Judul Buku : My Brother My Buider.Malaysia My Second Home 2.0
Penulis : Lenggogeni FarukPenerbit : Gen H Media. PT Suqma Corpora Indonesia
- Perjalanan menarik di Indonesia. Dalam bab ini menjelaskan tentang perjalanan Bu Gen dan Pak Halilintar sejak kecil, menikah, memiliki anak dan menjalankan bisnis bersama di Indoensia. Bisnis apa saja yang dijalankan dan daerah mana saja yang dikunjungi di Indonesia.
- Pengalaman dan Perjalanan ke Malaysia. Dalam bab ini diceritakan tentang pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia, saat hamil melahirkan membesarkan anak di Malaysia, Bisnis yang dijalani selama di Malaysia dan jatuh bangun bisnis selama di Malaysia.
- Pengalaman di Negara lain. Pengalaman gen halilintar saat di Australia mengelola bisnis juga Labuan. Mengembangkan usaha selain di Indonesia dan Malaysia.
- Selalu juara kelas, banyak ikut kegiatan mulai tari, vocal, paskibraka, marching band.
- Memenangkan lomba essay writing dalam bahasa Inggris. Menjadi pengurus OSIS juga mendapatkan caltex scholastic award contest yaitu undangan masuk ke FEUI tanpa tes.
- Selain itu juga bu Gen sudah terbiasa keluar negeri karena fasilitas kantor Ayah Bu Gen yang bekerja di Caltex yang kebanyakan berliburan ke Indonesia dan Asia Tengara. Bu Gen juga pernah sekolah di Maryland saat Ayah Bu Gen ditugaskan disana. Luarbisa hebat Bu Gen ini. Keinginan travelling saya rasakan banyak dari Bu Gen ini dengan pengalaman dari keluarganya.
- Berlibur backpacker dengan teman - temannya ke Malaysia saat kuliah tingkat 1
- Walau Pak Halilintar tidak berkeliling dunia dengan keluarganya, tetapi pak Halilintar ini sangat mandiri. Padang saat SMA, dimana pak Halilintar harus mandiri bersekolah disana, pengalamannya banyak. Pernah menjadi detailman obat, bergaul dengan berbagai kalangan konsultan ekonomi sampai membawa turis.
- Selalu rangking 1. Memiliki segudang prestasi olahraga berenang, tenis, tenis meja. Menjuarai perlombaan rubrik 6 sisi dan menjuarai lomba golf. Di Sama dengan bu Gen, Pak Halilintar juga mendapat Caltex Scholarship Award, beasiswa tanpa tes di Teknik Elektro UI. Tercengang saya hebatnya Bu Gen dan Pak Halilintar ini. Pintar dan SUkses pasti bisa selama bisa mengambil kesempatan dan mengelolanya.
- Padang, dimana mereka membuka retail outlet di mall dan plaza di Padang dan Bukittinggi.
- Cirebon, membangun usaha retail dan farmasi di shopping centre tengah kota.
- Jogjakarta, membuka retail outlet Jogja, Semarang, Surabaya, Malang dan Madura. Berniaga mulai pakaian sampai komputer dan melakukan coaching bisnis.
- Sulawesi yang juga berniaga tetapi tidak dijelaskan dimana dan buku tentang Pak Halilintar mendapat tempat di universitas disana
- Berjualan produk kemitraan Sendal Refleksi yang dibawa ke Malaysia. Produk keitraan UKM di Jawa Tengah dan Jogjakartam aksesoris gantungan mobil dari ukiran Kuningan. Busana muslim wanita dari Aceh sampai Papua hingga ke Asia Tenggara terutama malaysia dan brunei, ke Yordania, Emirate, Australia dan Eropa berlabel Anugerah.
- Berdagang Minyak Wangi Biang minyak wangi diimpor dari Inggris dan Perancis berikut kemasan botol minyak wangi dari Taiwan yang dijual di Indonesia.
- Bisnis saat di Labuan yaitu Tour Travel, disini juga Saaih lahir. Mempromosikan perjalanan Malaysia dan Indonesia melalui Brunei visit Labuan. Menggunakan rute yang unik.
- Bisnis di dumai yaitu carpet recond yang merupakan karpet second dari SIngapura yang dilapisi karpet berbulu sehingga menghasilkan permadani baru yang tebal yang merupakan produksi home Industri di Dumai. Dumai menjadi tempat transit dan stokist dari Dumai ke Malaysia dan Dumai ke Seluruh Sumatera dan Jawa.
- Farming di Australia. Kerjasama mengelola Farm dengan Datuk pengusaha impor mobil dari Malaysia. Kerjasama mengelola farm berikut peternakan kambing di Goalburn dengan tim yang merupakan warga negara Australia.
- Bisnis Kuliner di Malaysia mulai dari over kontrak owner dari seorang Datuk. Curry House di Food Court Geraldton dan bisnis kuliner di Downtown Perth menyajikan masakan Indonesia - Malaysia. Tetapi sudah 10 tahun tidak mengelola lagi dan diserahkan kepada rekan warga Australia.
- Mengelola Showroom Mobil di Malaysia dalam tempo 3 bulan dan tetap melakukan jual beli mobil tanpa showroom dengan mengambil dari showroom dan menjual mobil impor dengan dibantu dengan seorang pemuda yang ingin belajar bernama Matzu.
- Menjadi dealer dan Reseller di Malaysia . Telekom di Malaysia yang pada kala itu merupakan satu - satunya orang Indonesia yang menjadi dealer dan reseller produk Telekom Malaysia. Terutama produk Celcom Power Tool, pasca bayar yang menawarkan free calls group untuk seluruh Malaysia dengan roadshow sampai ke negara bagian dan provinsi lain di Malaysia. Selain itu juga Reseller pra bayar celcom Air Asia. Menjual secara direct selling, komunitas Indonesia dan booth di Central Market.
- Tour Operator Medical Trip ke Malaysia mulai check up, tindakan, follow up.
- Lecture session motivasi pengusaha
- Advisor dan developer set up restoran mulai dari menentukan lokasi, legal sampai beroperasi.
- Memberikan lecture kepada dokter yang juga pengusaha di bisnis medis rumah sehat yang prinsipnya sama dengan rumah sakit.
- Motivasi dan training kepada Tim Small Medium Enterprise sebuah garmen pakaian.
- Tim senior advisor perusahaan IT dan Media di Jakarta yang sudah memiliki Holding Company.
- Susu anak habis dan hanya diberi air putih, beras juga habis karena menunggu admin fee rumah yang internet dan teleponnya baru dipasang.
- Mengambil makanan over product yang harusnya sudah dihancurkan.
- Memakai seragam bekas yang sudah kumal. Meminta keringanan biaya sekolah sampai tidak bisa ikut ujian karena menunggak biaya sekolah. Biaya bisa dibayarkan dengan pinjaman uang teman. Disinilah gunanya teman yang ada saat kita susah dan menjadikan diri kita ini amanah.
- Membayar tiket commuter 1 tiket 2 orang dan ahirnya mendapat kata utiara dari kenek bus.
- Membawa fateh, mencari rejeki naik turun bus. Menjadi kurir pengiriman surat.
- Plan C saat cukup. Penghasilan cukup memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
- Plan M saat penghasilan terpenuhi lebih dari 50% tetapi belum mencukupi
- Plan F yaitu saat penghasilan dibawah 50% dari kebutuhan keluarga
- Plan N saat nyaman apabila kebutuhan pokok terpenuhi, berlebih.
- Bersilaturahim dengan Alm Tun Ghafar Baba, former deputy prime minister of Malaysia.
- Bersilaturahim dengan Tan Sri Sanusi Junid, Mantan menteri beberapa periode di Malaysia.
- Bersilaturahmi dengan Tun DR Mahatir Muhammad, prime minister Malaysia.
- Physical Exercise. Megangkat barang dan bekerja keras
- Mental Excercise. Bagaimana memikirkan kepindahan
- EMotional Excercise. Menahan dan mengendalikan emosi saat pindahan
- Spiritual Excercise. Latihan sabar, syukur dan ridha dengan Tuhan.
- Atta 12 Tahun, mencuci plasenta bayi dan menguburkan di tanah belakang dibawah panduan ayahnya.
- Sajidah usia 9 tahun menggendong bayi dan memandikan dengan ibunya.
- Sohwa membantu laundry.
- Saat anak - anak nomor 1 - 5 bersekolah, Bu Gen mengerjakan pekerjaan rumah sampai mereka kembali didampingi Saaih 4 tahun dan Fatim 3 tahun













