Daftar Kategori Blog

Senin, 12 Juli 2021

Mitigasi Resiko Pandemi Covid ala Emak

 1,5 tahun pandemi berlalu. Kali ini malah mulai gelombang ke dua dengan varian delta. Sudah ada lagi varian lambda. Sebagai emak - emak dirumah yang bukan nakes,tetapi ingin paham dan agar makin waspada, namanya emak - emak juga harus belajar juga ini karena kalau ada apa - apa, emak - emak ini juga garda depan. Salah satu bakat saya di Tallents Mapping adalah INPUT, apa itu?? Input adalah bakat kemampuan dalam mengumpulkan informasi ditambah dengan bakat ANALYSIS yaitu menganalisis sesuatu, nampaknya 2 bakat ini kepake juga nih buat mitigasi resiko selama pandemi ala emak. Simple dan padat juga bisa berbagi kepada sesama yang memerlukan info. 

Tips Mitigasi Resiko ala Emak selama Pandemi dibagi 4 yaitu resiko sakit / Covid, Resiko Stress yaitu Mindfull, Resiko keuangan dan resiko parenting yaitu soal pembelajaran anak .

A. Resiko Sakit / Covid

Mitigasi resiko keluarga kecil jika sakit entah itu covid atau lainnya yaitu : 

1. Preventif.

- Lakukan pencegahan dengan cara memakai masker ( Masker harus fit, masker dobel kain+medis atau masker medis kf94/kn95. anak2 pakai masker medis dan face shield kalau keluar rumah ). Sering cuci tangan dan batasi keluar rumah. Awasi anak - anak. 
- Bersih - bersih setelah keluar rumah. 
 - Lakukan peningkatan imun. Makan makanan bergizi, olahraga, istirahat cukup, minum supplemen. Saya supplemennya mix medis herbal ( Multivitamin dengan Zink + Madu + VCO + Probiotik ). Minum jahe anget sebelum tidur. 
- Tidak keluar ditempat keramaian dan menghadiri acara dengan banyak orang
- Tidak menerima tamu tanpa protokol dan dalam waktu lama

2. Treatment

Kalau sakit, langsung berobat dan istirahat, punya list penting dalam treatment entah covid atau tidak yaitu diantaranya : 
- No RS Rujukan Covid dan non rujukan covid  Suarbaya dan sekitarnya
- Kontak Satgas Covid, Ambulance, RT/RW
- Kontak Oksigen dan pengisian oksigen surabaya dan sekitarnya
- List Perlengkapan isoman dirumah
- List Perlengkapan saat kerumah sakit
- Kondisi yang dipantau saat isoman
- Obat - obatan pendukung 
- Treatment agar lekas pulih ( Senam + Berjemur dsb )
- No tlp dokter / Telemedicine  rumah sakit / klinik
- No tlp apotik 
- No tlp plasma covalesence
- List no tlp teman / toko untuk makan/pelengkapan harian saat diperlukan

B. Resiko Stress / Mindfull

Mitigasi resiko saat stress agar tetap mindfull yaitu : 

1. Preventif. Agar tidak stress 

- Lakukan kegiatan fisik yaitu olahraga rutin bisa jalan kaki, yoga atau lainnya
- Lakukan kegiatan produktif setiap hari, bisa dengan mengembangkan hobi, membaca buku, ngeblog, bikin podcast dsb
- Hubungi teman / saudara untuk bercerita dan mengeluarkan keluh kesah
- Bermain dengan anak dan menonton dengan anak
- Membantu Teman yang sedang kesusahan / Isoman terutama dengan mendengar keluh kesahnya
- Keluar rumah tanpa turun hanya diatas kendaraan, untuk menikmati udara luar sesekali.
- Telepon teman/ saudara dan dengar keluh kesahnya dan bantu mereka mengatasinya. Bikin dirimu berguna bagi orang lain.
- Sesekali menangis boleh, setelah itu selesaikan masalahmu

2. Treatment. Dilakukan saat preventif tidak bisa, sehingga datang serangan panik atau sedih yang teramat sangat.

- Batasi mendengar berita buruk, Kurangi berita buruk dan scrolling Sosmed. Bisa lihat tv, belajar ilmu baru atau lainnya
- Meminta bantuan psikolog untuk treatment tambahan atau psikiater jika diperlukan.
- Meminta bantuan ahli lainnya jika diperlukan / Orang ketiga. 

C.  Resiko Keuangan

Mitigasi resiko agar tetap bertahan mencukupi kebuthan sehari - hari : 

1. Preventif. Agar bisa tetap mencukupi kebutuhan harian

- Cek kondisi keuangan dan bikin budget anggaran keuangan harian dan bulanan. Kurangi kebutuhan yang tidak perlu dan tidak mendesak. Needs and Wants.
- Anggarkan dana darurat sebesar 3 - 6 bulan kedepan
- Investasi jika memungkinkan 10% pendapatan tiap bulan
- Bantu sesama dengan beramal dan sedekah
- Mulai buka usaha kecil - kecilan bisa MLM, Makanan, Dropship atau lainnya, jika kondisi masih cukup ini tidak rutin tidak apa - apa. 

2. Treatment. Saat tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan harian

- Menjual asset yang dimiliki 
- Menggadaikan asset yang dimiliki
- Berhutang kepada teman yang bisa tanpa memberi bunga memberatkan
- Mulai bekerja kecil - kecilan secara rutin.
- Bekerja sesuai bidang atau membuka jasa apapun yang halal dan tetap harus berusaha bergerak mencari nafkah.

D. Resiko Parenting

Kalau emak stress, anak juga stress, suami juga stress dan ini tidak bagus bagi perkembangan anak dan keluarga, oleh karena itu perlu adanya waktu bersama.

1. Preventif. Menghindari kelelahan dalam mengurus anak selama pandemi

- Beribadah bersama. Sholat, tadarus bersama. Menguatkan iman keluarga
- Sharing session. Anak dan ayah ibu juga membahas kondisi keluarga dan bagaimana penyelesaian masalah bersama.
- Beraktifitas bersama. Bonding antara orang tua dan anak. Bisa dengan memasak, berkebun, membaca buku atau nonton video bersama.
- Komunikasi dengan keluarga besar via zoom atau video call secara rutin
- Ikut komunitas parenting 
- Punya teman sharing soal parenting dan soal sekolah anak
- Berdiskusi rutin dengan Guru pengajar anak
- Mulai menyusun kurikulum harian anak dan disiplin menjalankannya
- Memberi mainan edukasi dan mengawasinya 
- Install permainan edukasi di laptop/ HP juga diawasi rutin

2. Treatment. Saat orang tua tidak selaras dan anak sudah lelah dirumah

- Memanggil pihak ketiga untuk diskusi keluarga
- Berdiskusi dengan psikolog keluarga untuk penyelesaian masalah
- Berdiskusi dengan guru sekolah anak jika masalahnya adalah masalah anak
- Komunikasi berdua antar suami dan istri untuk mencari solusi bersama

Kalau sudah punya manajemen resiko, walau itu tidak terjadi, tetapi itu bisa membantu orang lain dengan sharing info dan mitigasi yang dimiliki agar bisa bermanfaat. Tidak ada ruginya melakukan ini karena wajar sudah ihtiyar maksimal dengan mempersiapkan semuanya walau itu tidak terjadi. Tidak ada salahnya melakukan hal baik walau itu dianggap sepele oleh orang lain. 

Pandemi memang merubah pola pikir juga menyadarkan kita akan pentingnya perubahan dalam waktu cepat. Kita tidak bisa hanya berjalan seperti tahun sebelumnya. Perubahan harus bisa dilakukan. Bagi yang bisa dirumah, tahan dirumah. Bagi yang harus bekerja jangan lupa protokolnya. Perubahan harus dimulai dari rumah dan dari emak - emak juga. Tetap semangat bagi semua emak di Indonesia. Semoga pandemi segera berlalu.




#tipscovid
#tipspandemicovid
#tipsmitigasiresikocovid
#tipscovidemak
#tipscovidkeluarga
#resikopandemikeluarga
#resikopandemi
#resikoparentingpandemi

Jumat, 18 Juni 2021

Tips mitigasi resiko antara belajar Daring dan Tatap Muka

Kita tahu kalau Bulan Juli ini Pak Menteri sudah memperbolehkan tatap muka terbatas. Beberapa hal yang mendasari itu adalah tidak maksimalnya pembelajaran daring dirumah untuk mayoritas orang tua. Penyesuaian ini tidak mudah bagi sebagian orang dengan pembelajaran daring. Jadilah, kita siap - siap tatap muka dan tetap menjembatani bagi orang tua yang masih menginginkan anaknya tetap belajar daring dirumah. 

Beberapa teman/orang tua yang anaknya usia sekolah diskusi dengan saya, bagaimana nih enaknya daring atau tatap muka ya, intinya kembali ke kebutuhan dan ukuran masing - masing orang tua ya. Tapi, kalau secara agar aman, saya selalu bilang beberapa hal sebelum memutuskan : 

1. Protokol sekolah
Ini yang terpenting, bagaimana mitigasi resiko disekolah. Pak Menteri juga sudah memberikan checklist persiapan sekolah tatap muka. Mulai dari protokol penjemputan sekolah, jumlah siswa dalam kelas, bagaiman penerapan protokol teman - temannya disekolah, bagaimana saat istirahat, bagaimana kantin sekolah, ekstrakulikuler, ventilasi udara diruang kelas, vaksin guru - gurunya,  penggunaan masker dan tempat cuci tangan, bagaimana kondisi murid yang diperbolehkan tatap muka, bagaimana jika ada yang bergejala dan terpapar covid. Semua itu harus dipersiapkan, selain itu juga sebagai orang tua, kita harus yakin apakah protokol yang diterapkan sekolah ini sudah benar - benar aman untuk anak belajar disekolah atau masih ragu. Kita tidak bisa memungkiri kalau awal2 memang harus dievaluasi dan dibiasakan. Masih ada beberapa kendala penerapan protokol. Sebelum tatap muka, ada simulasi terlebih dahulu, dari situ, orang tua bisa memutuskan apakah protokol sekolah sudah diterapkan dengan benar sesuai dengan yang dijelaskan dan dipaparkan oleh Pak Menteri.

2. Protokol anaknya
Setelah protokol sekolah, si anak juga harus disiplin dan memahami bagaimana protokol yang benar. Sudah mengerti kapan harus memakai masker, kapan harus mencuci tangan dan mengetahui bagaimana jaga jarak yang benar. Lebih aman memang kalau anak - anak sudah divaksin. Tetapi, selama anak - anak bisa bertanggung jawab dan disiplin dengan protokolnya, itu sudah merupakan satu hal yang aman untuk anak berinteraksi tatap muka dengan guru dan teman - temannya. 

3. Kondisi Anak, Orang tua dan keluarga disatu rumah
Setiap keluarga memiliki masalah sendiri - sendiri dan resiko masing - masing. Ada anak yang rentan terpapar dan tidak bisa vaksin , sehingga benar - benar menunggu waktu yang aman sampai covid terkendali, terbentuk herd immunity agar anak bisa aman tatap muka disekolah. Ada keluarga yang anggota keluarganya tidak bisa divaksin, sehingga anak - anak juga harus bersekolah dari rumah. Ada juga orang tua yang tidak bisa lagi mengajarkan anak, sehingga dengan terpaksa menyekolahkan anak agar ada yang mengajari disekolah. Ada juga orang tua yang tidak bisa mengawasi anaknya dan lebih aman untuk anak bersekolah tatap muka. Kembali ke kebutuhan masing - masing orang. Yang pasti, strategi bertahan dan mitigasi resiko harus tetap diperhatikan. 

Apapun pilihannya, setiap orang tualah yang bertanggung jawab atas anak - anaknya. Tidak ada orang tua yang mau anaknya sakit atau terluka. Yang pasti, harus dengan strategi bertahan dan mitigasi resiko sehingga meminimalisir hal - hal yang tidak diinginkan, baik kepada anak, keluarga dirumah, teman2 disekolah, keluarga teman2 disekolah dan guru - guru disekolah. Kalau dibilang bagaimana yang ideal, yang ideal adalah seperti saran rekomendasi IDAI untuk tatap muka yaitu saat kasus sudah terkendali, saat Positive rate sudah 5% kebawah, saat sudah terbentuk herd immunity dan cakupan vaksin sudah banyak. Tetapi, kembali lagi kepada kebutuhan masing - masing orang. Ada teman saya yang sekolah anaknya memang sudah terbukti disiplin dan benar dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk muridnya juga dan orang tua murid juga sama2 disiplin dan saling melindungi, di keluarganya tidak ada yang rentan yang tidak bisa divaksin atau yang rentan terpapar covid,mitigasi resiko sekolah juga bagus soal tracing dan bagaimana saat ada yang terpapar. Saat ini bisa dilakukan, tatap muka bisa lebih aman dan nyaman untuk anak - anak, wali murid&keluarga juga guru - guru dan keluarganya, saya bisa katakan ini baik walau memang secara IDAI belum memenuhi karena secara lingkungan keseluruhan, pandemi belum terkendali, setidaknya mitigasi resikonya sudah bagus sehingga meminimalisir penularan yang terjadi di sekolah.  

Apa pilihan saya, saya memilih pilihan daring, tetapi saya juga mempersilahkan bagi orang tua yang memilih pilihan tatap muka dengan saran saya diatas. Saya masih bisa menjaga dan mengajari anak saya dirumah, bisa mengembangkan hobi dan bakat anak saya dirumah dan saya merasa lebih aman anak saya dirumah, saya bisa mengawasi langsung protokol anak saya saat bermain dengan temannya dirumah, aman untuk saya dan keluarga saya lainnya yang tinggal dirumah. Kapan saya akan melepas anak saya pembelajaran tatap muka? saya akan tetap melihat jalannya protokol disekolah dan kedisiplinan anak saya dalam melakukan protokol kesehatan, kondisi perkembangan kejadian covid juga cakupan vaksin. Lebih baik lagi kalau anak - anak sudah divaksin, saya lebih aman lagi. Just Wait and See. Semoga pandemi segera berlalu dan terkendali. 


#pembelajarandaring
#tipspilihantatapmuka
#daringtatapmuka
#sekolahtatapmuka
#sekolahdaring
#pilihandaring
#pilihantatapmuka
#tipsprotokolsekolah


Rabu, 16 Juni 2021

Hikmah Kematian - Saat Beberapa Teman Meninggal

Dalam dua tahun ini, memasuki usia saya pertengahan 30an, ditambah dengan pandemi yang belum berahir, kematian teman dan keluarga berjejer didepan mata. Ada yang karena covid dan ada yang tidak. Tahun sebelumnya tidak ada yang sampai begini di kehidupan saya. Mungkin juga di beberapa orang. Ahirnya yang bisa saya lakukan berrefleksi diri, merenungkan tentang hikmah dibalik ini semua dan tentang kematian itu sendiri. 

Papa saya, orang terdekat yang pergi saat saya baru pulang merantau. Meninggal komplikasi gagal ginjal. Sedihnya sampai sekarang, diberi tanggung jawab baru yang mendadak dan harus belajar cepat.  Tante saya, adik paling disayang alm papa saya, meninggal karena kanker rahim . Orang yang baik dan perhatian. Teman curhat saya waktu remaja dulu. Tante yang selalu dukung saya dan berikan saya semangat. Mbak Syva, teman New Zealand saya, meninggal karena tumor otak dan mendadak. Sedih karena punya banyak impian yang ingin dicapai di Indonesia, orang yang kontribusinya luar biasa di komunitas yang yang membantu saya melewati masa - masa sulit saya di New Zealand. Pakdhe Arief, pakdhe yang membantu papa dan mama dulu waktu masih awal menikah. Pakdhe yang sabar dan selalu semangat. Meninggal karena sakit jantung. Terahir adalah Mbak Nita, teman kantor saya. Meningal karena kanker payudara. Teman curhat saya yang selalu sabar, kalem dan mendahulukan orang lain. Selalu berusaha menyenangkan orang lain. Dewasa dan ikhlas menghadapi apapun. Saya belajar banyak soal kesabaran dan keikhlasan dari mbak nita ini. Sayalah yang ahirnya menggantikan tugasnya dikantor dengan tanggung jawab baru. 

Pada ahirnya saya merasa orang itu juga akan menyusul kesana, tergantung apakah kita sudah cukup bawaan bekal kita kesana. Tetapi, saya yakin kalau Allah itu adil, kita akan dipanggil dalam waktu dan kondisi yang terbaik entah kapan dan bagaimana caranya. 

Hikmah yang bisa dipetik dari pengalaman saya harus kehilangan beberapa teman/keluarga pada dua tahun ini yang membuat saya merasa lebih dewasa dalam menghadapi hidup :

1. Beramal sholeh.
Give back to community. Berikan apa yang kamu bisa, ilmu yang kamu punya untuk orang lain. Berusaha berbuat baik untuk orang lain dan ikhlaskan itu karena Allah. Berikan itu tidak hanya volunteer ya bisa dengan karya yang bermanfaat. Bisa juga dilakukan dari rumah. 

2. Sedekah
Sedekah ini yang konsepnya ikhlas. Tutup mata setelah memberi. Rutinkan dan istiqomahkan. Berapapun nilainya. InsyaAllah akan Allah ganti dengan yang lebih. 

3. Ibadah 
Paling penting perdekat hubungan dengan Allah. Perbaiki hubungan dengan Allah. Kalau biasanya hanya sholat 5 waktu, tambah sholat sunnah, puasa dsb. Ini bisa membuat kita lebih ikhlas. 

4. Ihtiyar maksimal
Kerjakan semaksimal mungkin apa yang kamu bisa lakukan di kehidupan ini. Niatkan semua untuk ibadah. Jangan berhenti berusaha. 

5. Didik anak dengan baik 
Nah, saya ahirnya menyadari bahwa anak2 juga harus dididik dengan baik, punya mentor jika ortunya tidak bisa. Ada rujukan tempat bertanya, perbaiki hubungan dengan anak - anak karena nantinya mereka harus mandiri. Mereka yang akan melanjutkan perjuangan hidup dan kita juga akan menua, akan pergi juga. Anak2 menjadi anak yang sholeh/sholehah dan tangguh dalam menjalani hidup. 

6. Perbaiki hubungan silaturhami dengan saudara dan teman 
Silaturahmi tidak harus rutin datang dan kumpul2. Bisa dengan berkabar saja, mengirim barang dan makanan atau dengan video call. Karena keluarga dan teman adalah inner circle kita yang kita percaya dan akan mendukung kita saat kita terpuruk. Kita juga berterima kasih atas apa yang sudah mereka perbuat. Tidak semua saudara itu juga dekat, tetap ada yang harus kita jaga jarak, tetapi tetap silaturahmi walau hanya 1 tahun sekali via online saja. 

Sisanya yaitu pasrah, Lakukan yang terbaik. Kalau saat itu tiba, melawan pun kita tidak bisa. yang kita bisa hanya mengingat Allah dan kita akan sendiri. Selama masih ada waktu, berbuatlah maksimal dan ikhlas, insyaAllah Allah akan mendengar doa2 kita. Aamiin


Senin, 14 Juni 2021

Mengapa Atta , Gen Halilintar. Pelajaran Yang Bisa Diambil

Ini adalah jawaban mengapa saya tertarik dengan Atta dan mengikuti Youtube, IG juga tiktoknya. Yang sebelumnya saya hanya mengenal dan mengikuti Bu Gen dan Pak Halilintar. 

Bu Gen dan Pak Halilintar saya kagum dengan latar belakang mereka berdua juga visi misi keluarga yang jelas di keduanya membentuk pengusaha yang bertakwa. Agama, skill, kompetensi merupakan hal yang dimiliki oleh Bu Gen dan Pak Halilintar.  Dalam buku fitrah based life Ustadz Hari Santosa, keluarga Gen Halilintar juga merupakan salah satu contoh keluarga yang memiliki visi misi keluarga yang didelegasikan ke anak - anaknya. Dalam komunitas Homeschooling, keluarga ini juga menjadi salah satu contoh mendidik anak secara Homeschooling dan menjadikan mereka berkembang dengan bakat yang dimiliki masing - masing anak. Hal ini soal bakat masing - masing anak, ada di buku Gen Halilintar. 

Nah, karena Atta booming setelah dekat dengan istrinya, jadilah saya mencari2 info bagaimana ini hasil didikan dari Bu Gen dan Pak Halilintar dari informasi yang selama ini saya pelajari. Apakah sudah sesuai dan sama dengan apa yang selama ini saya tahu. Justru, saya mengikuti Atta karena hal ini. 

Dari vlog, Ig Atta, Istrinya, Keluarganya juga tim - timnya, ada beberapa hal yang membuat saya kagum dengan hasil didikan Bu Gen dan Pak Halilintar : 

1. Menjadikan bakat sebagai hal yang produktif sampai menjadi yang terbaik.
Kita tahu kalau orang banyak mengenal Atta dan Youtube nya. Hal ini juga dia belajar sendiri. Belajar, bertumbuh dan berkembang. Orang tuanya juga menjembatani.Disamping Atta juga sudah belajar entepreneur saat usianya 13tahun sehingga bisa memahami belajar yang menghasilkan. Bahkan sampai menjadi orang yang bisa mengembangkan youtube nya menjadi pengusaha. Memiliki lini bisnis yang banyak sehingga bisa menjadi milyarder di usianya yang muda. 

2. Tangguh dan Pekerja Keras
Dari buku Gen Halilintar, Pak Halilintar dan Bu Gen merupakan keluarga yang tangguh. Mengerjakan semua berdua, bekerjasama dalam mencapai sesuatu dan bisa memaksimalkan apa yang dimiliki. Ini juga diturunkan kepada Atta. Terkadang malam masih bekerja, padahal pagi - sore juga full bekerja. Termasuk orang yang ambisius, punya pandangan kedepan dan benar - benar mewujudkan apa yang dia inginkan. Kerja, kerja dan kerja. Timnya pun sudah pernah berkata begini, terkadang sampai lupa waktu dan makan. Ditempa dengan pengalaman yang banyak, membuatnya paham dengan apa yang dia lakukan untuk menjadi produktif.

3. Adab yang baik, Ibadah tidak ditinggal
Ini alasan terkuat emak - emak fanpage nya AttaAurell menyukai mereka. Atta memiliki adab yang baik, bisa dilihat caranya berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Atta terbiasa berinteraksi dengan orang yang lebih tua dari usianya sejak dia remaja sehingga dia sudah terbiasa dengan adab antar sesama. Menunduk saat menyapa, bersalaman dengan sopan,  Dengan mertuanya juga bisa dilihat di vlognya keluarga Hermansyah, merupakan anak yang sopan. Ijin saat keluar dan mengantarkan pulang. Menjaga benar - benar calon istrinya. Dengan tim juga berkata - kata sopan. 
Dalam ibadah juga, sholat selalu tidak tertinggal. Puasa Romadhon juga. Adab makan dan minum juga diterapkan dengan baik. Menyayangi istrinya dan memberikan contoh yang baik. Menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Mengajari tanpa menggurui dengan contoh. Tim nya pun juga merasa kalau Atta merupakan orang yang bisa mengembangkan mereka dan mengayomi mereka. Paham mana yang harus dipikirkan dan mana yang tidak. 

4. Tidak lupa Ahirat.
Memiliki masjid dan akan membangun pondok pesantren, merupakan hal baik yang bisa ditiru. Tidak hanya fokus dunia, tetapi juga dengan ahiratnya. di Ig Juga saat ditanya, hal yang ingin dicapai yaitu meninggal dalam kondisi baik. Sudah matang dengan usianya. benar - benar Akil dan Balighnya sudah sesuai. Orang tuanya mendidik dengan sangat baik, sangat matang di usianya jika dibandingkan dengan orang seusianya. 

5. Laki Banget
Bingung kata - katanya. Atta merupakan anak yang secara fitrahnya menjadi laki - laki yang mengerti tanggung jawabnya, mengerti apa yang harus dilakukan sebagai anak laki - laki menjadi pemimpin tangguh, melindungi dan mengayomi juga merupakan seseorang yang kuat. Fitrah kelaki2an dalam Fitrah based life, sudah terpenuhi di Atta. Sehingga memang sudah pantas dan siap untuk berumah tangga. 

Terlepas dari setiap orang itu pasti ada kekurangannya, Menurut saya, Atta memang pantas menjadi salah satu contoh anak muda yang bertakwa, berkarya, produktif yang menjadi inspirasi. Selain itu, kita sebagai orang tua juga mencontoh cara baik mendidik dari Bu Gen dan Pak Halilintar. Dari apa yang saya dapat pengetahuan dari Bu Gen dan Pak Halilintar, apa yang terlihat pada Atta, menunjukkan memang pantas saya mengatakan bahawa Bu Gen dan Pak Halilintar sudah sukses membesarkan anak sesuai dengan visi misi keluarga dan apa yang ingin mereka capai yaitu membentuk pengusaha yang bertakwa. Pantas bagi Bu Gen dan Pak Halilintar menjadi tokoh dalam Homeschooling juga dalam Fitrah Based Life sebagai tokoh yang punya visi misi keluarga. Semoga kita bisa mengambil hal baik dan bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi. 



#genhalilintar
#keluargagenhalilintar
#attahalilintar
#homeschoolinggenhalilintar
#kelebihanattahalilintar

Belajar Dari Public Figure

Beberapa bulan ini saya mengikuti salah satu public figure, Atta Halilintar. Mengapa saya ikuti ada di blog saya sebelumnya. Selain karena sebelumnya sudah sedikit mendapat info soal Orang Tua ( Bu Gen dan Pak Halilintar ) dan juga Saat Ustadz Hari Santosa menerbitkan buku Fitrah Based Life, Keluarga Halilintar merupakan salah satu contoh keluarga yang memiliki visi misi keluarga. Atta Merupakan contoh konkrit dari Orangtua yang sudah menjadi salah satu contoh keluarga dalam HomeSchooling dan Fitrah Based Life. Maka dari itu, saya ikuti bagaimana ini hasil nyata dari didikan keluarga yang menjadi contoh di beberapa komunitas. 

Tidak hanya Atta Halilintar, bapak gubernur Anies Baswedan dan Pak Menteri Sandiaga Uno juga menjadi salah satu contoh public figure yang saya ikuti. Mereka memiliki keluarga yang tanguh juga orang tua yang termasuk dicontoh cara mendidiknya. Adab, skill dan kompetensi melekat pada kedua tokoh tersebut. 

Mereka semua adalah public figure. Entah hanya di Indonesia atau memang diseluruh dunia, orang tertentu atau semua orang public figure,  public figure seakan2 diminta selalu benar dan kesalahannya dianggap fatal. Betapa mental harus kuat dan punya tim pendukung yang handal termasuk keluarga, saudara, karyawan dan mentor / guru. Menjadi public figure yang selalu disorot sangat tidak mudah. Banyak uang, tetapi selalu disorot kamera, kalau saya sudah perlu treatment dan dukungan penuh apalagi saya orangnya agak baper an. 

Dari netizen entah itu yang berkomentar positif, kritik membangun atau hanya nyinyir tidak jelas, ada beberapa hal yang saya jadikan pelajaran :

1. Tidak semua orang harus disenangkan..
Siapa saja yang harus kita yakinkan, kita harus punya. Seperti keluarga dan mentor. Saat mereka menyetujui apa yang dikatakan netizen, bisajadi kita harus introspeksi. Kalau mereka tidak setuju, lanjutkan saja apa yang kamu lakukan. 

2. Tidak semua komentar itu tidak baik. Ada yang membangun dan menjadikan kita lebih baik. 
Tidak dipungkiri kritik membangun itu bisa saja ada dari netizen. Itu juga pentingnya memilah milih mana yang harus diabaikan dan mana yang harus kita introspeksi diri. 

3. Saat komentar sudah menganggu privasi, mengganggu ketenangan dan berhubungan dengan keselamatan, harus berhati - hati juga.
Terkadang komentar itu ada yang menjurus ancaman, ketenangan dan membuat tidak nyaman. Saat ini terjadi, hati - hati itu penting. Soal keselamatan tetap nomor satu. Karena tidak semua orang itu paham soal adab ber sosial media. Jangan abai, tetapi tetap waspada. 

4. Untuk komentar nyinyir, tidak ada kritik membangun, tenang saja, saat dia berada di posisi public figure itu, dia juga akan lupa sudah pernah berkomentar buruk atau lupa berkaca diri. 
Mindset setiap orang itu tidak sama, terkadang kita iri dengan kebahagiaan orang lain karena tidak bisa menjadi seperti public figure tersebut. Tetapi, saat dia menjadi di posisi public figure itu, dia akan merasa nyaman dan lupa dengan komentar yang dia sampaikan dengan alasan tidak mengerti, khilaf dan hanya iseng. Oleh karena itu, komentar begini dibiarkan saja. 

5. Mental itu perlu dijaga. Terkadang tidak harus melihat sosmed setiap hari. Batasi dan biarkan admin yang membalas atau diamkan saja sementara. 
Sebagai public figure, kalau terlalu dimasukkan hati kata - kata netizen, ahirnya akan mempengaruhi mental kalau tidak kuat. Sehingga, lebih baik tidak melihat sementara dan berada pada dunia nyata dengan hal produktif yang dikerjakan dan berkomunikasi dengan orang di dunia nyata. Perbaiki hubungan dengan keluarga, saudara dan mentor agar bisa lebih maju. 

6. Salah satu jalan amal sholeh. Jika public figure ini membuat banyak orang berbuat kebaikan, maka insyaAllah menjadi salah satu jalan amal sholeh. Begitu juga sebaliknya. 
Kita tidak memungkiri, terkadang di dunia nyata saja kita tidak sadar kalau berbuat salah, apalagi di sosmed yang orang bisa melihat dari sisi yang berbeda. Tetapi, jika kita terus berbuat baik dan memotivasi, insyaAllah salah satu jalan amal sholeh. Public figure memiliki banyak follower dan koneksi, sehinga saat ada orang yang terinspirasi, hal itu akan menjadi amal bagi public figure itu. Kita perlu public figure yang menginspirasi sehingga akan ada banyak orang yang menjadi lebih baik. 

7. Hati - hati Ain. Tidak bisa dipungkiri Ain itu ada. 
Pandangan mata setiap orang itu berbeda dalam melihat suatu keadaan. Ada yang biasa saja, ada yang iri padahal kita tidak bermaksud demikian. Bentengi diri kita dengan ibadah, dzikir dan mendekat ke Allah. Usahakan yang melihat juga mengucapkan MasyaAllah dan bersihkan hati dalam melihat suatu postingan. Semakin banyak dikenal orang, semakin banyak mata melihat dan ahirnya semakin banyak asumsi dari banyak orang. 

8. Tetap maju, tetap produktif. 
Jawab nyinyiran dengan hal yang jelas dan produktif. Tunjukkan bahwa dengan nyinyiran itu, menjadikan semangat berjuang lebih baik. Semakin bersyukur dengan keadaan, semakin mendekat ke Allah dan belajar lebih giat, menghasilkan karya lebih banyak. 

Jangankan public figure, kita saja semakin banyak teman, semakin banyak kenalan, akan banyak mata memandang dan asumsi bertebaran. Terkadang tetangga juga bisa berfikiran macam - macam. Hal diatas bisa diterapkan untuk berhubungan dengan orang lain. Yang hebat dari public figure ini adalah inner circlenya, tim mereka yang selalu menguatkan selain mental pribadinya yang kuat dan tangguh. Tidak semua orang bisa kuat menjadi public figure, tetapi dengan belajar dari mereka, kita bisa tetap produktif dan bisa memilah - milah apa yang harus dikerjakan, diabaikan dan dipikirkan. 


#belajarpublicfigure
#hikmahpublicfigure
#ceritapublicfigure
#publicfigure

Senin, 03 Mei 2021

Referensi Buku Memahami Jasa Konstruksi

Pasti sudah banyak yang mendengar soal jasa konstruksi. Yang ada dipikiran pertama kali yaitu bangunan, jalan, pondasi dsb. Kali ini saya akan mereview dan mereferensikan buku soal jasa konstruksi, terutama bagi pemain baru atau yang ingin mendalami soal jasa konstruksi. Selain buku, untuk jasa konstruksi juga ada sertifikasi Ahli Muda, Ahli Madya dan Ahli Utama. Untuk konstruksi elektrikal dibagi lagi menjadi bagian - bagian kecil sertifikasi sesuai dengan bidang yang didalami. 

Semua itu proses dan pembelajaran. Saya selama ini 10 tahun pertama, menjadi bagian dari divisi keuangan salah satu perusahaan jasa konstruksi. Hanya berkecimpung dalam jurnal, entri data, pembuatan laporan keuangan manual, laporan pajak dan membantu untuk tender proyek. Tetapi setelah 10 tahun, diamanahi tanggung jawab lebih. Dari sini wajib untuk belajar, mengembangkan diri dan mengetahui seluk beluk jasa konstruksi agar lebih bisa memberikan masukan yang strategis bagi perusahaan dan juga pengembangan bagi karyawan jasa konstruksi. 

Ada beberapa buku yang saya referensikan, beberapa buku bekas milik dari alm papa saya yang berpuluh tahun berkecimpung dalam jasa konstruksi. Walau anaknya tidak pernah diajari detail, tetapi dengan buku yang alm papa saya beli, saya bisa belajar banyak dari nol dan mempraktekkan di lingkungan kerja saya. 

1.Meningkatkan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia Karya Dr. Ir. Sudarto.

Buku ini menjelaskan detail tentang gambaran sektor konstruksi di Indonesia yang mulai berkembang. Menjelaskan soal indikator kinerja yang harus dimiliki perusahaan jasa konstruksi, mulai dari indikator keuangan, operasional sampai SDM. Menjelaskan tentang permasalahan yang ada di jasa konstuksi, penyebabnya juga tindakan koreksi sebagai alat pengendalian. 

Buku ini penting bagi jasa konstruksi sebagai pengendali mutu dan resiko. Detail apa saja dari banyak hal yang harus dipahami sehingga lebih fokus dalam hal - hal yang berhubungan langsung dengan jasa konstruksi. Juga bisa digunakan dalam penerapan ISO 9001 


2. Manajemen Resiko Untuk Kontraktor. Karya Ir. Asiyanto, MBA, IPM


Buku ini menjelaskan pengelompokan resiko usaha kontraktor. Mendefinisikan secara detail resiko usaha dalam bidang pemasaran, produksi dan sumber daya. Menjelaskan soal ranking dan kebijakan respons setiap resiko juga strategi penanganan resiko usaha pada bidang pemasaran, produksi dan sumber daya.

Buku ini penting bagi manajemen resiko perusahaan. Mengetahui dan memperhitungkan setiap resiko juga bisa untuk evaluasi resiko pelengkap ISO 9001.

3.  Manajemen Kontrak Kontruksi. Karya Seng Hansen, ST, M.Sc

Buku ini menjelaskan tentang pihak yang terlibat dalam kontrak kontruksi, bentuk kontrak kontruksi dari berbagai aspek termasuk aspek perhitungan biaya, perhitungan jasa, cara pembayaran, pembagian tugas dan kontrak yang berdasarkan Perpres 70/2012.  Menjelaskan detail aspek dan rincian dalam kontrak konstruksi termasuk administrasi kontrak, kualitas pekerjaan, klaim kontruksi, masa pemeliharaan, serah terima pekerjaan, pengahiran kontrak juga bagaimana penyelesaian saat ada sengketa kontrak kontruksi. 

Buku ini penting bagi perusahaan jika ingin bekerjasama menjadi subkon atau vendor saat mengikuti tender dan menandatangani perjanjian kontrak kontruksi baik dari sisi operasional maupun administrasi. 

4. Manajemen Proyek Dari Konseptual sampai Operasional. Karya Iman Soeharto. 


Buku ini buku lama milik alm Papa saya. Buku ini detail menjelaskan soal operasional dilapangan. Tentang fungsi manajemen proyek, Metode perencanaan dan penjadwalan pekerjaan. Bagaimana mereview proyek, mengendalikan proyek dan mengkaji kelayanan proyek. 

Buku ini penting bagi pengendalian dilapangan. Mengetahui detail setiap apa yang ada di sisi lapangan operasional. Menjelaskan soal biaya, mutu dan jadwal agar tidak mengalami kendala termasuk evaluasi dan perhitungannya. 

5. Sistim Akuntansi Perusahaan Jasa Konstruksi dilengkapi dengan Peraturan Perpajakan. Karya Ida Bagus Teddy Prianthara. 


Buku ini menjelaskan tentang sistim akuntansi perusahaan jasa konstruksi mulai dari penjualan, penggajian, pembelian, aktiva tetap, kas dan biaya juga perpajakan. Menjelaskan prosedur detail setiap sistim akuntansi dan juga flowchart hubungan dalam setiap bisnis proses perusahaan yang akan membentuk sistim akuntansi di jasa konstruksi. 

Buku ini penting untuk mengetahui sistim akuntansi, pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan jasa konstruksi juga dokumen pelengkap apa saja yang diperlukan khusus untuk jasa konstruksi. Buku ini buku pedoman saya, langkah awal saya dalam mengevaluasi, mengawasi pengunaan uang dan modal perusahaan dalam menjalankan usahanya / proyeknya. 

Masih banyak buku penunjang lain dalam mempelajari proses jasa konstruksi. Pengetahuan umum mengenai evaluasi, ISO, manajemen resiko, manajemen proyek, Akuntansi Keuangan, perpajakan dan hukum juga wajib dipelajari. Setiap jenis usaha memiliki keragaman berbeda - beda walau secara umum sama. Oleh karena itu secara umum tetap harus memahami dan detail juga yang diimpelementasikan demi pengembangan usaha dan kemajuan usaha kedepannya. Semoga bisa membawa perusahaan ini lebih baik lagi kedepannya. Tetap semangat dan Terus Upgrade Ilmu, Terus belajar.


#perencanaankonstruksi
#manajemenproyek
#jasakonstruksi
#tipskonstruksi
#akuntansikontruksi
#keuangankonstruksi
#manajemenresikokonstruksi
#evaluasikonstruksi


Senin, 26 April 2021

Review Bukun Gen Halilintar, My Brother My Buider.Malaysia My Second Home 2.0

 Judul Buku : My Brother My Buider.Malaysia My Second Home 2.0

Penulis : Lenggogeni Faruk
Penerbit : Gen H Media. PT Suqma Corpora Indonesia



Ini adalah buku kedua saya tentang Gen Halilintar. Buku ini menarik karena bercerita tentang perjalanan mengelilingi dunia, bisnis dan jatuh bangun keluarga ini dalam perjalanan hidup dan bisnisnya bersama ke 11 anak - anaknya. Bagi yang ingin mengetahui ketangguhan dari keluarga ini juga kekompakan dalam mengatasi masalah bersama, buku ini cocok sekali dijadikan rujukan.  Dari covernya sudah menggambarkan dunia, disini sesuai dengan isinya mengelilingi dunia bersama. 

Apa saja yang diceritakan didalam buku ini:
  • Perjalanan menarik di Indonesia. Dalam bab ini menjelaskan tentang perjalanan Bu Gen dan Pak Halilintar sejak kecil, menikah, memiliki anak dan menjalankan bisnis bersama di Indoensia. Bisnis apa saja yang dijalankan dan daerah mana saja yang dikunjungi di Indonesia. 
  • Pengalaman dan Perjalanan ke Malaysia. Dalam bab ini diceritakan tentang pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia, saat hamil melahirkan membesarkan anak di Malaysia, Bisnis yang dijalani selama di Malaysia dan jatuh bangun bisnis selama di Malaysia. 
  • Pengalaman di Negara lain. Pengalaman gen halilintar saat di Australia mengelola bisnis juga Labuan. Mengembangkan usaha selain di Indonesia dan Malaysia. 

Bagian favorit buku. DI buku ini ada beberapa hal yang sangat menarik disimak sebagai motivasi dan pembelajaran naik turunnya kehidupan dan bisnis juga tetap kokoh bersama mencari solusi.
1. Saya tertarik dengan latar belakang Bu Gen. 
  • Selalu juara kelas, banyak ikut kegiatan mulai tari, vocal, paskibraka, marching band. 
  • Memenangkan lomba essay writing dalam bahasa Inggris. Menjadi pengurus OSIS juga mendapatkan caltex scholastic award contest yaitu undangan masuk ke FEUI tanpa tes. 
  • Selain itu juga bu Gen sudah terbiasa keluar negeri karena fasilitas kantor Ayah Bu Gen yang bekerja di Caltex yang kebanyakan berliburan ke Indonesia dan Asia Tengara. Bu Gen juga pernah sekolah di Maryland saat Ayah Bu Gen ditugaskan disana.   Luarbisa hebat Bu Gen ini.  Keinginan travelling saya rasakan banyak dari Bu Gen ini dengan pengalaman dari keluarganya. 
  • Berlibur backpacker dengan teman - temannya ke Malaysia saat kuliah tingkat 1
2. Latar Belakang Pak Halilintar. 
  • Walau Pak Halilintar tidak berkeliling dunia dengan keluarganya, tetapi pak Halilintar ini sangat mandiri. Padang saat SMA, dimana pak Halilintar harus mandiri bersekolah disana, pengalamannya banyak. Pernah menjadi detailman obat, bergaul dengan berbagai kalangan konsultan ekonomi sampai membawa turis.  
  • Selalu rangking 1. Memiliki segudang prestasi olahraga berenang, tenis, tenis meja. Menjuarai perlombaan rubrik 6 sisi dan menjuarai lomba golf. Di Sama dengan bu Gen, Pak Halilintar juga mendapat Caltex Scholarship Award, beasiswa tanpa tes di Teknik Elektro UI.  Tercengang saya hebatnya Bu Gen dan Pak Halilintar ini. Pintar dan SUkses pasti bisa selama bisa mengambil kesempatan dan mengelolanya.
3.  Ada beberapa kota dari sekian banyak kota yang didatangi oleh Pak Halilintar dan Bu Gen yang menarik bagi saya karena berhubungan dengan bisnis, selain untuk travelling. Juga Bisnis yang dijalani oleh Bu Gen dan Pak Halilintar di Indonesia
  • Padang, dimana mereka membuka retail outlet di mall dan plaza di Padang dan Bukittinggi.
  • Cirebon, membangun usaha retail dan farmasi di shopping centre tengah kota. 
  • Jogjakarta, membuka retail outlet Jogja, Semarang, Surabaya, Malang dan Madura. Berniaga mulai pakaian sampai komputer dan melakukan coaching bisnis. 
  • Sulawesi yang juga berniaga tetapi tidak dijelaskan dimana dan buku tentang Pak Halilintar mendapat tempat di universitas disana
  • Berjualan produk kemitraan Sendal Refleksi yang dibawa ke Malaysia. Produk keitraan UKM di Jawa Tengah dan Jogjakartam aksesoris gantungan mobil dari ukiran Kuningan. Busana muslim wanita dari Aceh sampai Papua hingga ke Asia Tenggara terutama malaysia dan brunei, ke Yordania, Emirate, Australia dan Eropa berlabel Anugerah.
  • Berdagang Minyak Wangi Biang minyak wangi diimpor dari Inggris dan Perancis berikut kemasan botol minyak wangi dari Taiwan yang dijual di Indonesia.  
4. Kebiasaan pak Halilintar yang kemapun membawa barang dagangan sekalipun ke Indonesia dan saat honeymoon. Membeli juga barang dagangan berupa Biang minyak wangi diimpor dari Inggris dan Perancis berikut kemasan botol minyak wangi dari Taiwan. 
5. Bisnis yang dijalani oleh Pak Halilintar dan Bu Gen Diluar Malaysia dan Indonesia 
  • Bisnis saat di Labuan yaitu Tour Travel, disini juga Saaih lahir. Mempromosikan perjalanan Malaysia dan Indonesia melalui Brunei visit Labuan. Menggunakan rute yang unik.
  • Bisnis di dumai yaitu carpet recond yang merupakan karpet second dari SIngapura yang dilapisi karpet berbulu sehingga menghasilkan permadani baru yang tebal yang merupakan produksi home Industri di Dumai. Dumai menjadi tempat transit dan stokist dari Dumai ke Malaysia dan Dumai ke Seluruh Sumatera dan Jawa. 
  • Farming di Australia. Kerjasama mengelola Farm dengan Datuk pengusaha impor mobil dari Malaysia. Kerjasama mengelola farm berikut peternakan kambing di Goalburn dengan tim yang merupakan warga negara Australia. 
  • Bisnis Kuliner di Malaysia mulai dari over kontrak owner dari seorang Datuk. Curry House di Food Court Geraldton dan bisnis kuliner di Downtown Perth menyajikan masakan Indonesia - Malaysia. Tetapi sudah 10 tahun tidak mengelola lagi dan diserahkan kepada rekan warga Australia. 

6.  Bisnis yang dijalani Bu Gen dan Pak Halilintar di Malaysia
  • Mengelola Showroom Mobil di Malaysia dalam tempo 3 bulan dan tetap melakukan jual beli mobil tanpa showroom dengan mengambil dari showroom dan menjual mobil impor dengan dibantu dengan seorang pemuda yang ingin belajar bernama Matzu.
  • Menjadi dealer dan Reseller di Malaysia . Telekom di Malaysia yang pada kala itu merupakan satu - satunya orang Indonesia yang menjadi dealer dan reseller produk Telekom Malaysia. Terutama produk Celcom Power Tool, pasca bayar yang menawarkan free calls group untuk seluruh Malaysia dengan roadshow sampai ke negara bagian dan provinsi lain di Malaysia.  Selain itu juga Reseller pra bayar celcom Air Asia. Menjual secara direct selling, komunitas Indonesia dan booth di Central Market. 
  • Tour Operator Medical Trip ke Malaysia mulai check up, tindakan, follow up.
7. Coaching bisnis Gen Halilintar 
  • Lecture session motivasi pengusaha
  • Advisor dan developer set up restoran mulai dari menentukan lokasi, legal sampai beroperasi.
  • Memberikan lecture kepada dokter yang juga pengusaha di bisnis medis rumah sehat yang prinsipnya sama dengan rumah sakit. 
  • Motivasi dan training kepada Tim Small Medium Enterprise sebuah garmen pakaian. 
  • Tim senior advisor perusahaan IT dan Media di Jakarta yang sudah memiliki Holding Company.
8. Project yang tidak berjalan yaitu merenovasi dan meredesign Sekolah Indonesia Kuala Lumpur agar lebih maju sebagaimana kemajuan di kota terancang Putra Jaya dan Cyber Jaya. 

9.  Kondisi saat tahun empedu, tahun pahit dalam keluarga :
  • Susu anak habis dan hanya diberi air putih, beras juga habis karena menunggu admin fee rumah yang internet dan teleponnya baru dipasang.
  • Mengambil makanan over product yang harusnya sudah dihancurkan.
  • Memakai seragam bekas yang sudah kumal. Meminta keringanan biaya sekolah sampai tidak bisa ikut ujian karena menunggak biaya sekolah. Biaya bisa dibayarkan dengan pinjaman uang teman. Disinilah gunanya teman yang ada saat kita susah dan menjadikan diri kita ini amanah. 
  • Membayar tiket commuter 1 tiket 2 orang dan ahirnya mendapat kata utiara dari kenek bus. 
  • Membawa fateh, mencari rejeki naik turun bus. Menjadi kurir pengiriman surat.
10.  Punya plan setiap kondisi. 
  • Plan C saat cukup. Penghasilan cukup memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
  • Plan M saat penghasilan terpenuhi lebih dari 50% tetapi belum mencukupi
  • Plan F yaitu saat penghasilan dibawah 50% dari kebutuhan keluarga
  • Plan N saat nyaman apabila kebutuhan pokok terpenuhi, berlebih.
11. Hubungan antara Keluarga Gen Halilintar dengan Pejabat disana. Akrab dengan Tun, Tan Sri dan Dato. Wow sekali ini. Mereka mengusahakan hubungan akrab antara Indonesia dan Malaysia, diantaranya dengan mempertemukan tokoh kedua negara. 
  • Bersilaturahim dengan Alm Tun Ghafar Baba, former deputy prime minister of Malaysia. 
  • Bersilaturahim dengan Tan Sri Sanusi Junid, Mantan menteri beberapa periode di Malaysia. 
  • Bersilaturahmi dengan Tun DR Mahatir Muhammad, prime minister Malaysia.

12. 11 Kali pindah rumah selama di Malaysia tanpa bantuan dan anak - anak masih kecil. Atta masih 11 Tahun sambil mengembangkan usaha. Ternyata ada manfaatnya pindahan ini menurut Bu Gen 
  • Physical Exercise. Megangkat barang dan bekerja keras
  • Mental Excercise. Bagaimana memikirkan kepindahan
  • EMotional Excercise. Menahan dan mengendalikan emosi saat pindahan
  • Spiritual Excercise. Latihan sabar, syukur dan ridha dengan Tuhan.
13. Contoh tugas tim pada saat Fateh lahir di Kuala Lumpur. 
  • Atta 12 Tahun, mencuci plasenta bayi dan menguburkan di tanah belakang dibawah panduan ayahnya.
  • Sajidah usia 9 tahun menggendong bayi dan memandikan dengan ibunya.
  • Sohwa membantu laundry.
  • Saat anak - anak nomor 1 - 5 bersekolah, Bu Gen mengerjakan pekerjaan rumah sampai mereka kembali didampingi Saaih 4 tahun dan Fatim 3 tahun

Yang menarik lagi, dimanapun berada, Pak Halilintar dan Bu Gen selalu menyelipkan Travelling disela - sela bisnisnya. Pak Halilintar dan Bu Gen sangat jeli dengan bisnis, seperti memiliki pola disetiap pengembangan bisnis dan memang wajar dan pantas untuk menjadi coach bisnis selain parentingnya dengan anak - anaknya. 

Quotes menarik yang ada di buku ini :
1. " Apa yang ditanamkan pada saya dan anak - anak, janganlah malu suatu saat ketika kita miskin harta, tapi malulah jika kita miskin jiwa "
2.  " Kaya luarbiasa adalah orang yang sudah tidak terpengaruh jiwanya dengan kaya atau miskin harta " 
3. " We are walking manequines with mobile marketing and promotion. Where we promote, we sell what we do, what we eat, what we wear , what we utilize . Saat mampir ke tujuan wisata disamping membawa smaple produk kita, ada yang tertarik dan langsung buatkan konten untuk promo produk dan usaha mereka ".

Penilaian keseluruhan saya tentang buku Gen Halilintar kali ini 
1. Dari 1 - 10 buku ini 9 menurut saya, saya tertarik karena menjelaskan tentang bisnis yang dijalani pak Halilintar secara gambaran besarnya.Tetapi tidak dijelaskan detail tugas anak - anaknya didalam tim bisnis orang tuanya. Ini ada di buku Kesebelasan Gen Halilintar. 
2. Buku ini cocok dibaca sebagai referensi motivasi semangat bisnis. Bagaimana menjadikan keluarga sebagai semangat dalam berbisnis sambil travelling juga mengembangkan networking dan jeli dalam setiap peluang bisnis juga tetap semangat dalam kondisi terpuruk. 

Terahir, Buku ini sangat Worth It untuk dibeli. Berbagi pengalaman menarik dan bisa ditiru dalam hal motivasi bisnis dan kerjasama tim juga semangat tetap maju dalam segala kondisi. 



#genhalilintarbook
#genhalilintar
#mybrothermybuilder
#pakhalilintarbugen
#myfamilymyteam

 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design