before birth.
A study published in 2005 used ultrasound to look at the position of more than 1,500 babies of first-time mothers over the course of labor. The results showed just how variable and unpredictable a baby's position can be.
The first ultrasound was performed when the mothers were admitted to the hospital in labor or to be induced. Close to a quarter of the babies viewed were face-up (posterior), nearly half were facing sideways, and the rest were face-down. Ultrasounds were repeated at one or two other points during labor and then at the time of birth.
Most of the babies were in the more favorable face-down position by the time they were delivered. Among the babies who were posterior late in labor, about 1 in 5 was still that way at the time of delivery. Among babies who were face-down later in labor, only 1 in 20 was born face-up.
A 2007 study of 270 women being induced found that more than a third of the babies were in the posterior position just before the induction started, but fewer than 1 in 12 were still that way at delivery. Of the babies who were posterior at birth, over two-thirds of them weren't posterior in the beginning.
Studies published since then (which also used ultrasound to confirm position) also show that a baby's position at the onset of labor does not predict his position at birth. Many babies who are posterior at some point in labor rotate on their own to the face-down position before birth.

f my baby is posterior during labor, does that mean I'll have back labor?

Back labor — the intense lower back pain that many women feel during labor – was long thought to be more likely when the baby is facing up. But research using ultrasound (much more accurate than a clinical exam, especially in the first stage of labor) suggests that this common assumption is probably wrong.
In the 2005 study above, nearly 700 of the women were asked about pain when they were admitted to the hospital. More than 1 in 4 reported having back labor at that time, but moms whose babies were face-up were no more likely to complain of back labor or more intense pain than those whose babies were facing down or sideways.
Unfortunately, the study produced no information about how the moms-to-be felt later in labor because over 90 percent of them ended up choosing an epidural for pain management.

If my baby is posterior at birth, how will it affect my delivery?

Mothers whose babies are face-up at birth tend to push longer, more commonly need Pitocin to stimulate contractions, and have a significantly higher risk of having an assisted vaginal delivery or a c-section. They also have a greater risk of a postpartum hemorrhage.
Those who do give birth vaginally to a baby who is posterior are more likely to have an episiotomy and severe perineal tears than moms whose babies are in the more favorable face-down position, even after taking into account the higher rate of forceps and vacuum-assisted delivery.
The posterior position at birth also is associated with a higher risk of short-term complications for the baby, such as lower five-minute Apgar scores, an greater likelihood of needing to be admitted to the neonatal intensive care unit, and a longer hospital stay.

Is there anything I can do to make it less likely that my baby will be in the posterior position?

You may have heard that being on your hands and knees during late pregnancy or labor helps rotate your baby face-down, but current research suggests that being on all fours won't reduce the likelihood that your baby will be in the posterior position at birth.

That said, if your back aches, you may want to give this position a try anyway. Research shows that being on your hands and knees during labor may offer some relief from back pain.

A 1983 study found that when moms whose babies were posterior at 37 weeks spent ten minutes on their hands and knees, it appeared to help turn the babies, at least in the short term. But a later study – in which one group did slow pelvic rocking exercises on all fours for ten minutes twice a day from 37 weeks on and a second group did nothing – looked at the longer-term effect and found that an equal percentage of women (about 8 percent) in both groups had babies who were posterior at birth.

Another study looked at women who used the hands and knees position intermittently during labor and found that it didn't significantly reduce the number of babies who were posterior at birth. It was associated with a significant reduction in back pain, however.

Some research shows a link between having an epidural during labor and having a baby who is posterior at birth. But it's not clear whether having an epidural makes you more likely to have a posterior baby or having a posterior baby (and often a longer and possibly more painful labor) makes it more likely that you'll request an epidural. And one study found that the percentage of women opting for an epidural was the same regardless of the baby's position at admission to the hospital.
Finally, some practitioners may attempt to turn a posterior baby by manual rotation. Once you're fully dilated, the practitioner reaches into your vagina, puts his hand or fingers on your baby's head, and tries to rotate it. It may take a few contractions to get the baby into a face-down position and it doesn't always work.
Sumber : https://www.babycenter.com/0_posterior-position_1454005.bc?page=2


Shoulder Distocia (Bahu bayi nyangkut di panggul)

Ini salah satu yang saya alami waktu melahirkan adnan. Waktu pembukaan 7 ternyata bayi nggak mau turun padahal udah mau ngeden aja. ternyata bidan bilang bahu nyangkut di panggul. Pas saya kejadian karena bayi yang besar (padahal cuma 3,45kg aja) dan proses labor yang lama.

langsung dokter yang nanganin karena ada prosedur yang hanya dokter yang boleh nanganin. Bidan memantau disebelah dokter. Setelah tau bahu nyangkut langsung tangan dokter masuk dan kerasa seperti ada yang digunting. Setelah itu bidan bilang flat, detak jantung bayi hilang. Dokter memutar bahu agar bisa keluar dan hanya 6 menit waktu yang diberikan buat bayi keluar karena ada resiko brain damage ( saya diberitahu sehari setelah melahirkan ). Langsung deh lemas..ya Allah kasiannya si adnan ya tapi Alhamdulillah saya bisa mengejan dalam waktu 3 menit dan adnan bisa dikeluarkan tanpa harus masuk ke Nicu.

Saya sudah berpikir ini bakal berahir dengan cesar karena tenaga juga udah hampir hilang. Lemas karena kena pain killer morphin dan proses kontraksi sampai lahiran yang lama. Tapi bidan dan dokter masih mempertahankan lahiran normal walau dokter bilang ini prosesnya termasuk emergency.


What is shoulder dystocia? Shoulder dystocia is when the baby’s head has been born but one of the shoulders becomes stuck behind the mother’s pubic bone, delaying the birth of the baby’s body (see figure below). If this happens, extra help is usually needed to release the baby’s shoulder. In the majority of cases, the baby will be born promptly and safely. Shoulder stuck behind mother’s pelvic bone Pubic bone Nerve, or area of nerve, stretching Umbilical cord 2 How common is shoulder dystocia? Shoulder dystocia occurs in about one in 150 (0.7%) vaginal births.

Can shoulder dystocia be predicted? Shoulder dystocia usually occurs unexpectedly during childbirth and most of the time it is not possible to predict when it will happen. However, it is more likely to occur if: • you have had shoulder dystocia before • you have diabetes • your body mass index (BMI) is 30 or more • your labour is induced • you have a long labour • you have an assisted vaginal birth (forceps or ventouse). Shoulder dystocia is more likely with large babies but nevertheless there is no difficulty delivering the shoulders in the majority of babies over 4.5kg (10lb). Half of all instances of shoulder dystocia occur in babies weighing less than 4kg (about 9lb). Ultrasound scans are not good at telling whether you are likely to have a large baby and therefore they are not recommended for predicting shoulder dystocia, if you have no other risk factors.

Can shoulder dystocia be prevented? In most instances, shoulder dystocia cannot be prevented because it cannot be predicted. If you have diabetes or have developed diabetes in pregnancy, you will usually be offered early induction of labour or planned caesarean section. This will reduce the risk of shoulder dystocia. If you don’t have diabetes, early induction of labour does not prevent shoulder dystocia, even if your baby is suspected to be large. Caesarean section is also not routinely recommended in this situation.

What happens if shoulder dystocia occurs? Your midwife and obstetrician will be aware that in every birth there is a possibility of shoulder dystocia. Shoulder dystocia is an emergency and therefore, when it does occur, speed is of the essence. The baby’s shoulder needs to be released quickly so that the baby’s body can be born and he or she can start breathing air into the lungs. Your midwife will push the emergency bell and three or four members of staff, including obstetricians, midwives and a doctor for the baby (paediatrician), are likely to come into the delivery room to help. Because it happens so quickly and lots of people come into the room, it may be frightening for you and your birth partner. However, it is important to remember that obstetricians and midwives who attend the birth are trained in how to release the shoulders using certain manoeuvres and in the great majority of cases your baby will be delivered promptly and safely. The obstetrician or midwife will usually: • ask you to stop pushing • reposition you to give your baby more room inside the vagina; you will be asked to lie on your back with your legs pushed outwards and up towards your chest (this is known as the McRoberts manoeuvre) • press on your abdomen just above the pubic bone to try to release your baby’s shoulder • consider making a cut (episiotomy) to enlarge the vaginal opening. 3 With these simple measures, the majority of babies are born safely. If the shoulder is not released easily with the above measures, either: • your obstetrician or midwife will put his or her hand within the vagina to try to free your baby’s shoulder, or • you may be helped to roll over onto ‘all fours’, which can also help to release the shoulder. Once the shoulders are free, your baby will be born, and a paediatrician will examine him or her. Your midwife and obstetrician will talk to you about what happened. If you wish to talk at a later date about your experience, ask to talk to your obstetrician, midwife, health visitor and/or GP.

What happens if I give birth at home or in a midwifeled unit? Wherever you give birth, your midwife is trained to deal with shoulder dystocia. If your baby is not born with the simple measures described above or by rolling over onto all fours, your midwife will call an ambulance to transfer you to hospital. If your baby is born before the ambulance arrives, your midwife may still suggest taking you and your baby to hospital to be checked over. What if I have chosen to have a water birth? If you are having a water birth, you will be asked to get out of the pool so that your midwife can assist you.

What could shoulder dystocia mean for me and my baby? For me Vaginal tears are more common after shoulder dystocia and may extend to the back passage (see RCOG patient information: A Third- or Fourth-degree Tear During Childbirth). Heavier bleeding than normal after birth (postpartum haemorrhage) is also more common and you may require additional treatment and/or a blood transfusion. For my baby About one in ten (10%) babies who have shoulder dystocia will have some stretching of the nerves in the neck (see figure on page 1), called brachial plexus injury (BPI), which may cause loss of movement to the arm. The most common type of BPI is called Erb’s palsy. It is usually temporary and movement will return within hours or days. Permanent damage is rare. It is important to remember that BPI can occur without shoulder dystocia. BPI can also occur in babies born by caesarean section. Sometimes shoulder dystocia can cause other injuries including fractures of the baby’s arm or shoulder. In the majority of cases, these heal extremely well. Even with the best care, in a very few cases, a baby can suffer brain damage if he or she did not get enough oxygen because the delivery was delayed by shoulder dystocia. What about future deliveries? If your baby’s birth was complicated by shoulder dystocia, there is an increased risk of shoulder dystocia in future pregnancies; around one in ten women will have shoulder dystocia again in a future pregnancy. In view of this, your obstetrician or midwife will discuss your options for next time taking into account your individual circumstances and preferences. 4 You may wish to consider a vaginal delivery if it was easy to release your baby’s shoulders, your baby was fine and you have no other risk factors. If it was difficult to release your baby’s shoulders, your baby had any injuries or the experience has affected you and your family, you may wish to consider a planned caesarean section.

https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/pregnancy/pi-shoulder-dystocia.pdf

Minggu, 26 Maret 2017

Adnan Kuning ( Jaundice ) Golongan darah Beda dan Sufor

Habis melahirkan jam 3 langsung istirahat, dijahit dan bayi mulai ditaruh disebelah mulai bisa rawat gabung. Udah mikir aja pasti abis ini enak dah dibawa ke birthcare bisa istirahat santai dan bisa nyusuin adnan enak. Ehh ternyata karena adnan proses lahirannya mengalami stress didalem, ketuban keruh dan pas lahir nggak bernafas jadi mesti dicek gula darahnya sampai besok pagi. Aq nya juga mengalami pendarahan berat jadinya mesti stay di rumah sakit sampai besok. 

Jam 7 malem pindah dari birthing suit 7 lantai 9 ke Tamaki Ward kamar 15B lantai 10. Sekamar berdua dan pas itu masih sendiri aja ditemani sama pemandangan yang sama bagusnya seperti di kamar bersalin. Kiri ada sky tower dan kanan ada laut. Kalau pas cerah bagus bener dah. Mulai istirahat dan nyusuin adnan. Perawatnya pas jaga malam kebetulan muslim dan ponakannya ada yang namanya adnan. Mulai bangun per 2 jam buat nyusuin dan adnan juga diambil darah dikaki buat cek gula darahnya sama suhu tubuhnya. Emaknya dicek pendarahan, suhu tubuh, kadar oksigen dan tekanan darah. Dicek juga apa asi sudah keluar. Ternyata Alhamdulillah sudah ada sedikit dan bisa disusuin.

Besoknya ternyata Alhamdulillah pendarahan berkurang dan cateter bisa dilepas. Wuii banyak juga pipisnya padahal rasanya nggak pipis.Adnan juga gula darah normal. Tapi ada yang aneh dan bidan juga bilang kalau adnan kuning padahal mestinya wajarnya kuning di hari ke 3 apa ya. Ini belum 24 jam udah kuning. Langsung belum boleh pulang mesti tes darah dulu. Mulai deh deg2an mana juga belum pup seharian.

Hasil tes darah keluar, ternyata bilirubinnya tinggi 180an penyebabnya karena golongan darah adnan sama aq beda. Mirip kasusnya sama azka dulu jadi mesti disinari sampai bilirubinnya normal lagi. Untungnya disinarinya sambil bisa disusuin dan tetep satu ruangan. Disinari mulai siang pakai 2 lampu dan bakal dicek sampai 24 jam jadi mesti stay lagi semalaman. Bangun per 2 jam nyusuin dan seringnya lupa dibalikin lagi ke kotak lampunya jadinya nggak maksimal mungkin ya dan adnan juga sering lepasin penutup matanya mungkin juga nggak nyaman. Kali ini biar nggak keluar masuk jadi pakai tambahan susu formula karena kalau disinari bakal sering haus dan minum. oalah disini kena juga susu formula tapi percaya aja dokternya nggak bakal kasi saran kalau memang nggak urgent. Sufornya diberikan nggak di dot tapi lewat selang dikasi ke mulutnya kadang pakai cup feeder sesuai request. Awalnya memang ditawarin dibotol tapi kalau minta bisa lewat selang atau media lainnya. Mulai pompa memompa. Awalnya cuma dapet 20ml aja dan disimpen dikit2. Sama bidan tetap disusuin dulu terus baru dikasi hasil perahan dan susu formulanya sisanya sampai kenyang. Sufornya sekali kasi maksimal 50ml aja. kadang juga nggak habis.

Besoknya tes darah lagi dan hasinya ehhh malah tinggi jadi 200an. Wuikkk mesti dikasi tambahan lampu lagi jadi 3 lampu plus matras hangat dibawah yang mesti dibawa kalau keluar dari lampu. dilihat perkembangannya sampai 24 jam.Nah ni malem diawasi bener sama suster. Susternya orang pasifika kyknya galak pula. bener2 nggak boleh keluar masuk si bayi kecuali minum aja itu juga di kasi jam dan harus nulis di formnya jam berapa aja keluarnya. Plus juga dikasi tambahan susu formula tapi aq juga harus mompa walau sedikit gpp awalnya cuma 20ml aja padahal sudah 15 menit kiri dan kanan. Yang dikasi duluan hasil pompanya sisanya pakai susu formula cuma 40ml sekali kasi susunya per 2 jam. Trus karena dilihat lumayan juga 20ml per 2 jam ahirnya sama susternya disuruh mompa per 2 jam tapi per payudara 30 menit jadi bisa memenuhi kebutuhan top up nya jadi 40 sampai 50ml per 2 jamnya.Kali ini bidan semua yang ngelakuin dan jadi kurang tidur soalnya mesti mompa asi per 2 jam dan butuh 1 jam buat mompa padahal tetep aja setengah jam soalnya ngantuk berat dah. Dapetnya tetep 20 sampai 30ml sekali mompa.

Yap mulai tes darah lagi pagi2. Hasilnya Alhamdulillah sudah mulai turun jadi 160an. tapi memang tetep dipantau. Awalnya alatnya mau dilepas dan dicek sampai besok. Tapi ahirnya dokter balik dan memutuskan hanya melepas 2 lampu dan disisakan 1 lampu saja. Tetep mompa dan kali ini lumayan banyak 15 menit per 2 jam dapetnya bisa 40ml sampai 50ml untuk 2 payudara. Wah leganya..karena lumayan jadi kadang malem nggak pakai susu formula murni asi aja langsung dan hasil perahan. Mulai penutup mata adnan udah nggak seret lagi dan mulai bosen banget didalem tempat treatment. Tidur mulu kerjannya jarang bangunyya dah. kasian juga liatnya pas aq buka penutup matanya kayaknya seneng banget denger suara2 dan lega gitu. Oalah nak semoga cepet pulih ya.

Tes darah lagi ini hari ke 4. Mudah2an bagus bisa pulang. Alhamdulillah 155. Sudah turun lagi. Sudah nggak perlu disinari dan bisa pulang dah. Horaayyy...Seneng banget si adnan dilepas penutup matanya dan mulai dan pupnya hitam dan banyakkk banget. Alhamdulillah semoga lekas membaik dah. Beratnya juga turun jadi 3,4 kilo yang awalnya 3,45 cuma turun 1% aja normal aja kalau nggak sampai 10% turunnnya. 

Kali ini pingin coba ke birthcare dan ternyata nggak bisa soalnya sudah 4 hari di rs dan terlalu beresiko ibu dan anaknya jadinya kalau mau tetep disuruh bayar. Oalah ya..ya udahlah pulang aja lagian udah pinter juga nyusuin.hee..lumayan ni pasokannya bakalan banyak soalnya sering dipompa. 

Semua biaya perawatan adnan dan aq ditanggung gratis tis tis..pulang dengan tenang dah.heee..

Makanan di rumah sakit enak sih cuma lupa kalau ada opsi makanan halal jadinya pesen yang vegetarian. Enak juga sih tapi tetep kangen sama nasi.

#melahirkananakkedua
#melahirkannewzealand
#melahirkanauckland
#komplikasimelahirkan
#bayikuningjaundice
#golongandarahibubayibeda
#bayikuningsufor



Proses Melahirkan Anak Kedua (Induksi alami, Pain Killer, Komplikasi Melahirkan)

Hari ini tepat seminggu setelah melahirkan adnan. Rasanya masih kebayang proses yang panjang, melelahkan dan kadang masih meninggalkan trauma. Semoga bisa menjadi pengalaman bagi yang lain. 

Sudah mulai mendekati hari perkiraan lahir tapi si adek belum ada tanda2. Mulai 36 weeks sering jalan dan coba bicara sama adek diperut biar lahir tepat waktu. deg2an juga soalnya ahir bulan ayah mau pulang ke indonesia 12 hari. Ayo lahir dekk. Beberapa temen juga bilang kalau perutku masih keatas kayaknya bayi belum masuk panggul jadi lebih sering jalan kaki dah sama diajak ngobrol bayinya. Beberapa induksi alami yang dilakukan mulai 36 weeks sampai 1 hari mau melahirkan. :
1. Jalan Kaki
Ini hampir tiap hari bisa 30 sampai 1 jam sehari. Mendekati 38 Weeks malah pakai nanjak tanjakan setan dekat apartemen sama albert park. Kalau pas nanjak beberapa orang senyum manis mungkin berfikir kalau ini bumil ngapain jalan nanjak.haaaa..biar dahh dan belum juga ada perkembangan. tapi tetep aja jalan. Kadang abis jalan cuma kerasa kaku aja dan kontraksi palsu.
2. Goyang2 di Gym Ball
Goyang inul di gym ball sehari 2x masing2 30 menit. Sering abis goyang2 jadi kontraksi palsu. seneng juga terusin aja tapi ya nggak kontraksi beneran. 
3. Jalan 1 kaki di trotoar, Kaki satunya dibawah trotoar
Nah ini resep dari bidan. Jalan di trotoar katanya bisa melenturkan jalan lahir. lumayan juga kadang sampai kontraksi palsu seneng dah tapi ya hilang. oalah yaa...mana kalau lagi jalan gitu malu juga kalau diliatin orang.
4. Minum Raspberry Tea Leaf 
mestinya dimulai 36 weeks. aq minumnya pas 39 weeks. kayaknya gak banyak bereaksi. 1 hari minum 3x. rasanya enak seger juga tapi ya tetep aja nggak ada kontraksi.
5. Naik turun tangga
Nah ini juga katanya mempercepat, tapi di aq malah buat capek aja ahirnya tidurnya lama.haaa..pas juga lift apartemen mati. tetep aja semangat 45 naik turun tangga.Hasinya banyakan kontraksi palsunya.
6. Swab test membrane rahim
Ini katanya bisa mempercepat kontraksi. Rasanya sama persis kayak bidan cek bukaan pas lahiran. Bidan tangannya masuk dan sampai nyentuh kepala bayi. Kerasa lenturnya rahim sama jarak kepala bayinya apa sudah dibawah atau masih diatas. 2x dilakuin ini dan kepala bayi masih diatas tapi rahim sudah lentur. Pertama pas 38 weeks, kedua pas 39 weeks. 
7. Makan Durian dan Nanas
kali ini makan durian dan nanas. Karena durian mahal jadi makannya 400gram aja durian montong harganya $15 dah  berharap kontraksi. Yang terjadi ternyata memang mulas tetapi mulas ingin kebelakang. Begitupula dengan nanas, habis sebuah tapi juga mulas pingin kebelakang aja setelah itu nggak terjadi apa2. 
8. Stimulasi puting 
Katanya juga bisa membuat kontraksi dan dilakukan di ahir2 menjelang kelahiran. Aq pakai pompa asi. Kadang sampai keluar kolostrumnya. Ini juga bisa dilakukan sambil goyang2 di gym ball. Nah aq ngelakukan ini 2hari berturut2 sehari 30 menit untuk setiap payudara dan dalam 2 hari langsung kontraksi. Bisa jadi ini sukses atau memang kebetulan aja semua dilakukan bersamaan.

Dan Proses Kontraksipun dimulai..

Sabtu, 18 Maret 2017
Hari ini pas HPL belum ada juga tanda2 paginya. tetep aja melakukan induksi alami mulai jalan kaki, minum teh raspberry, naik turun tangga, goyang di gymball dan stimulasi puting. Ternyata pas jam 1 siang mestinya jadwal ngaji jam 3 sore, mau buat camilan eh kok sakit ya bagian bawah tempat pup dan sakit ilang sakit ilang dibuat istirahat nggak hilang juga. Ahirnya karena masih bisa tahan dibuat jalan aja sapatau bisa cepet kontraksinya. Hilang timbul ini per setengah jam.Masih bisa ambil mobil juga walau kadang nahan sakit. Seneng banget dah kalau bener kontraksi. 

Jam 3 ehh lha mana kontraksinya kok nggak kerasa. Ya udah dah dibuat bobo aja. ahirnya tiduran dah berharap kontraksinya dateng lagi. Mau ikut ngaji kok g enak tar kl kontraksi beneran gmana. Biar dah dirumah aja. Suami jam 5 ada badminton dan aq suruh biar aja badminton tapi juga siap2 sapatau aq udah nggak  tahan sakitnya.

Jam 7 suami pulang badminton mulai dah kontraksi datang lagi. Kali ini mulai agak sakit tapi bukan perut atau pinggang, rasanya pinggul sampai tempat pup. Nyerii dan per 15 sampai 20 menit sekali. Mulai dah pasang contraction tracker. Di aplikasi babybump pregnancy ada. enaknya download aplikasi ini ada contraction trackernya jadi tau pas kontraksinya apakah early, transition atau active labour. Disini kalau sudah kontraksi per  5 menit baru boleh ke rumah sakit.

Minggu, 19 Maret 2017
Kontraksi per 15 menit jadi per 10 menit sampai jam 2 pagi. Udah ayahnya aq suruh tidur dan pas jam 3 kok sakit yaa aq minta telepon rumah sakit. Udah pas kontraksi rasanya nyeri dibuat tidur udah nggak bisa. dibuat ngomong udah susah pas kontraksi dan ahirnya goyang2 di gym ball. Karena kontraksinya masih per 10 menit nggak boleh ke rumah sakit dulu padahal nggak tahan sakitnya dah pas di tempat pup itu ampun dah. Ahirnya kalau kontraksi datang aq minta suami elus2 pinggang sambil meringis kesakitan.

Jam 4 mulai kontraksi per 5 menit sekali. Udah aq bilang tunggu aja sampai sejam kalau sejam masih per 5 sampai 6 menit cus telpon rumah sakit. Dan ternyata jam 5 masih per 5 menit dan udah meringis kesakitan dah. telpon rumah sakit ahirnya boleh berangkat. Cepet2 antar azka yang masih tidur ketempat temen buat dititipin. Ini juga salah satu tips kalau punya anak pas mau lahiran dititipin ke temen dan aq bilangin kalau nanti bakal dijemput dan dikasi hadiah.Karena azka seneng banget sama hadiah jadi dah mau dititipin. Alhamdulillah daripada ikut keruang bersalin malah kasian mana capek juga nantinya dan untungnya nggak ikutan walau ada temen yang pas lahiran anaknya dibawa. kalau aq sarankan mending tidak karena iya kalau prosesnya cepet. Kalau lama kan kasian juga anaknya mana pagi2 belum kalau lapar dan rewel. so mending dititipin temen aja dah. Terima kasih tak terhingga buat Mommy Yanti, Pak Angga dan Habibie penghuni apartemen teman Indonesia yang sudah mau aq repotin jagain azka seharian. Ajak mainan, kasi makan dan ngejaga azka. Azka seneng banget katanya main sama habibie. Makasih sudah mau direpotin bangun pagi2 buat anterin azka kesana. Allah yang bales kebaikan mommy sekeluarga. Amin.

Jam 6 pagi sampai dah di rumah sakit. Sampai disana naik ke lantai 9 birthing suit. Aq ke receptionist dan disuruh ke ruangan 7. Ujung sendiri, pemandangannya bagus. Di kiri sky tower dan di kanan laut. Tapi buat apa pemandangan bagus kalau pas kontraksi. Masuk awal ditanya data2 nama dll sampai ntar apa mau suaminya motongin tali pusar, mau dikasi vitamin K untuk anaknya, apa mau skin to skin dan placenta mau diambil atau dibuang. Siap semuanya ahirnya observasi sama bidannya sampai setengah jam apa bener kontraksinya per 5 menit. Jangan2 cuma pingin ke rs aja. ternyata bener dan disuruh ganti baju rumah sakit dah. Ditunggu kontraksinya sampai sakit banget dan dibilang itu bukan active labour. kalau active labour itu 10 menit kontraksinya 3x. aq masih 5 menit sekali dan itu aja udah sakit dah. Dicek juga bukaan ternyata masih bukaan 3. Disini dipantau terus diruangan sama 1 bidan dan pas itu ada 1 anak magang student medical year 5 namanya christine. Bidan ini dan christine bener2 membantu dan sampai mungkin lupa makan siang kali ya. Dicek detak jantung bayi dan tekanan darah per 15 menit.

Lama bener dah ini kok ya nggak pingin dorong ya. Jadi agak lupa gimana rasnya lahiran. ahirnya daripada diem aja jalan dah muter2 ruangan terus muter2 tempat bersalin. Ada kira2 4 ruangan yang dipake dan pada anteng diem2 semua. Ini pada nahan kontraksi apa pada udah lahiran semua ya.Muter2 dah sampai jam 11 siang masih sama per 5 menit dan dicek bukaan ternyataaaaaa...TIDAK ADA tambahan bukaan masih sama masih bukaan 3. Karena proses kontraksi yang lama mulai jam 1 pagi hari sabtu sampai jam 11 pagi hari minggu dan aq nya udah capek dah. suami juga ngantuk, bidannya kasi pilihan apa mau pulang nunggu sampai kontraksinya 10 menit 3x kontraksi dan kita juga nggak tau kapan itu. Padahal anak ke 2 katanya cepet. Dulu azka sampai 1,5 hari sih. Ini udah seharian belum ada perkembangan dan kontraksinya beda sama yang dulu. Terus juga aq masih nggak perlu pain killer masih bisa nahan lah. Pilihan kedua, pecahin ketuban berharap ada bukaan dan kontraksi reguler. ahirnya pilih dan pilihan kedua.

Jam setengah12 Ketuban dipecah. rasanya nyeri dibagian dalam sampai nggak bisa relax dah. Tapi ketuban yang keluar masih dikit. lanjut disuruh jalan sampai ada kontraksi. Pas ini udah hilang semangat gimana kalau nggak ada perkembangan soalnya nanti dicek sampai 2 jam kalau nggak ada perkembangan bakal di induksi suntik. Gimana kalau bayinya stress dan aq udah stress duluan dah udah takut aja kenapa nggak disuru sesar aja ya udah capek males juga. 30 menit berlalu kontraksi mulai kerasa sakit. Nggak lama byarrrr keluar air dah dan rasanya udah mulai sakit di pinggul sampai pinggang. Sakitnya bisa per 3 menitan dah cepet banget dan rasanya kayak mau pup aja pingin push. Saking sakitnya sampai pas jalan pingin jatuh aja sampai suami susah megangin. Aq udah meringis aja dah. Pas itu udah minta pain killer ethonox (happy gas) jadi buat ngilangin sakit. Awal2 memang ngefek selama kita nafasnya bener nafas panjang pas awal kontraksi sampai puncak kontraksi. Kalau nafasnya pendek2 yang ada tambah pusing kitanya. Jam 1 dicek bukaan soalnya udah melilit dah ternyata udah bukaan 7. 

Pas bukaan 7 Belum boleh dorong, No Push Ok. Padahal udah nggak tahan. Disuruh nahan sambil tetep hirup etonoxnya. Bertahan sampai setengah jam setelah itu udah teriak2 nggak tahan soalnya beneran pingin ndorong. Ahirnya kalau nggak bisa nahan coba sambil berdiri tapi ni kaki udah kaku aja mana capek juga. Nggak lama ada 3 dokter dateng dan kata bidannya nanti bakal di epidural kalau tetep nggak bisa nahan. Aq udah gak peduli.I dont careeeeeee..Ahirnya dokter pasang morphine di tangan kiri dan kanan dan rasanya nge fly booo..ngantuk abis tapi tetep aja kerasa dan makin lemes aja kyk orang ngantuk udah seminggu nggak tidur. karena tetep aja nggak bisa nahan hasrat untuk dorong padahal udah pakai ethonox sama morfin kiri dan kanan. Sama bidan udah kalau mau push ya push tapi kakinya diangkat keatas lebar. Itu kepalaku udah dimana, badan dimana kaki dimana. g jelas dah. Ahirnya setiap pingin push aq push sambil teriak keras2 dan aq bilang capek..capekkk...capekkk...karena rasanya lemes kehabisan tenaga padahal juga udah minum teh kotak loo sama kyk pas azka dulu. haaa...tetep aja nggak ngefek rasanya pingin tidur aja.

Ampunnn masih dah bukaan 7 ahirnya dipasang alat ngecek detak jantung diperut dan nggak lama kok ilang detak jantungnya dan bidan bilang flat..flat..ahirnya nggak lama ehhh banyak banget orang didalem termasuk satu dokter yang bagian jaga didepan kaki. Biasanya si bidan tapi kali ini beneran dokter dan banyak banget. Ada 5 orang mungkin megangin kaki kiri kanan udah kyk sapi mau disembeleh aja. haaaa....Cepet2 si dokter duduk dan aq kerasa ada yang dipotong dan ada tangan masuk.wadowww apa itu yaaa..Ternyata itu proses buat membuka jalan lahir soalnya bahu si adnan nyangkut di pinggul jadi nggak bisa turun bayinya dan detak jantungnya lemah, ketuban sudah keruh. Ayooooo pussshh...udah bukaan lengkap. aq udah lemes aja. Tapi karena banyak yang nyemangatin dan ternyata semangat itu membuahkan hasil. 2 menit push dan si adnan lahir. Adnan lahir jam 14.42 beratnya 3,45 tinggi 50cm. Padahal dari hasi scan kyknya besar. Bidan aja prediksi bisa 3,8kg. ternyata scan bisa salah juga ya. Dokter bilang proses muter bahu sampai keluar itu mestinya kurang dari 6 menit. Kalau lebih si bayi bakal meninggal atau kena brain damage. Ya Allah, sampai segitunya. Terima kasih, Alhamdulillah..

Udah dah nggak ada namanya motong ari2 atau nerima bayi soalnya bayinya udah nggak nafas. Langsung banyak orang dateng dan ayahnya aja nggak bisa liat bayinya saking banyaknya orang. Nggak lama placenta keluar dan mukanya dokter masih agak aneh gitu. Hemh..kenapa ya dan aq udah kyk orang lemes pingin tidur tapi nggak boleh harus tetep terjaga dan dikasi infus 2 botol langsung masuk. Ternyata pendarahan nggak berhenti dan banyak banget. Ahirnya dokter bilang mau cek rahim soalnya mestinya rahimnya nutup dan membuat pendarahannya berhenti. tapi ini nggak jadi dokternya mau cek. Aq pikir rasanya biasa aja ternyata ampun dahhhhhhh kayak kontraksi yang disuruh nahan push. sakit banget. Dokter bilang santai, soalnya kalau nggak berhenti kamu harus dioperasi untuk mengurangi darah keluar dan menormalkan rahim. Ohh noo..Ahirnya diulangi lagi masuk lagi dah tangannya kali ini aq dikasi etonox lagi dan tetep teriak2 dah. dan kerasa ada yang keluar banyak dari sana. Pas ditimbang se darah2nya ternyata darahnya 800ml. Normalnya cuma 500ml. ini banyak banget dah. Sampai pas turun ranjang aja masih berdarah2 dan mesti ganti pads per jam saking banyaknya. 

Dokter mulai jahit menjahit bagian bawah dan yang ternyata oh ternyata sampai kebelakang bok..robekk karena mungkin aq gbsa nahan waktu masih bukaan 7 disuruh nahan dorong nggak kuat. Aq pikir itu ambeien ternyata oh ternyata itu robek dan harus dirawat juga jangan sampai infeksi. Rahimku juga agak miring posisinya yang membuat kepala bayi agak miring jadi susah masuk panggulnya makannya pas pendarahan agak susah posisinya buat balik. Mudah2an nggak ada apa2 dah kedepannya. serem juga ni. Si adnan ahirnya sehat dan bisa skin to skin. Ayahnya sampai nangis saking terharunya soalnya ngerti pas detak jantung lemah dan alatnya dimasukkan ke miss v sampai nyentuh kepala bayi soalnya udah flat aja detaknya pas diatas perut alatnya. pas abis lahiran suhu badan adnan dingin dan suhu badanku hangat jadi dah adnan dikasi selimut 3 lapis dan emaknya dikasi kipas angin sama kompres dingin. Terus adnan ahirnya ditempelin skin to skin sama emaknya biar cepet pulih semuanya. 

Hebatnya disini semua dipastikan bisa normal dulu sebelum disesar. Prosesnya panjang dan dokter juga bilang ini kasusku adalah kasus gawat / emergency. Dan bidan dokternya bilang Aq kuat You're strong. Selalu bilang gitu. Heran juga apa ya sampai segawat itu ya antara hidup dan mati dah. 

Jadi aq sudah melewati kontraksi seharian, Kontraksi dibelakang karena posisi bayi (Back labor dan Occiput Posterior ) induksi pecah ketuban, pendarahan hebat (Pospatrum Hemorrhage, rahim belum kembali pas setelah lahiran),  bahu bayi nyangkut di pinggul (Shoulder Distocia), kepala bayi belum masuk panggul, detak jantung bayi hilang didalam, ketuban keruh bayi pup didalam jadi bayinya stress. Komplikasi dibahas di bagian lain blog ini. Pakai pain killer ethonox sama morfin juga buat proses lahiran adnan. Untungnya nggak jadi di kasi epidural yang katanya sakitnya bekas suntikannya nggak hilang walau udah hampir 2 tahun. Ditambah pendarahan hebat dan robekan pula. Rahim miring apa itu ya yang nyebabkan kontraksiku bukan mules tapi malah rasa sakit di bagian pup. ya maybe. Mungkin kalau di Indonesia udah disesar kali ya. Rasanya da nggak kuat pingin sesar aja dah pada saat itu. Yang penting rasa sakit itu terbayar dengan lahirnya adnan. Dan mungkin kalau bisa 2 anak saja dah. Dan belum tentu anak kedua prosesnya lebih mudah. Kebanyakan iya tapi sepertinya tidak buat saya. Allah membantu saya lewat tangan2 dokter yang hebat. Buat bidan yang menemani saya mulai kontraksi sampai melahirkan Kerrie Anderson dan Christine Mahasiswa Magang year 5 fakultas kedokteran yang lahirnya di indonesia. Juga dokter2 yang menemani saya waktu melahirkan terutama dokter spesialis kandungan lupa juga namanya yang berjuang menyelamatkan adnan waktu proses melahirkan. Mereka hebat lewat merekalah adnan menjadi seperti sekarang. Doa saya buat mereka supaya mereka diberikan kemudahan untuk apa yang mereka inginkan. Terima kasih saja nggak cukup membayar apa yang mereka lakukan buat saya dan adnan. Makasih juga buat Keluarga dan Teman2 semuanya, Mama, Papa, Mamah magelang dan Saudara2 buat doa dan Supportnya.

Karena saya pendarahan hebat dan adnan juga melewati proses yang lama dan ketuban keruh. Jadi saya harus dirawat sama adnan harus stay minimal semalam buat dicek kondisinya sampai stabil. Adnan juga mesti dicek gula darahnya karena mengalami shock waktu melahirkan dikawatirkan gula darahnya rendah. Adnan rawat gabung sambil bisa nyusuin. sakit sih tapi bahagia juga. 

Tapi..belum sampai disitu ceritanya harus nginep dahhh sampai 4 hari.

Oia semua biaya melahirkan mulai dari awal sampai ahir GRATIS karena working visa 2,5 tahun. Kalau working visa diatas 2 tahun free maternity services. Kecuali kalau minta sesar baru dah bayar entah berapa kayaknya pasti muahaall..

#Melahirkanauckland
#melahirkannewzealand
#painkillerlabour
#melahirkananakkedua
#melahirkannormalkomplikasi
#Shoulderdistocia
#bahubayinyangkutpanggul
#Backlabor
#occiputposterior
#posisibayibelakang


Senin, 20 Februari 2017

Labour Stage ( Fase2 kelahiran )

Nah ini yang seru fase2 mendekati kelahiran dan kapan bisa ke rumah sakit. Untuk ibu yang baru pertama melahirkan fasenya lebih lama bisa 2 sampai 3 hari sampai melahirkan. Hemhh makannya dl azka lama juga 2 harian baru lahir

1. Pre Labour
- Kontraksi palsu, banyak minum dan makan yang bergizi
- istirahat cukup
- Posisi kepala bayi dipastikan sudah dibawah

2. Active Labour ( stage pertama )
- Kontraksi setiap 4 - 5 menit dengan lama kontraksi 90 detik
- Kontraksi menjadi setiap 3 menit dengan lama kontraksi 90 detik
- Jangan tiduran, tetap jalan dan goyang pinggang seperti hula hoop atau pakai bola gym.
- Coba tenang, bernafas dan pakai pain killer kalau diperlukan
- Minum air 1 gelas setiap 15 menit
- pada saat ini baru boleh kerumah sakit (saat sudah tidak bisa bicara lancar karena sakit di pinggang)
- Saat masih dirumah, gelapkan kamar agar cepat bukaan

Cek kontraksi dan siap2  nomor bidan dan rumah sakit juga taxi yang bisa dihubungi

yang harus diwaspadai selama proses melahirkan dan segera kerumah sakit tanpa menunggu lamanya kontraksi :
1. Keluar darah banyak sampai kaki dan lebih dari setengah cup
2. Ketuban pecah
3. Gerakan bayi berkurang

3. Stage kedua
- Bukaan mulai 9 cm
- Keinginan mulai mendorong, jangan ditahan, dorong saja
- Untuk kehamilan pertama bisa 1 sampai 2 jam sampai bayi lahir

4. Stage ketiga
- Placenta dan bayi keluar
- dorongan mulai berkurang
- Cek kondisi vagina dan ibu

Versi lengkap bisa didownload Disini


First 72 Hours Baby in NZ ( 72 jam pertama bayi yang lahir di new zealand )

Nah ini 72 jam pertama bayi mulai lahiran sampai bisa dibawa pulang dengan kondisi ibu lahiran normal.

1 menit pertama : Tes APGAR buat mengetahui kondisi bayi, Skin to Skin bayi selama 45 menit minumum


1 Jam pertama : Menyusui, Cek placenta dan pemberian vitamin K
2 Jam pertama : Cek Tip2Toe termasuk panjang dan berat bayi, ibu bisa mandi, bisa makan makanan yang dilarang selama hamil karena placenta sudah lepas dari bayi dan ibu, Ayah bisa menggendong bayi dan bayi dipakaikan baju dan nappy
3 Jam pertama : Bayi dan ibu dipindahkan ke birthcare atau pulang kerumah dengan car seat dan baju hangat

Hari 1 : Visit dari teman dan keluarga, Menyusui, Ibu bisa istirahat, Bayi mulai pup dan tes kuning (Jaundice)
Hari 2 : Tes tip to toe, Tes pendengaran dan bayi mulai dimandikan
Hari 3 : Bayi dan ibu bisa pulang dan LMC atau bidan akan mengunjungi 7x selama 7 minggu kedepan.

Safe Sleeping ( Tidur yang aman buat bayi )

Nah ini karena beberapa  bayi banyak yang kena SIDS ( Sudden Infant Death Syndrome ). Kematian mendadak bayi salah satunya karena posisi tidur yang salah.

Jadi untuk menghindarinya kita harus bisa mengetahui posisi tidur bayi yang benar :
1. Pisahkan bayi dengan saudara dan orang tua
tidurkan bayi di cot atau moses basket yang terpisah dari orang tuanya selama 1 tahun
2. Beri selimut tipis dan taruh dibawah dada bayi
Nah jangan beri bayi selimut yang fleece tebal dan nantinya akan menyusahkan nafas bayi dan tertarik keatas dan menutupi bayi
3. Tidurkan bayi di cot dengan posisi kaki bayi menyentuh ujung cot
Nah ini biar bayi nggak turun kebawah dan ahirnya ketutupan sama selimutnya. bayi jadinya bisa nendang dan sampai ke ujung cot.
4. Jangan membedong bayi
Bayi jadi susah bergerak dan memberi sinyal pada saat tidak nyaman. Selimut juga dilingkarkan di matras sehingga bayi bisa bergerak dengan mudah
5. Matras bayi yang kaku jangan yang terlalu empuk
matras yang firm sehingga bayi tidak mudah goyang
6. Jangan beri mainan atau pembatas di cot
terkadang ibu2 senang beri pembatas kain karena agar bayinya tidak terkena cot. ternyata pembatas itu berbahaya juga
7. Bayi dalam posisi tidur terlentang, jikalau tengkurap harus diawasi dan tidak dalam waktu lama
Posisi bayi teraman pada posisi terlentang. Jika bayi tengkurap harus diawasi dan diusahakan disiang hari dan tidak lama.
8. Jangan beri bayi bantal
Nah ini kadang takut kepala peyang, sebenarnya cara tidur yang mempengaruhi kepala peyang atau tidak. pada siang tidur menghadap kanan, malam tidur menghadap kiri nanti juga kepala tidak peyang walau tidak pakai bantal


FREE Kelas Kehamilan (Antenatal Class) dari Council dan Plunket

Daftar mulai 4 bulan hamil dapet antriannya di 8 bulan kehamilan.hee..gpp lah free pula bisa cek Disini buat daftarnya untuk yang dari council lokasinya beragam. lumayan dah 2 hari free. Hari pertama hari rabu di birthcare parnell jam 6 sampai 9 malem. yang lain pada bawa pasangannya, aq aja dah sendirian padahal bisa bawa teman.haa.gpp dahh biar mudah diingat sama orangnya.

Hari I yang dibahas :
- LMC appointment
ini soal milih bidan dan dokter dan beberapa kali tes darah juga scan usg. pas udah 8 minggu diusahakan sudah ada bidan atau dokter yang dituju selama kehamilan.
- Pregnancy Immunisation
Imunisasi whooping cough gratis buat bumil di 30weeks kehamilan nanti bisa langung ke GP atau dokter
- Smokefree  & Alcohol free
Selama hamil dijaga jangan sampe dekat atau minum alkohol sama merokok karena bahaya buat janin.
- Diet & exercise
selama hamil hindari makanan yang tidak matang. Tetap jalan minimal 30 menit sehari, berenang dan olah raga ringan.
- Safe sleeping
Tidurnya bayi diusahakan terpisah dari orang tuanya, tanpa bedong, bantal dan selimut tebal. dibahas di bagian lain ya..
- Car seat
diusahakan umur car seat tidak lebih dari 6 tahun dan sudah sesuai dengan NZ standart.
- Labour stage 1,2,3,
Nah ini mulai mules sampai lahiran. kapan telepon bidan dan kapan ke rumah sakit jika kontraksi sudah per 5 menit. dibahas di bagian lain juga
- Skin 2 skin
Ini wajib setelah bayi lahir selama 45 menit
- First 72 hours
Ini 3 hari selama di birthcare mulai ukur bayi sampai kesehatan ibu. dibahas di bagian lain yak

Hari ke II yang dibahas :
- Newborn appareance
Nah ini kadang yang buat ibu2 kawatir pas bayinya lahir seperti kepalanya nggak rata, kulit keriput, kulitnya ada lapisannya nggak bersih, bagian kelamin agak membesar, ada jerawat atau keringat di badan bayi dan pantat bayi kehitaman.
Semua diatas itu normal dan akan hilang seiring usia bayi. jangan kawatir.
- Breastfeeding
dibahas mulai apa itu Letdown reflex, jumlah asi yang diperlukan bayi, perubahan asi ada hindmilk dan foremilk, siapa saja yang berpengaruh dalam asi termasuk keluarga dan lingkungan (ada komunitas tentang menyusui dan konsultan menyusui jika mengalami kesusahan), Latching on cara yang benar dalam menyusui
- Nappies, clothing
Jangan banyak2 beli baju bayi karena juga tidak dipakai lama. kalau newborn lebih baik pakai pampers atau pospak karena pipis bayi banyak dan pospak disini katanya nggak menyebabkan rash atau gatal. justru kalau pakai cloth diapers harus sering ganti dan pakai diapers cream. rash dalam bayi juga ada penyebabnya salah satunya bakal muncul kalau pas tumbuh gigi.hemmh...ilmu baru ini.

ini bagus banget buat ibu2 muda yang baru punya anak atau saya yang jaraknya lama dari anak pertama ke kedua atau ibu2 yang baru pertama melahirkan di new zealand. daftar saja gratis dan bermanfaat dah. kalau bisa dateng sama pasangan atau teman ya.





Berdasarkan apa yang dibahas diatas, dibandingkan dengan yang ada di Indonesia beberapa ada kesaamaan dan perbedaan. Mari dibahas :

1. Setiap ibu hamil harus punya bidan atau dokter,ini sama dengan yang disini. Setelah tau hamil langsung cus ke bidan atau dokter yang dituju bisa ke puskemas,praktek bidan dirumah atau dokter di klinik. Bedanya, disini umumnya 8 weeks baru ke bidan atau dokter dan tes darah, usg karena pada usia kehamilan segitu si janin kalau di usg kelihatan. Tapi bisa jadi kalau punya uang lebih bisa kedokter sekalian usg.Karena saya pakai jalur umum seperti BPJS di Indonesia jadi ikut aturan saja. Bisa saja langsung kedokter kandungan dengan biaya $150 per sekali kedatangan. Kalau di Indonesia, saya dulu hamil 5 weeks telat seminggu da buru2 kedokter dan usg dalam. Saat tau positif langsung datang ke bidan. Karena saya pakai working visa 2 tahun jadinya pelayanan kesehatan selama kehamilan gratis mulai dari kontrol dan tes darah, kecuali usg bayar $40 sekali datang.

Disini bidan juga ada bidan community dan independen. Bidan community tidak mendampingi selama lahiran, hanya pas kontrol saja. Bidan independen mendampingi selama lahiran dan kontrol. Bidan independen pada saat kita daftar harus cek apa bidan tersebut penuh atau tidaknya dan sesuaikan dengan lokasi tempat lahiran yang nantinya akan dituju. Kalau di Indonesia bidan juga mendampingi, tapi juga bisa nanti pas lahiran dengan bidan dan kontrol kedokter kalau ada biayanya.
Bidan juga datang 7x setelah kelahiran untuk cek ibu dan bayi selain imunisasi Kalau imunisasi di dokter.Di Indonesia kita yang datang kontrol ke dokter anak untuk imunisasi dan tidak dicek kondisi ibu. Jika ada apa2 bisa langsung kedokter.

2. Imunisasi Kehamilan
Disini imunisasi selama hamil wajib whooping cough atau batuk rejan. Diberikan saat kehamilan 30weeks dan gratis di dokter. Imunisasi lainnya bisa menyesuaikan, terkadang ada juga pada saat ibu hamil di summer season, banyak anak kecil yang kena cacar air jadinya kalau belum punya imun cacar bisa minta imun cacar yang sebelumnya bisa cek darah dulu apa kita punya imun cacar atau tidak.

selama di Indonesia saya tidak direkomendasikan oleh dokter imunisasi apapun. Hanya makan makanan yang bergizi dan minum vitamin yang diberikan dokter.

3. Smokefree, Alkohol free
Disini selama hamil harus bebas alkohol dan rokok. Kalau perlu bantuan untuk meyakinkan keluarga atau membuat suasana rumah menjadi bebas alkohol dan rokok ada wadahnya. Rokok dan alkohol bisa membahayakan janin.

Di Indonesia karena jarang perempuan yang merokok dan minum alkohol, dokter juga jarang memberitahu kecuali beberapa orang yang memang aktif dalam rokok dan minum. Tapi semua orang sudah paham kalau hamil tidak boleh merokok dan minum alkohol.

4.Diet dan Excercise
Disni ada beberapa pantangan makanan sama juga dengan di Indonesia termasuk makanan mentah, beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi, keju, mayonaise yang bahannya dari makanan mentah. ada bebeberapa list makanan yang dihindari dan dibatasi yang diberikan oleh bidan termasuk kopi yang dibatasi sehari 3 cup kecil. Makanan diusahakan banyak sayur dan buah dimulai dari kehamilan bulan awal.

Dari awal kehamilan disini diusahakan tetap beraktifitas dan jalan kaki minimal 30 menit sehari tidak hanya pas mendekati lahiran tetap melakukan olahraga ringan selama kehamilan tidak membahayakan kondisi ibu dan anak. Waktu itu saya pas pendarahan juga setelah pendarahan berhenti tetap disuruh jalan kaki. Kalau di Indonesia terutama pas awal  kehamilan diusahakan tidak terlalu capek dan kalau pendarahan dikasi penguat kandungan. Jalan banyak pada saat mendekati lahiran (pengalaman saya),

5. Safe Sleeping

- Disini bayi sampai 1 tahun harus ditaruh di tempat terpisah dari orang tua dan saudaranya. Bisa di Cot, Bassinet atau mosses basket. Saya pakai mosses basket karena kecil dan tidak banyak tempatnya, bisa dibawa kemana saja dan bisa ditaruh diatas tempat tidur. Kalau di Indonesia seperti matras bayi.
- Selain itu, bayi tidak boleh diberikan bantal, jangan takut peyang karena tergantung posisi tidur bayi. Kalau pagi menghadap kanan, dan malam menghadap kiri.
- Bayi juga diberikan selimut tetapi tidak tebal.
- Bayi tidak dibedong, biarkan tangan bebas. ada bedong bayi tapi tangannya bebas jadi hanya kaki saja yang tertutup itu juga tidak ketat.
- Bayi tidak diberikan penutup tangan karena alasan keamanan dan kenyamanan. usahakan memotong kuku bayi secara rutin.

Kalau di Indonesia saya dulu bayi sudah tidur dengan orang tuanya, kalau malam dibedong, pakai bantal peyang dan selimut selama tidur.

6.Car seat
Disini wajib kalau bepergian dengan mobil, bayi ditaruh di car seat. Diusahakan car seatnya umurnya tidak lebih dari 6 tahun dan sesuai dengan standart new zealand. Kecuali kalau naik kendaraan umum bisa digendong atau ditaruh di stroller

Kalau di Indonesia tidak umum penggunaan car seat, bayi setelah lahir dibawa digendong biasa dan diberikan selimut selama perjalanan.

7. Labour Stage
Disini bukaan 6 baru boleh ke rumah sakit dimana selama 10 menit kontraksi 3x dengan jarak per kontraksi 90 detik. itu juga konfirm dulu ke bidan. Kecuali pecah ketuban banyak dan keluar darah banyak lebih dari 1 cup baru langsung ke rumah sakit. Ada telepon khusus langsung ke bagian labour di rumah sakit untuk memastikan apa bisa langsung kesana atau menunggu dulu. Diberikan beberapa pilihan pain relief untuk mengurangi rasa sakit selama kontraksi, salah satunya gym ball. Diusahakan tidak tiduran selama kontraksi. harus banyak jalan atau pakai gym ball untuk mempercepat bukaan. Pada saat lahiran juga tidak menunggu sampai bukaan lengkap baru mengejan. Pada saat ingin mendorong boleh mengejan.

Kalau di Indonesia pada saat mulai mulas bisa langsung ke rumah sakit atau tempat bidan sambil menunggu kontraksi. jarang ditemui diberikan pain relief untuk mengurangi sakit. pada saat kontraksi umumnya hanya tiduran dan menunggu sampai bukaan lengkap dan harus menahan rasa sakit tidak boleh mengejan sebelum bukaan lengkap.

8. Skin 2 skin
Disini skin 2 skin dilakukan selama 45 menit langsung setelah lahir sambil bidan membersihkan bagian vagina. walau cesar juga tetap dilakukan selama ibu masih kuat dan tidak mengalami pendarahan hebat.

Di Indonesia dulu saya tidak diberikan kesempatan skin 2 skin karena dokter mengatakan saya capek ahirnya disuntik tidur. tetapi beberapa klinik dan rumah sakit bisa memberikan skin2skin kalau mengatakan dari awal sebelumnya.

9. 72 Jam pertama
Disini pengecekan dilakukan sampai 72 jam untuk bayi dan ibu dalam kelahiran normal dan dipindah tidak di rumah sakit tetapi di klinik bersalin.Termasuk diberikan imunisasi vitamin K.

Di Indonesia bayi dicek langsung setelah lahir dan diberikan imunisasi. Tidak sampai 3 hari di rumah sakit sudah pulang selama semua kondisi normal.

10. Newborn Appareance
Disini umum dan wajar bentuk bayi saat lahir kepala tidak rata, ada benjolan, ada jerawat, kulit menghitam dan lainnya.

11. Menyusui
Disini langsung setelah bayi lahir skin2skin dan menyusui. Diberikan ruangan jadi satu antara ibu dan anak agar bisa langsung menyusui kapanpun. Kalau ada masalah bidan akan memberikan bantuan dan ada komunitas menyusui agar proses menyusui berjalan lancar. Tidak dianjurkan susu formula kecuali alasan medis dan prematur.

Di Indonesia saya dulu bayi lahir di rumah sakit diberikan susu formula dan ditanya merknya apa dan diberikan dengan dot. Alasannya susu belum keluar dan bayi bisa kelaparan. Harus cari rumah sakit, dokter dan klinik bersalin yang pro ASI.Kalau ada masalah terkadang dokter anak atau bidan juga tidak seberapa mengetahui. Beberapa ada konselor laktasi dikota2 besar.

12. Nappies dan Clothing
- Disini dianjurkan pakai pospak buat newborn karena banyaknya pipis dan menghindari rash pada bayi. Kalau pakai cloth diaper harus dibesihkan rutin dan diberi diapers cream.
- Tidak pakai bedak, minyak kayu putih. Hanya sabun bayi biasa dan lotion bayi untuk melembabkan kulit bayi.
- Baju disesuaikan dengan kondisi. Kalau summer, bayi diberikan baju lengan pendek dan tidak dibedong kencang. Kalau winter, diberikan baju wool hangat.

- Diindonesia, azka dulu pakai popok kain sampai 3 bulan karena kalau pakai pampers biasanya ada rash nya jadi dipakaikan popok sampai tidak cukup lagi popoknya.
- Pakai bedak, minyak telon lengkap dah sampai minyak wangi bayi
- Baju dipakaikan baju tebal apalagi kalau mau keluar rumah lengkap dengan selimutnya. padahal panas bener udara. Kalau dirumah bisa pakai baju tipis tapi tetap dengan pakaian dalam singlet.

Hemmh..banyak  juga ilmu baru yang didapet dari kelas kehamilan ini. Mestinya ini kelas kehamilan buat ibu baru. cuma saya ibu baru yang lahiran disini hee..modus dahh dan karena ini gratis jadinya ikutan aja nambah ilmu kan lumayan.

Selain itu bisa juga ikutan kelas parenting dari plunket. diutamakan pas trisemester ketiga kehamilan (Your New Baby) .Free seminggu sekali selama 3 minggu. Mengetahui bayi sampai 6 weeks. bisa kontak plunket di area masing masing. cek Disini
- Looking after yourselves/ The role of the baby and parents/ Parenting role models
- New Baby communication; crying and sleep/ New baby appearance/ Bedding and sleep safety
- Feeding your baby
- Baby essentials; bathing, clothing; nappies, transporting baby
- Life and relationship changes; coping with change and challenges
- Support, Well Child Services and Immunisation/ Supports to aid adjustment/Returning to paid work/ Immunisations








 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design