Daftar Kategori Blog

Selasa, 23 Februari 2021

Zona O Pekan Ke 3

 Kali ini saya ikut dengar live beberapa streaming yang jadwalnya pas. Kebanyakan dari teman2 ip suramadu. Seru belajar begini bisa nambah ilmu dan yang memang bakatnya learner bakal seneng banget ikutan hecagon city.

Di CH sedang merancang buat launching ebook. Teman2 juga yang jadi speaker mendapat sertifikat keikutsertaan. Nggak kerasa udah mulai memasuki tahap ahir.


Selasa, 16 Februari 2021

Zona O

 Minggu ini masih berkutat dengan kerjaan. Teman2 di cluster sibuk dengan persiapan menjadi speaker dan pembuatan ebook. Tidak lupa juga pembuatan konten JMK edisi 9-12. 

Minggu ini mau daftar jadi speaker. Pas daftar di gelombang ke 3, baru 4 jam dibuka sudah penuh. Baiklah nanti bisa streaming sendiri saja. Sudah siap2 materi juga. Namanya belum rejeki.

Benar2 luar biasa sekali semangat dan antusias teman2 di bunda produktif. Di grup CH4 ada 4 orang yang menjadi speaker dan mengambil peran. Luarbiasa semangatnya. 


Selasa, 09 Februari 2021

ZOna O

 Minggu ini seru karena waktunya conference virtual. Dari CH kami, ada mbak fitri yang sharing soal tripnya ke kuala lumpur dengan hanya 900 ribu saja, Mbak eva yang bercerita soal trip dengan anak dan mbak ratna seputar bermain anak. 

Waktunya juga dibatasi dan platformnya kebanyakan via zoom. Kali ini saya tidak ikut berkontribusi karena pekerjaan yang sedang banyak dan waktu yang mepet sehingga hanya bisa mendukung teman - teman yang ada saja. 

Tidak terasa sudah di zona O. Banyak sekali teman2 yang berkontribusi, tema yang menarik dan unik juga seru sehingga rasanya bingung memilih mau ikut tema yang mana. 

Di CH kami juga membahas progress perkembangan ebook dan postingan di IG. 



Selasa, 02 Februari 2021

Zona G

 Minggu ini dari tim membahas soal topi. Apa saja yang dikerjakan, kekurangan dan kelebihannya dan yang bisa digunakan untuk cluster. 


Berikut tujuan pribadi


Makin tertantang dan makin seru kedepannya.


#hexagoncity
#hexagonia
#zonaG
#perkuliahanbundaproduktif
#institutibuprofesional

Selasa, 26 Januari 2021

Harus Opname Dirawat Di Rumah Sakit Saat Pandemi

Saat pandemi begini, kita harus berhati2 terutama saat ke Rumah Sakit apalagi ke rumah sakit dimana merupakan rujukan covid. Suatu malam, ibu saya badannya panas tinggi menggigil disertai mual dan muntah. Tidak nafsu makan. Hari ke 3, ibu saya memeriksakan diri ke rumah sakit, meminta diinfus kemudian minta pulang. Tetapi, hasil tes lab menunjukkan, ibu saya harus dirawat. 

Nah, terkadang dalam kondisi pandemi begini, harus hati2 juga kalau mau ke rumah sakit. Bukan parno yang ahirnya malah tidak periksa, tetapi punya strategi. Kejadian ibu saya, saat memeriksakan diri ke rumah sakit, saat itu subuh. Karena ada mual dan muntah juga panas, dicek swab antigen juga foto rongsen dada. Selain itu juga tes darah lengkap sambil ibu saya diinfus cairan karena memang lemas. Setelah semua pemeriksaan dilakukan, hasil tes antigen menunjukkan negatif, hasil foto rongsen, paru2nya bersih. Hasil pemeriksaan darah, menunjukkan demam berdarah dari hasil antibodi juga trombosit yang turun ke 70.000. 

Ibu saya punya komorbid darah tinggi dan diabetes sehingga saya benar2 memastikan apa tidak mengarah ke covid agar dapat perawatan juga jika pemeriksaan mengarah kesana. Ternyata dokter mengatakan, tidak ada mengarah kesana dan akan dirawat di ruang perawatan rawat inap biasa. Harus dirawat karena kondisinya lemah, trombosit turun dan sepertinya akan turun lagi. 

Saat opname, aturan rumah sakit hanya 2 orang yang menjaga di ruangan. Tidak di swab tetapi wajib protokol kesehatan. Ibu saya dirawat di RS Darmo, dimana disana ruang rawat inapnya memiliki ventilasi yang bagus, pintu bisa dibuka lebar sehingga aliran udara baik. Perawatnya pun memakai masker dan faceshield. 

Yang saya lakukan saat menemani ibu saya di RS yaitu : 
1. Membersihkan rutin dengan desinfektan atau alkohol seluruh permukaan . Walau sudah dibersihkan dengan cleaning service, tetapi saya bersihkan lagi.
2. Membersihkan permukaan setelah dipegang oleh perawat, dokter atau cleaning service nya.
3. Membawa sarung bantal dan seprei sendiri. 
4. Membawa alat makan, alat mandi sendiri
5. Membawa Hand sanitiser, alkohol 75% dan desinfektan
6. Membawa Air purifier portable
7. Saat makan, saya buka pintu dan bergantian makan dengan ibu saya.
8. Memakai masker dobel
9. Tetap protokol ketat dg ibu saya karena saya tdk di antigen atau swab, tidak megetahui apa saya membawa virus yang akan memperberat penyakit ibu saya. 
10. Memakai jaket jika berinterkasi dengan orang lain di rumah sakit dan membeli perlengkapan di kantin.

Terkadang saya pulang kerumah, dan bergantian menjaga, saat saya pulang kerumah, yang saya lakukan adalah :
1. Mencuci bersih baju dengan air panas dan detergen
2. Mandi,cuci muka dan keramas.
3. Membersihkan dan steril semua barang dan perlengkapan yang saya bawa dari rumah sakit
4. Membersihkan dan steril kendaraan.
5. Istirahat dan minum vitamin terutama vitamin C

Tips saya saat harus ke RS saat pandemi selain diatas yaitu : 
1. Bawa hasil tes antigen atau PCR saat ke rs agar bisa ditegakkan penyakitnya. Hal ini karena kondisi pandemi
2. Jika tidak ada hasil antigen, minta dilakukan antigen dan foto thorax ( biasanya di rs saat akan rawat inap akan otomatis dilakukan )
3. Bawa perlengkapan desinfeksi, baju ganti, alat makan, alat mandi dan masker
4. Jika hasil diagnosis tidak mengarah ke covid, siapkan perlengkapan juga untuk penjaga
5. Jika hasil diagnosis mengarah ke covid, siapkan perlengkapan untuk beberapa hari sampai hasil PCR keluar. 
6. Jangan panik, jangan stress. Anda di RS sudah ditangani dengan baik. 
7. Sebisa mungkin jangan ada tamu agar tidak membuat resiko pada yang sakit. 

Sebagai preventif, sebaiknya di hari ke 3 kalau masih bisa ditahan dan dirawat dirumah, lebih baik tes darah lengkap dan antigen sehingga bisa dilakukan penegakan diagnosis. 






#opnamesaatpandemi
#rssaatpandemi
#dirawatsaatpandemi
#tetaptenangdirumahsakit


Zona G Tim dan Cluster

 Minggu ini, di CH membahas soal pencapaian growth di cluster dan grup. Saya yang kebagian menyiapkan narasi podcast dan juga penulisan ebook untuk JMK. Minggu ini memang minggu yang hetic. Bebarengan juga dengan kegiatan kantor, kegiatan milad IP suramadu dan kegiatan komunitas. Tetap semangat sampai terahir. 

Teman2 cluster memang luarbiasa semangatnya. Berbagi untuk sesama dan berkarya. 

Berikut template teman2 secara grup, cluster dan bunda produktif







Untuk Katalog JMK, tentang travelling, bisa dilihat di sini . Untuk Katalog Cluster, bersama2 dari cluster bisa dilihat disini


Rabu, 20 Januari 2021

COVID ITU BUKAN AIB. KEWAJIBAN KITA MELINDUNGI LINGKUNGAN SEKITAR.

Berkaca kepada yang terlihat dan terbaca. Tidak mau berkata kepada lingkungannya kalau kena covid, alasannya agar tidak dikucikan. Ada juga kalau kena covid dianggap karma, dianggap dosa. Wah kamu pernah salah ya sama orang, wah km pasti berdosa ini punya salah pasti. Selain itu, ada pula yang malu ketahuan karena dianggap ada orang yang senang kalau dia terkena dan akan dijadikan testimoni seperti eh dia kena covid ya? Sukurin..atau eh dia kena covid ya? Ehh fitnah kamu,seneng kamu kalau dia kena covid? seneng kamu kalau dia meninggal??Ada juga yang tempat kerjanya mewajibkan karyawan masuk baru dibayar, sehingga walau sakit akan tetap masuk saja dan diam2 berobat dibelakang. 

Hak pasien untuk tidak menyebarkan dan tidak bilang soal penyakitnya, tetapi kewajiban individu untuk melindungi lingkungan sekitarnya. Boleh saja km tidak bilang, tetapi selama melindungi komunitas,melindungi lingkungan dengan melakukan isolasi mandiri, berobat dan tidak berinteraksi dengan orang lain tanpa protokol yang ketat. Kewajiban kita juga membantu isolasi mandiri agar bisa dilaksanakan dengan baik. Membantu pemenuhan kebutuhan sehari2nya dan tetap berinteraksi dengannya walau terbatas agar orang tersebut tidak merasa sendiri sehingga orang yg sedang isolasi tersebut bisa optimal melakukan isolasi sampai dikatakan sembuh. 

Jangan sampai, yang membuat aib dan mengajak2 mengucilkan orang yang terkena covid. Karena merekalah yang isolasi mandiri , salah satu pahlawan di pandemi ini. Coba kalau mereka tidak isolasi,sudah berapa banyak orang yang akan terpapar? Dan berapa dari yg terpapar akan sakit dan perlu perawatan rumah sakit? Atau malah yang sakit ini tidak tertolong karena takut berobat dan terlambat dalam penanganannya?

Jangan sampai juga, yang terkena covid ini merasa sendiri, takut berobat, takut isolasi mandiri dan malah dengan sengaja menyebarkan penyakitnya ke orang banyak. sengaja tidak protokol kesehatan agar banyak yang terpapar dan merasakan seperti apa yang dia rasakan. 

Semua orang wajib edukasi covid ini agar pandemi segera selesai. Terutama influencer, tokoh2 yang banyak dilihat dan dianut juga dijadikan contoh siapapun dia apapun profesinya. Kita lainnya juga mengedukasi dari lingkungan terkecil kita dari rumah. Karena langkahmu menentukan penyelesaian pandemi ini. Bantulah sesamamu dan disiplinkan protokolmu.

Lakukan yang kamu bisa untuk menyelesaikan pandemi ini :
1. Berobat dan isolasi sampai selesai saat terkena covid
2. Disiplin protokol kesehatan dengan baik dan benar.
3. Membantu sesama saat ada yang terkena covid atau keluarganya terdampak covid. Baik bantuan fisik atau hanya sekedar menjadi teman bicara.
4. Edukasi covid ke lingkungan terkecil mulai dari rumah dan lingkungan sekitar. 

Dari 1 orang untuk Indonesia.ihtiyar kita bersama memutus mata rantai penyebaran covid. Selain insyaAllah mendapat pahala dan ridha dari Allah dan semoga Pandemi ini segera berlalu. Aamiin



#newnormal
#covid19indonesia
#covidbukanaib
#bantucovid
#pandemicovid19indonesia
 

HAPPY MOMMY STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design